Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Ngidam dan Keinginan Makan Biasa

4 min read
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Ngidam dan Keinginan Makan Biasa
Magnific/lookstudio
  • Ngidam adalah dorongan kuat, mendesak, dan kadang emosional untuk makanan spesifik atau tak biasa; keinginan makan biasa lebih ringan, santai, serta mudah dialihkan.
  • Ciri ngidam meliputi keinginan mendadak, pilihan makanan asin, manis, pedas, atau kombinasi unik, serta meningkatnya sensitivitas terhadap bau dan rasa tertentu.
  • Ngidam umumnya muncul pada minggu ke-7 hingga ke-12, menguat pada trimester kedua, lalu cenderung stabil atau berkurang pada trimester ketiga dan setelah melahirkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama masa kehamilan, perubahan hormon dapat membuat nafsu makan dan preferensi terhadap makanan ikut berubah. Keinginan menyantap makanan tertentu pun menjadi salah satu hal yang kerap dialami ibu hamil

Tak jarang, makanan yang diinginkan cukup spesifik atau muncul secara tiba-tiba. Kondisi  ini pun bisa membuat Mama dan orang-orang terdekat kebingungan, apakah keinginan ini merupakan ngidam atau rasa ingin makan biasa. 

Lantas, apa perbedaan ngidam dan keinginan makan biasa? Yuk, Ma, simak informasi Popmama.com berikut  ini.


  1. Perbedaan Ngidam dan Keinginan Makan Biasa

    Perbedaan ngidam dan keinginan makan biasa
    Magnific/kroshka__nastya

    Mama, ngidam merupakan salah satu hal yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga. Fenomena ini  merupakan keinginan yang kuat untuk memakan makanan tertentu. Makanan yang diinginkan pun biasanya unik atau bahkan makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya.

    Sementara keinginan makan biasa merupakan keinginan yang lebih ringan dan tidak terlalu kuat. Makanan yang diinginkan merupakan makanan-makanan yang sudah biasa dikonsumsi atau makanan kesukaan.

    Perbedaan keduanya juga dapat terlihat dari dorongan yang dirasakan. Saat ngidam, keinginan terhadap makanan tertentu dapat disertai dorongan emosional yang kuat dan terasa mendesak, bahkan membuat ibu hamil merasa terganggu atau tidak nyaman jika keinginannya tidak terpenuhi. 

    Sebaliknya, keinginan makan biasa terasa lebih santai dan ringan. Keinginan tersebut tidak terasa mendesak, sehingga tidak menimbulkan rasa tidak nyaman ketika tidak dituruti dan biasanya lebih mudah dialihkan atau dipenuhi dengan pilihan makanan lain. 


  2. Ciri-ciri Ngidam pada Ibu Hamil

    Ibu hamil ngidam
    Pexels/Amina Filkins

    Setiap ibu hamil dapat mengalami ngidam yang berbeda-beda. tetapi ada juga ibu hamil yang tidak mengalami ngidam sama sekali selama kehamilan. Berikut beberapa ciri-ciri ngidam yang dapat dialami ibu hamil:

    • Keinginan Makan Bisa Muncul Kapan Saja
      Keinginan untuk menyantap makanan tertentu dapat muncul secara tiba-tiba dan terkadang berupa makanan yang tidak biasa, terutama pada malam hari. Keinginan yang datang mendadak ini bahkan dapat terasa sangat kuat hingga menjadi seperti obsesi, sehingga pasangan bisa kewalahan untuk memenuhinya.
    • Adanya Peningkatan Keinginan untuk Mengonsumsi Makanan Tertentu
      Selama kehamilan, ibu hamil dapat mengalami keinginan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, mulai dari makanan asin, pedas, dan manis hingga buah atau sayuran tertentu. Ibu hamil juga dapat lebih tertarik pada makanan tinggi karbohidrat, makanan manis, makanan cepat saji, serta produk olahan susu seperti keju.
    • Muncul Keinginan untuk Mengombinasikan Makanan Tertentu
      Ngidam juga dapat membuat ibu hamil menginginkan kombinasi makanan yang tidak biasa. Misalnya, es krim yang dipadukan dengan acar. Keinginan terhadap kombinasi makanan seperti ini dapat menjadi salah satu pengalaman unik selama kehamilan.
    • Menjadi Lebih Sensitif terhadap Bau dan Rasa Tertentu
      Perubahan selama kehamilan juga dapat membuat ibu tiba-tiba tidak tahan terhadap aroma atau rasa makanan yang sebelumnya disukai, seperti kopi atau gorengan. Selain itu, ibu hamil juga dapat mengalami kehilangan selera makan terhadap makanan tertentu tanpa alasan yang jelas.

  3. Arti Ngidam yang Dirasakan Ibu Hamil

    Arti ngidam yang dirasakan ibu hamil
    Pexels/Dre Newsome

    Meski ngidam terkadang dikaitkan dengan ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh, hal tersebut tidak selalu berarti tubuh benar-benar membutuhkan makanan yang sedang diinginkan. Ada berbagai faktor yang dapat memicu keinginan terhadap makanan tertentu.

    Berikut beberapa kemungkinan di balik jenis makanan yang diinginkan:

    • Ngidam Makanan Pedas. Keinginan makan pedas tiba-tiba dapat dikaitkan dengan peradangan atau kekurangan zinc. Ibu hamil bisa penuhi kebutuhan zinc dari daging merah tanpa lemak, alpukat, makanan laut, dan sayuran. Makanan pedas umumnya tidak berbahaya bagi janin, tetapi bisa memicu gangguan pencernaan. Jika tidak terbiasa, konsumsi dalam porsi kecil dan tetap cukup minum.
    • Ngidam Makanan Manis. Keinginan makan manis dapat dikaitkan dengan kekurangan magnesium dan vitamin B yang berperan dalam menjaga suasana hati dan energi. Ngidam ini juga dapat berkaitan dengan keinginan tubuh meningkatkan hormon serotonin yang berhubungan dengan rasa bahagia.
    • Ngidam Makanan Gurih. Keinginan makan asin atau gurih bisa menjadi tanda dehidrasi, sehingga coba minum air terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Ngidam makanan asin seperti gorengan juga dapat dikaitkan dengan kekurangan kalsium atau masalah pada kelenjar adrenal yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres.
    • Ngidam Daging. Keinginan makan daging dapat menjadi tanda kekurangan zat besi. Ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan tersebut dari telur dan kacang-kacangan yang juga mengandung zat besi dan seng. Jika menginginkan daging merah, tetap perhatikan porsinya karena tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan.

  4. Kapan Rasa Ngidam Muncul?

    Kapan rasa ngidam muncul?
    Magnific/lookstudio

    Tahukah Mama, ngidam biasanya mulai dirasakan pada akhir trimester pertama, sekitar minggu ke-7 hingga ke-12 kehamilan. Pada fase ini, morning sickness juga sedang mencapai puncaknya. 

    Tetapi uniknya, rasa ngidam justru muncul tepat ketika rasa mual sudah mulai berkurang, sehingga ibu hamil merasa ingin “balas dendam” dengan mengonsumsi berbagai makanan yang diinginkan.

    Biasanya, intensitas ngidam semakin kuat pada trimester kedua. Lalu pada trimester ketiga, rasa ngidam sudah cenderung berkurang atau stabil. Setelah melahirkan, sebagian besar ibu akan merasa jika keinginan kuat tersebut menghilang dengan sendirinya, dan indra perasa pun perlahan kembali seperti sebelum hamil. 

    Nah, itu dia informasi mengenai perbedaan ngidam dan keinginan makan biasa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama, ya.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More