7 Cara Memperkenalkan Si Kakak dengan Kehamilan Mama

Ma, jangan lupakan cara nomor 3 dan 4 ya

9 Mei 2018

7 Cara Memperkenalkan Si Kakak Kehamilan Mama
Freepik/prostooleh

Memiliki anak kedua pasti membahagiakan ya, Ma?

Selain mengulang fase yang sama seperti kehamilan pertama, Mama punya tugas baru nih, yaitu harus bisa memberitahu Si Kakak kalau akan mendapatkan adik baru.

Di kehamilan kedua ini, pasti akan ada keterlibatan Si Kakak pada masa kehamilan. Apalagi harus ada pemahaman tentang adanya anak kecil lain di dalam rumah untuk menghindari kecemburuan pada Si Kakak.

Untuk Mama yang bingung untuk melibatkan Si Kakak sebagai anak pertama untuk bisa menerima adik barunya, jangan khawatir ya. Popmama.com sudah merangkum 7 cara memperkenalkan Si Kakak dengan adiknya sejak kehamilan Mama.

Disimak yuk Ma, jangan sampai ada yang terlewat!

1. Beritahu tentang kehamilan

1. Beritahu tentang kehamilan
Freepik/bearfotos

Ketika Mama dan pasangan yang mendapatkan kabar baik tentang kehamilan anak berikutnya. Mama juga harus mengumumkan kabar baik ini ke Si Kakak.

Ketika hamil, perut Mama akan semakin besar. Pasti ada banyak pertanyaan yang nantinya ditanyakan Si Kakak kepada Mama. Sebelum perut Mama membuncit, Mama harus bisa memberikan pemahaman ke Si Kakak kalau ada seseorang yang hidup di dalam perut. Meskipun mungkin dirinya belum tentu langsung mengerti.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan fisik yang Mama rasakan, Si Kakak harus sering diberikan pemahaman ya Ma.

2. Menemani pergi ke dokter

2. Menemani pergi ke dokter
Freepik/bearfotos

Meminta menemani untuk periksa kandungan ke dokter, jangan hanya ke pasangan dan keluarga saja ya. Mama juga bisa lho mengajak Si Kakak untuk menemani ke dokter.

Mama bisa menjadwalkan waktu-waktu yang tepat untuk pergi ke dokter bersama. Tujuannya bukan hanya menemani saja ya, Ma. Disini Si Kakak bisa belajar kalau di perut Mama itu ada sosok yang akan menemaninya di rumah.

Si Kakak pun bisa diajarkan untuk mendengarkan detak jantung bayi. Sepele memang ya Ma, namun dirinya akan lebih bersemangat akan kedatangan adik baru.

Ikatan batin Si Kakak harus bisa diasah sedini mungkin, Mama harus mempersiapkan mentalnya jauh-jauh hari sebelum proses persalinan ya.

3. Berikan pengalaman memegang perut

3. Berikan pengalaman memegang perut
Freepik

Perut Mama semakin hari akan semakin membesar, apalagi kalau sudah memasuki masa persalinan. Saat kondisi perut Mama yang membesar, bisa dijadikan cara untuk kembali memberikan pengalaman ke Si Kakak.

Mama bisa mengajak dirinya untuk merasakan pengalaman yang belum pernah dilakukannya. Dekatkan kedua tangan Si Kakak untuk memegang perut Mama. Dengan begitu Si kakak akan bisa merasakan gerakan-gerakan yang ada di dalam perut.

Saat Si Kakak mulai memegang perut Mama, cobalah untuk ceritakan hal-hal yang membuat dirinya tertarik. Contohnya, “gerakan yang tadi kakak rasakan itu menandakan kalau adik sudah tidak sabar bertemu dengan kakaknya nih.”

Menumbuhkan rasa sayang Si Kakak ke adiknya bisa juga dilakukan dengan hal-hal seperti ini. Carilah kata-kata yang bisa membuat Si Kakak semakin tidak sabar bertemu dengan adik barunya ya, Ma.

Editors' Picks

4. Ajarkan cara berkomunikasi dengan adik di dalam perut

4. Ajarkan cara berkomunikasi adik dalam perut
Freepik

Selain memberikan pengalaman memegang perut ke Si Kakak agar bisa merasakan gerakan-gerakan adiknya. Mama juga bisa nih mengajarkan dirinya untuk berkomunikasi dengan adik barunya kelak.

Sebelum itu, mungkin Mama dan pasangan bisa sama-sama memberikan contoh agar Si Kakak juga mulai tertarik untuk berkomunikasi. Meskipun Si Kecil masih ada di dalam kandungan, Si Kakak bisa diajarkan untuk menanyakan hal-hal seperti “gimana dek di dalam sana, seru tidak?” atau pertanyaan lain.

