Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan adanya perubahan volume dan aktivitas otak yang bisa bertahan lama setelah kehamilan. Artinya, otak mama memang benar-benar mengalami penyesuaian untuk mendukung peran sebagai orangtua.
Namun, pada manusia, proses ini tidak sesederhana pada tikus. Selain dipengaruhi hormon, naluri pengasuhan juga dibentuk oleh banyak hal lain, seperti pengalaman, proses belajar, serta lingkungan sekitar.
Menurut Jonny Kohl, manusia memiliki berbagai bentuk persiapan tambahan, seperti kelas kehamilan, belajar dari orang lain, hingga dukungan sosial. Hal-hal ini membuat proses menjadi orangtua jauh lebih kompleks dan tidak hanya bergantung pada perubahan hormon.
“Artinya, manusia tidak hanya bergantung pada perubahan hormon saja dalam membentuk naluri pengasuhan,” ujarnya.
Pendapat ini juga diperkuat oleh Robert Froemke dari NYU Langone Health yang menyebutkan bahwa pengasuhan adalah salah satu perilaku paling kompleks, baik pada manusia maupun hewan. Meski begitu, perubahan hormon selama kehamilan tetap berperan penting karena membantu “mempersiapkan” otak agar lebih peka terhadap kebutuhan bayi sejak awal kehidupan.
Itu penjelasan tentang kehamilan menyebabkan perubahan permanen pada struktur otak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!