Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Jenis USG sesuai Usia Kehamilan, Ibu Hamil Perlu Tahu!
Pexels/Pavel Danilyuk
  • USG dilakukan bertahap dari 6–8 hingga 37–40 minggu untuk memastikan lokasi dan usia kehamilan, menyaring risiko kelainan, memantau organ, pertumbuhan, posisi janin, serta persiapan persalinan.
  • Ibu hamil umumnya dianjurkan menjalani USG minimal dua hingga tiga kali selama kehamilan; metode transvaginal lazim digunakan di awal, sedangkan USG abdomen saat usia kehamilan lebih tua.
  • USG tambahan dapat dipertimbangkan bila terjadi perdarahan, nyeri perut hebat, gerakan janin berkurang, bengkak mendadak, atau tekanan darah tinggi untuk memantau kondisi ibu dan janin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemeriksaan Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan USG menjadi salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan selama kehamilan. Melalui pemeriksaan ini, tenaga kesehatan dapat memantau berbagai aspek kehamilan dan perkembangan janin.

Menariknya, pemeriksaan USG pada awal, pertengahan, hingga akhir masa kehamilan ternyata memiliki tujuan yang berbeda. Karena itu, penting bagi Mama untuk mengetahui jenis USG yang umumnya dilakukan sesuai usia kehamilan.

Lalu, apa saja jenis USG sesuai usia kehamilan? Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.

Jenis USG sesuai Usia Kehamilan

Magnific/serhii_bobyk

Dokter Spesialis Kandungan, dr. Budi Darmawan, Sp.OG., dalam akun Instagram pribadinya @budidarmawanspog memberikan informasi mengenai beberapa jenis USG yang sesuai dengan usia kehamilan, di antaranya seperti:

  • First scan (usia kehamilan 6–8 minggu). USG ini dilakukan untuk memastikan posisi kehamilan berada di dalam rahim (bukan kehamilan di luar janin/kehamilan ektopik), untuk melihat janin beserta dengan detak jantungnya, dan menentukan usia kehamilan. Pada usia kehamilan ini, umumnya janin masih terlihat sangat kecil. Tetapi, beberapa anggota tubuhnya sudah mulai terbentuk, seperti tangan, kaki, otak, dan organ-organ vital lainnya.

  • Nuchal translucency (NT) scan (usia kehamilan 11-13 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan untuk skrining awal risiko kelainan kromosom pada janin serta evaluasi perkembangannya. Pada skrining ini, akan dinilai apakah janin mengalami risiko kelainan kromosom seperti Sindrom Down (Trisomi 21), Sindrom Edward (Trisomi 18), atau Sindrom Patau (Trisomi 13). Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga dapat membantu mendeteksi lebih awal kemungkinan adanya kelainan jantung bawaan. Penumpukan cairan yang melebihi batas normal di area nuchal atau belakang leher dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko kondisi tersebut. 

  • Fetal scan (usia kehamilan 20–26 minggu). Dilakukan untuk memeriksa struktur dan perkembangan organ tubuh janin secara lebih detail, serta  dapat membantu mendeteksi kemungkinan kelainan struktural atau kelainan bawaan pada janin.

  • Growth scan (usia kehamilan 28–30 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin, berat badan janin, posisi janin, jumlah air ketuban ibu, serta kondisi plasentanya.

  • Position atau well being scan (usia kehamilan 34–36 minggu). Dilakukan untuk memeriksa posisi bayi menjelang proses persalinan, jumlah air ketuban, dan kesiapan ibu untuk  proses melahirkan.

  • Persiapan melahirkan (usia kehamilan 37–40 minggu). Pemeriksaan dilakukan untuk memantau kondisi janin dan mempersiapkan proses persalinan.

Kapan Sebaiknya USG Dilakukan?

Pexels/Pavel Danilyuk

Umumnya, ibu hamil disarankan untuk melakukan USG paling sedikit 2–3 kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan akan dilakukan pada trimester satu, dua, dan tiga untuk memantau indikator perkembangan janin yang berbeda-beda.

Pemeriksaannya pun bisa dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu USG transvaginal dan USG perut (abdomen). USG transvaginal biasanya dilakukan dii awal kehamilan, sementara USG abdomen dilakukan ketika usia kehamilan sudah lebih tua.


Tanda Ibu Hamil Butuh USG Tambahan

Magnific

Pada kondisi tertentu, ibu hamil mungkin memerlukan pemeriksaan USG tambahan untuk memastikan kondisi ibu dan janin. Pemeriksaan ini dapat dipertimbangkan bila muncul beberapa gejala, seperti:

  • Perdarahan selama kehamilan

  • Nyeri perut yang hebat

  • Gerakan janin terasa berkurang

  • Bengkak yang muncul secara mendadak

  • Tekanan darah tinggi

USG tambahan dapat membantu memantau kondisi janin, termasuk melihat kemungkinan adanya Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat.

Pada ibu hamil dengan tekanan darah tinggi atau dugaan preeklamsia, pemeriksaan juga dapat dilakukan untuk membantu memantau kondisi dan keselamatan janin.


Persiapan sebelum Melakukan USG

Pexels/MART PRODUCTION

Sebelum menjalani USG, Mama bisa melakukan beberapa persiapan seperti:

  • Memilih waktu yang tepat.  Menentukan waktu-waktu yang tepat untuk melakukan USG penting dilakukan karena setiap usia kehamilan memiliki perkembangan janin yang berbeda. Dengan menyesuaikan waktu pemeriksaan, bagian atau kondisi janin yang ingin dipantau dapat terlihat dengan lebih optimal. Misalnya, jika Mama ingin mengetahui jenis kelamin si Kecil, maka pemeriksaan dapat dilakukan ketika usia kehamilan mencapai sekitar 18 minggu. 

  • Konsumsi air mineral yang cukup.  Ibu hamil disarankan minum sekitar 8 gelas air sejak pagi hari untuk memenuhi kebutuhan hidrasi dan membantu agar volume air ketuban bertambah, sehingga gambar USG yang dihasilkan menjadi lebih jernih.

  • Buat diri nyaman. Sebelum USG, pilih pakaian yang nyaman dan tidak sempit, seperti atasan longgar dengan bawahan yang nyaman. Jika mengenakan loose dress, Mama bisa memakai celana pendek di dalamnya agar tetap nyaman saat bagian perut perlu dibuka untuk pemeriksaan. Selain itu, sebaiknya jangan datang dalam kondisi terlalu lapar atau terlalu kenyang. 

  • Sesuaikan dengan waktu bayi bangun.  Jika ingin mendapatkan gambar yang lebih jelas pada USG 4D, Mama bisa memilih waktu pemeriksaan saat Si Kecil sedang aktif. Setelah usia kehamilan sekitar 19 minggu, janin mulai memiliki pola tidur dan bangun. Jika sudah mengetahui waktu Si Kecil biasanya aktif, Mama bisa menjadwalkan USG pada waktu tersebut. 

  • Siapkan beberapa pertanyaan. Selain menanyakan jenis kelamin, Mama juga bisa memanfaatkan waktu USG untuk bertanya tentang posisi, kondisi, hingga kemungkinan kelainan pada janin. Informasi dari pemeriksaan ini dapat membantu Mama dan dokter memantau kesehatan janin sekaligus mempersiapkan persalinan dengan lebih baik. 

Itulah beberapa informasi mengenai jenis USG sesuai usia kehamilan. Mama sebaiknya jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Mama.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article