Intinya agar Si Kakak bisa terbiasa untuk berkomunikasi, lalu menjalin ikatan kakak dan adik ini akan terjalin walau belum bertatap muka.

Kegiatan seperti ini bisa Mama lakukan kapan saja, kalau bisa sesering mungkin ya. Kalau sudah terbiasa, tanpa disuruh pasti Si Kakak akan mengelus perut Mama sambil berkomunikasi dengan adiknya.

Pasti momen seperti ini sangat mengharukan ya, Ma.

5. Buka kembali album foto lama

5. Buka kembali album foto lama
Freepik/v.ivash

Saat akhir pekan, Mama bisa lho mengajak Si Kakak menghabiskan waktu bersama Si Kakak dengan melihat foto lama. Mama bisa mencari foto-foto Si Kakak saat masih bayi.

Ajak Si Kakak bercerita mengenai dirinya sewaktu kecil. Bangkitkan kembali kenangan-kenangan masa lalunya dulu. Bagaimana Si Kakak waktu kecil menangis, saat menyusui, digendong, tingkah lucunya hingga belajar jalan lalu terjatuh terus. Lalu berikan pengertian kembali kalau kelak jika adiknya lahir pasti akan melakukan hal-hal yang sama.

Selain itu, Mama juga bisa melibatkan Si Kakak saat mencari nama bayi bersama. Cara seperti ini, akan sedikit demi sedikit membuat Si Kakak paham kalau adik barunya nanti akan banyak membutuhkan perhatian orangtuanya. Pemahaman seperti ini juga bisa meminimalisir adanya kecemburuan terhadap Si Kakak dengan adiknya nanti.

6. Mengajak untuk bersosialisasi

6. Mengajak bersosialisasi
Freepik

Masa kehamilan yang 9 bulan, bisa menjadi rentan waktu yang cukup untuk memperkenalkan Si Kakak tentang rasanya memiliki adik kecil.

Mama bisa mulai mengasah pemahamannya dengan berkunjung ke rumah saudara atau teman yang memiliki anak yang lebih kecil dari Si Kakak. Biarkan Si Kakak berinteraksi dengan anak-anak yang di bawah usianya ya, Ma.

Berawal dari hal-hal kecil seperti ini, Si Kakak akan banyak belajar. Mulai dari cara berinteraksi, melihat tingkah laku anak yang lebih kecil hingga suara tangisan.

Selain itu, Mama juga bisa lho memberikan tontonan tentang film keluarga atau film yang lebih memperlihatkan sosok saudara kakak beradik. Dari film yang Si Kakak tonton, dirinya akan semakin paham dan peka kalau ada kehadiran sosok adik yang di rumah.

7. Memberikan pemahaman tentang peran kakak

7. Memberikan pemahaman tentang peran kakak
Freepik/prostooleh

Saat Mama sudah melahirkan anak kedua, akan ada perubahan peran di dalam keluarga. Si Kecil yang di awal hanya menjadi anak satu-satunya, berubah peran menjadi seorang kakak.

Untuk itu sebelum proses persalinan tiba. Mama harus memberikan pemahaman tentang perubahan peran ini ke dirinya.

Peran sebagai kakak itu tidak kalah pentingnya dari peran Mama sebagai orangtua, untuk itu perlu ada proses pemahaman di awal. Tujuannya agar Si Kakak tidak kaget dengan perubahan yang terjadi di dalam rumah.

Beritahu Si Kakak kalau perannya sangat penting, agar ada rasa semangat saat nanti menjalaninya. Perkenalkan tugas-tugas kecil yang bisa dilakukan Mama dan Si Kakak bersama setelah kelahiran. Mulai dari hal-hal kecil, seperti membantu mengambil popok, mainan yang bisa dimainkan hingga menjaga adiknya saat tidur.

Beberapa tips di atas sudah Popmama.com rangkum agar bisa membantu Mama dalam melibatkan Si Kakak saat proses kehamilan.

Usahakan untuk mengganggap ini sepele ya, Ma. Keterlibatan Si Kakak saat masa kehamilan itu sangat diperlukan.

Itulah 7 cara memperkenalkan Si Kakak dengan kehamilan Mama, sehingga ia bisa lebih menerima peran barunya saat adiknya lahir nanti. Jangan sampai Si Kakak langsung kaget dengan adanya anak kecil lainnya di dalam rumah. Jadi, perlu ada pemahaman dari awal ke Si Kakak.

Tetap semangat ya, Ma!

Topic: