Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Payudara Terasa Nyeri di Trimester 2 Kehamilan?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Nyeri payudara pada trimester kedua umumnya dipicu perubahan estrogen dan progesteron yang mempersiapkan jaringan payudara untuk menyusui, sehingga ukuran serta sensitivitas meningkat.

  • Pembesaran kelenjar susu, jaringan lemak, peregangan kulit, dan peningkatan aliran darah juga membuat payudara terasa lebih berat dan tidak nyaman.

  • Kenyamanan dapat dibantu dengan bra menopang, kompres air dingin, pakaian longgar, dan menghindari tekanan; periksa ke dokter bila nyeri berat sebelah, kemerahan, hingga demam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki trimester kedua kehamilan, sebagian ibu hamil mulai merasa lebih nyaman karena mual dan muntah berangsur berkurang. Namun, perubahan tubuh masih terus berlangsung, termasuk pada payudara. Ukurannya semakin besar, terasa lebih berat, bahkan terkadang muncul rasa nyeri atau sensitif saat tersentuh.

Kondisi ini bisa membuat Mama tidak nyaman saat mengenakan bra, berganti pakaian, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Meski begitu, payudara yang terasa nyeri pada trimester kedua umumnya berkaitan dengan perubahan alami tubuh selama kehamilan.

Lantas, kenapa payudara terasa nyeri di trimester 2 kehamilan? Berikut Popmama.com telah merangkum penyebab dan cara mengatasinya.

Yuk, kita simak bersama, Ma!

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu penyebab payudara terasa nyeri pada trimester kedua adalah perubahan hormon selama kehamilan. Hormon estrogen dan progesteron terus berperan dalam mempersiapkan payudara untuk menyusui. Perubahan hormonal ini merangsang perkembangan jaringan payudara sehingga ukuran dan sensitivitasnya ikut berubah.

Meski keluhan ini umumnya merupakan bagian dari perubahan normal selama kehamilan, Mama tetap perlu memperhatikan gejala yang menyertainya. Jika nyeri terasa sangat kuat, hanya terjadi pada satu sisi, atau disertai kemerahan dan demam, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk memastikan penyebabnya.

2. Ukuran payudara semakin besar dan berat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Pada trimester ini, payudara biasanya terus membesar seiring dengan perkembangan jaringan kelenjar susu dan bertambahnya jaringan lemak. Perubahan ini merupakan bagian dari persiapan tubuh untuk memproduksi ASI setelah persalinan. Seiring bertambahnya ukuran, payudara juga bisa terasa lebih berat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pertambahan ukuran tersebut turut membuat kulit payudara meregang untuk menyesuaikan perubahan bentuknya. Selain itu, pembuluh darah di bawah kulit mungkin terlihat lebih jelas karena aliran darah ke payudara meningkat selama kehamilan. Perubahan ini umumnya normal dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.

3. Kelenjar susu mulai bersiap memproduksi kolostrum

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Memasuki minggu ke-13 sampai ke-28, kelenjar susu dan saluran ASI terus berkembang sebagai persiapan untuk menyusui. Pada sebagian ibu hamil, proses ini juga disertai dengan mulai diproduksinya kolostrum, yaitu cairan pertama yang kaya nutrisi dan antibodi yang nantinya diberikan kepada bayi setelah lahir.

Kolostrum terkadang keluar dalam jumlah sedikit dari puting sebelum persalinan. Mama mungkin melihat cairan berwarna bening, kekuningan, atau keruh pada puting maupun bra. Kondisi ini dapat terjadi selama kehamilan dan tidak selalu menandakan adanya masalah.

Perkembangan jaringan kelenjar dan perubahan pada payudara selama proses persiapan menyusui dapat membuat payudara terasa penuh atau sensitif. Namun, keluarnya kolostrum tidak selalu menyebabkan nyeri, dan tidak semua ibu hamil akan mengalaminya sebelum melahirkan.

Cara Mengatasi Nyeri Payudara pada Trimester 2 Kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Meski umumnya berkaitan dengan perubahan alami selama kehamilan, payudara yang terasa nyeri tetap bisa mengganggu kenyamanan mama. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi keluhan tersebut.

  1. Gunakan bra yang nyaman dan menopang payudara: Pilih bra dengan ukuran yang sesuai, tali bahu lebar, dan bahan lembut agar payudara mendapat penyangga yang cukup. Bra tanpa kawat dapat menjadi pilihan jika kawat terasa menekan atau menimbulkan rasa sakit. Pastikan ukurannya tidak terlalu ketat karena ukuran payudara masih dapat berubah selama kehamilan.

  2. Kompres payudara dengan air dingin: Mama dapat menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau kompres dingin yang dibungkus handuk, kemudian menempelkannya dengan lembut pada area yang terasa nyeri selama 10-15 menit. Hindari menempelkan es batu secara langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi.

  3. Mandi dengan air hangat: Air hangat dapat membantu Mama merasa lebih rileks dan mengurangi ketidaknyamanan pada tubuh. Gunakan air dengan suhu yang nyaman dan hindari air terlalu panas. Jika payudara terasa semakin nyeri saat terkena air, Mama dapat memilih kompres dingin sebagai alternatif.

  4. Hindari terlalu sering menyentuh atau menekan payudara: Payudara yang lebih sensitif bisa terasa sakit ketika sering disentuh, dipijat, atau tertekan. Sebaiknya, lakukan aktivitas sehari-hari dengan lembut dan hindari pijatan kuat pada area yang terasa nyeri.

  5. Pilih pakaian yang longgar dan berbahan lembut: Pakaian yang terlalu ketat dapat meningkatkan tekanan dan gesekan pada payudara. Mama bisa memilih bahan yang lembut, menyerap keringat, dan tidak terlalu menempel pada kulit agar lebih nyaman saat beraktivitas.

Itu dia penjelasan mengenai penyebab kenapa payudara terasa nyeri di trimester 2 kehamilan. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article