Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Jerawat saat Hamil Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi?
Magnific
  • Jerawat saat hamil tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi; dokter menyatakan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.
  • Jenis kelamin bayi ditentukan saat pembuahan oleh kombinasi kromosom sel telur X dan sperma X atau Y: XX perempuan, XY laki-laki.
  • Jenis kelamin dapat diketahui melalui USG sekitar minggu ke-18 hingga ke-20 atau tes genetik; jerawat sebaiknya ditangani dengan perawatan aman dan konsultasi dokter bila parah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama masa kehamilan, ibu hamil tak jarang mendengar orang-orang memberikan komentar terhadap kehamilan dan kandungan. Salah satunya, perubahan pada kulit seperti munculnya jerawat yang kerap dikaitkan dengan jenis kelamin bayi. 

Ada yang percaya bahwa wajah berjerawat saat hamil menandakan bayi perempuan karena anggapan bahwa bayi perempuan akan ‘mengambil kecantikan’ ibunya, sedangkan bayi laki-laki justru membuat ibu terlihat lebih berseri atau mengalami pregnancy glow.

Benarkah jerawat saat hamil bisa menentukan jenis kelamin bayi? Yuk, cari tahu jawabannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.


Benarkah Jerawat saat Hamil Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

Magnific

Melansir The Bump, dr. Rachel Mandelbaum, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus spesialis rndokrinologi reproduksi dan infertilitas di HRC Fertility, Los Angeles, mengatakan jika tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini.

“Jerawat tidak terbukti dapat menunjukkan jenis kelamin bayi,” ujar dr. Mandelbaum. 

Kadar hormon selama kehamilan dipengaruhi oleh plasenta dan kelenjar adrenal, bukan jenis kelamin bayi. Sehingga, anggapan ini hanyalah mitos belaka.

Jangan mudah percaya jika ada orang yang mengatakan hal ini. Karena pada dasarnya, jenis kelamin bayi ditentukan oleh hal lain yang bisa dijelaskan secara medis.


Bukan Jerawat, Ini yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Magnific

Mama, jenis kelamin bayi sejatinya ditentukan oleh kromosom dari sperma yang bertemu dengan kromosom dari sel telur.

Sel telur selalu membawa satu kromosom X, sedangkan sperma bisa membawa kromosom X atau Y. Saat pembuahan terjadi, maka kombinasi keduanya akan menentukan jenis kelamin bayi. 

Jika sperma membawa kromosom X, terbentuklah kombinasi  XX dan bayi berjenis kelamin perempuan. Sementara jika sperma membawa kromosom Y, terbentuklah kombinasi XY, maka bayi berjenis kelamin laki-laki.

Tahukah Mama, dari jutaan sperma yang berusaha mencapai sel telur, hanya satu sperma saja yang berhasil membuahi. Sperma yang membawa kromosom X atau Y itulah yang menentukan kombinasi kromosom bayi. 

Tak hanya itu, selain jenis kelamin, kromosom juga berperan dalam menentukan berbagai ciri fisik pada manusia, seperti warna mata, rambut, dan tinggi badan. Jadi, bukan jerawat yang menentukan jenis kelamin si Kecil.


Cara Tepat Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Magnific/rawpixel.com

Mengetahui jenis kelamin bayi tidak bisa berpatokan pada perubahan fisik ibu hamil, seperti munculnya jerawat selama kehamilan, melainkan menggunakan metode medis yang terpercaya dan akurat, seperti:

  • Pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG merupakan cara yang palling umum dan akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Melalui USG, organ reproduksi bayi bisa terlihat, terutama pada waktu tertentu dalam kehamilan, yaitu biasanya setelah minggu ke-18 hingga minggu ke-20. Di waktu ini, organ kelamin bayi sudah cukup berkembang untuk diidentifikasi

  • Tes Genetik (NIPT/CVS/Amniosentesis). Tes genetik Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT), Chorionic Villus Sampling (CVS), atau Amniosentesis merupakan tes yang bisa dilakukan selain pemeriksaan USG. Ketiga tes ini biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan kromosom pada bayi, tetapi hasilnya juga dapat mendeteksi jenis kelamin bayi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pemeriksaan ini umumnya dianjurkan ketika ibu hamil mengalami kondisi medis tertentu.

Tips Mengatasi Jerawat selama Kehamilan

Pexels/Miriam Alonso

Jerawat saat hamil memang umum terjadi, tetapi Mama tetap bisa melakukan beberapa cara untuk membantu mengurangi keluhannya dengan aman, seperti:

  • Menjaga kebersihan wajah
    Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut dan aman untuk ibu hamil. Pilih produk dengan pH seimbang dan hindari bahan kimia keras atau pewangi yang dapat mengiritasi kulit.

  • Jangan memencet jerawat
    Memencet jerawat dapat memperparah peradangan, menyebarkan bakteri, serta meningkatkan risiko bekas luka dan flek hitam. Sebaiknya biarkan jerawat membaik atau gunakan penanganan yang sesuai.

  • Konsultasikan dengan dokter kulit
    Jika jerawat semakin parah atau terasa mengganggu, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit. Tidak semua obat atau krim jerawat aman selama kehamilan. Dokter dapat menyarankan perawatan yang sesuai, termasuk beberapa antibiotik topikal atau produk berbahan asam azelaic yang dapat digunakan sesuai kondisi Mama.

Jadi, jerawat saat hamil tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui jenis kelamin si Kecil.

Editorial Team

Related Article