Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Tips Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Tips Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?
Freepik
Intinya Sih
  • ACOG menyarankan jarak ideal kehamilan kedua minimal 18 bulan agar tubuh pulih dan siap kembali untuk proses kehamilan berikutnya.
  • Pemeriksaan prakonsepsi, konsumsi asam folat, serta memahami siklus menstruasi penting dilakukan untuk meningkatkan peluang hamil anak kedua.
  • Menjaga gaya hidup sehat, mengelola stres, dan berhubungan seks teratur di masa ovulasi menjadi kunci utama dalam mempersiapkan kehamilan berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Apakah kamu berencana menambah anak? Apalagi kamu merasa anak pertama membutuhkan `teman`.

American College of Obrolaster dan Ginekologi (ACOG) merekomendasikan bahwa kamu bisa memiliki anak lagi, enam bulan sejak melahirkan anak pertama.

Namun idealnya menunggu setidaknya 18 bulan untuk memberikan tubuh fit seperti sedia kala.

Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan agar hamil anak kedua? Popmama.com merangkum berbagai informasinya untuk kamu!

Table of Content

1. Melakukan pemeriksaan prakonsepsi

1. Melakukan pemeriksaan prakonsepsi

Stetoskop berwarna hijau dan pena biru diletakkan di atas dokumen medis dengan tabel data pasien di atas meja putih.
Pexels/Pixabay account

Sebelum kamu secara resmi mulai mencoba mendapatkan anak kedua, lebih baik kamu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Tanyakan kepada dokter tentang vitamin prenatal yang memiliki asam folat.

Asam folat membantu melindungi terhadap cacat lahir, seperti Spina Bifida. Juga bekerja selama tahap awal kehamilan, jadi itu sebabnya penting untuk memastikan mendapatkan cukup asam folat bahkan sebelum kamu hamil.

2. Hitung masa subur kamu dengan ketahui siklus menstruasi

Tangan memegang kalender dengan tanda hati merah pada beberapa tanggal dan spidol merah di latar belakang kuning.
Freepik

Jika kamu ingin segera hamil lagi, kamu mulai mengetahui sikulus masa subur. Kamu bisa melakuannya dengan menghitung siklus menstruasi.

Dengan kata lain, ovulasi adalah waktu terbaik untuk hamil. Ini adalah waktu untuk fokus pada berhubungan seks.

Joanne Piscitelli, MD, seorang profesor Ginekologi di Duke University Medical Center di Durham, menyebutkan, siklus 28 hari cenderung berovulasi pada hari ke 14. Tapi ada juga yang waktu suburnya bisa lebih panjang atau pendek. Itu lah fungsi mengetahui siklus menstruasi.

3. Jangan khawatirkan posisi seks

Pasangan pria dan wanita berbaring di tempat tidur sambil berpegangan tangan, mengenakan pakaian kasual berwarna putih.
Freepik

Posisi seks terbaik untuk hamil sangat banyak disarankan. Salah satunya, posisi misionaris lebih baik untuk memaksimalkan peluang kamu bisa segera hamil. Namun itu hanya mitos.

Posisi serviks perempuan tidak akan berubah. Jadi, bagaimana posisi yang kamu lakukan, hasilnya tetap sama.

Apa lagi, kalau kamu sudah mulai menggunakan tantra atau gaya lainnya, tetap saja sperma akan bekeja sebagaimana mestinya.

4. Tetap di tempat tidur setelah hubungan intim

Pasangan pria dan wanita berbaring di tempat tidur sambil tersenyum dan saling menatap di bawah selimut putih.
Freepik/bearfotos

Kamu mungkin pernah mendengar mitos ini, berbaring di tempat tidur dengan kaki diangkat setelah berhubungan seks untuk meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Tidak sepenuhnya benar!

Hal yang benar, kamu harus berbaring setelah berhubungan seks sekitar 10 hingga 15 menit. Untuk memastikan sperma akan masuk ke serviks.

"Ini saran yang bagus untuk berbaring di tempat tidur selama 10 hingga 15 menit setelah hubungan seksual, tetapi kamu tidak perlu mengangkat kaki. Jika kamu menunggu 10 hingga 15 menit, sperma yang akan masuk ke serviks akan berada di serviks," kata Goldfarb. 

5. Jangan berlebihan berhubungan seks

Pasangan muda berpelukan di tempat tidur putih dengan sarapan buah dan jus di meja samping, menciptakan suasana hangat dan romantis.
Freepik/master1305

Demi segera hami, kamu dan pasangan memforsir hubungan seks. Berhubungan seks setiap hari bahkan selama ovulasi tidak harus meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Kamu hanya perlu memastikan waktu ovulasi terbaik kamu, dilakukan secara teratur.

"Secara umum, setiap malam di sekitar waktu ovulasi membantu meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Sperma dapat hidup hingga 5 hari di dalam tubuh kamu. Saran terbaik adalah melakukan hubungan seks secara teratur ketika kamu berovulasi," tambahnya.

6. Kurangi stres

Stres
Pexels/alex-green

Cobalah untuk tidak stres jika kamu ingin hamil lagi. Stres sebenarnya bisa mengganggu ovulasi. Jadi semakin santai kamu, semakin baik! Apa pun yang membantu kamu menghilangkan stres, asalkan sehat.

"Ada beberapa bukti bahwa akupunktur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Atau lakukan apapun yang bisa membuat kamu lebih rileks," kata Goldfarb.

7. Jalani hidup yang sehat

Jalani hidup sehat
Freepik/pressfoto

Berolahraga adalah kebiasaan sehat, terutama jika itu membantu kamu tetap pada berat badan ideal. Namun juga jangan terlalu berlebihan dalam berolahraga, membuat tubuh tidak bisa berovulasi.

Cara terbaik untuk meningkatkan peluang kamu hamil dengan olahraga ringan dan teratur, seperti jogging atau yoga. Kamu disarankan berolahraga dua setengah jam setiap minggu (atau setidaknya 30 menit setiap hari).

Berhenti merokok untuk meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Kebiasaan buruk ini juga mengurangi kesuburan. Juga memengaruhi kadar estrogen dan ovulasi. 

Ternyata apapun yang dilakukan berlebihan memang tidak bagus. Jadi, jika kamu ingin hamil lakukan hubungan seks secara rutin di masa ovulasi. Juga berolahraga teratur.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More