Pexels/Polina Tankilevitch
Masih melansir The Bump, mengatasi jerawat saat hamil memang perlu lebih berhati-hati karena tidak semua obat jerawat aman digunakan untuk ibu hamil. Beberapa perawatan bahkan dapat meningkatkan risiko cacat lahir, sehingga Mama perlu mengetahui bahan yang aman dan sebaiknya dihindari.
dr. Rachel Mandelbaum, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di HRC Fertility, Los Angeles, menyebut bahan oles seperti benzoyl peroxide, azelaic acid, dan antibiotik topikal dapat menjadi pilihan untuk pengobatan jerawat.
Bahan lain yang umum digunakan adalah salicylic acid, glycolic acid, dan niacinamide, yang dapat ditemukan dalam pembersih wajah, serum, maupun obat totol jerawat. Jika diperlukan, antibiotik resep seperti erythromycin dan clindamycin juga dapat digunakan.
Sebaliknya, beberapa bahan perlu dihindari selama kehamilan, seperti retinoid, baik yang diminum maupun dioleskan. Retinoid tidak dianjurkan karena dikaitkan dengan risiko cacat lahir. Selain itu, ada spironolactone dan antibiotik oral tertentu seperti tetracycline dan doxycycline yang harus dihindari karena dapat memengaruhi perkembangan gigi dan tulang bayi.
Jika Mama sedang menggunakan obat jerawat, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum melanjutkan atau mengganti perawatan, ya.