Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal 5 Jenis Jerawat saat Hamil dan Cara Membedakannya
Magnific
  • Jerawat saat hamil dipicu fluktuasi hormon yang meningkatkan produksi sebum, dengan bentuk mulai dari komedo, papula, pustula, hingga jerawat kistik yang paling parah.

  • Ciri jerawat hamil meliputi kemerahan, bengkak, nyeri, ukuran lebih besar, serta muncul di wajah, dada, atau punggung; umumnya mulai terlihat pada trimester pertama.

  • Perawatan perlu hati-hati: benzoyl peroxide, azelaic acid, dan antibiotik topikal dapat dipertimbangkan, sedangkan retinoid, spironolactone, tetracycline, dan doxycycline perlu dihindari serta dikonsultasikan ke dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbagai perubahan baik hormon maupun fisik pada perempuan selama masa kehamilan tak jarang membuat beberapa ibu hamil merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Salah satunya dengan kemunculan jerawat di area wajah.

Jerawat yang muncul selama kehamilan disebabkan oleh fluktuasi hormon kehamilan yang memicu kelenjar minyak memproduksi sebum secara berlebih. Jerawat-jerawat ini pun memiliki jenis yang berbeda-beda, sehingga bisa membuat Mama bingung jika ingin mengobatinya.

Lalu, apa saja jenis jerawat saat hamil? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.


Jenis Jerawat saat Hamil

Popmama.com/Marelda Ananda Kesuma Putri/AI

Tahukah Mama, terdapat berbagai jenis jerawat hamil yang bisa muncul di wajah atau area tubuh lain. Dilansir The Bump, terdapat berbagai jenis jerawat kehamilan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, seperti:

  • Komedo putih (Whiteheads), merupakan pori-pori tersumbat akibat produksi minyak yang berlebih dan biasanya tidak disertai peradangan. 

  • Komedo hitam (Blackheads), berupa pori-pori terbuka yang tersumbat oleh minyak berlebih dan tidak mengalami peradangan. 

  • Papula (Papules), jenis ini berupa benjolan merah yang menonjol dan mengalami peradangan.

  • Pustula (Pustules), mirip dengan papula, tetapi di dalamnya berisi nanah sehingga biasanya memiliki bagian tengah yang berwarna putih atau kuning. 

  • Jerawat kistik (Cystic acne), merupakan jenis jerawat yang paling parah, ditandai dengan benjolan atau kantung berisi nanah yang muncul lebih dalam dan mengalami peradangan. 

Ciri-ciri Jerawat Hamil

Magnific

Selain jenis-jenisnya, jerawat hamil juga memiliki ciri-ciri tersendiri, seperti:

  • Meradang dan kemerahan. Tanda peradangan seperti jerawat yang tampak merah dan bengkak terlihat jelas.

  • Berukuran lebih besar dan lebih sakit. Jerawat hamil biasanya berukuran lebih besar dan juga lebih sakit. Benjolan ini pun biasanya nyeri dan sakit saat disentuh.

  • Muncul di lokasi yang khas. Jerawat biasanya muncul di area dengan kelenjar minyak yang tinggi, terutama di bagian wajah seperti dahi, pipi, dan dagu. Jerawat juga bisa muncul di area tubuh lain seperti dada dan punggung.

  • Bentuknya yang beragam. Jerawat hamil memiliki berbagai bentuk , yakni komedo (pori-pori tersumbat), bintik merah (papula), atau bahkan pustula (bintik berisi nanah). 

  • Kemunculan di awal kehamilan. Sebagian besar jerawat hamil mulai terlihat pada trimester pertama kehamilan, bersamaan dengan perubahan hormon yang drastis.

Cara Mengatasi Jerawat saat Hamil

Pexels/Polina Tankilevitch

Masih melansir The Bump, mengatasi jerawat saat hamil memang perlu lebih berhati-hati karena tidak semua obat jerawat aman digunakan untuk ibu hamil. Beberapa perawatan bahkan dapat meningkatkan risiko cacat lahir, sehingga Mama perlu mengetahui bahan yang aman dan sebaiknya dihindari.

dr. Rachel Mandelbaum, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di HRC Fertility, Los Angeles, menyebut bahan oles seperti benzoyl peroxide, azelaic acid, dan antibiotik topikal dapat menjadi pilihan untuk pengobatan jerawat. 

Bahan lain yang umum digunakan adalah salicylic acid, glycolic acid, dan niacinamide, yang dapat ditemukan dalam pembersih wajah, serum, maupun obat totol jerawat. Jika diperlukan, antibiotik resep seperti erythromycin dan clindamycin juga dapat digunakan.

Sebaliknya, beberapa bahan perlu dihindari selama kehamilan, seperti retinoid, baik yang diminum maupun dioleskan. Retinoid tidak dianjurkan karena dikaitkan dengan risiko cacat lahir. Selain itu, ada spironolactone dan antibiotik oral tertentu seperti tetracycline dan doxycycline yang harus dihindari karena dapat memengaruhi perkembangan gigi dan tulang bayi.

Jika Mama sedang menggunakan obat jerawat, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum melanjutkan atau mengganti perawatan, ya.


Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengurangi Jerawat

Pexels/Antoni Shkraba

Mama, selain memilih dan menggunakan produk yang tepat, kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu mengontrol jerawat. Mama bisa mencuci wajah dengan lembut tanpa menggosoknya berlebihan, menggunakan skincare dan make up yang memiliki label oil-free serta non-comedogenic, dan tidak memencet jerawat. 

Mama juga harus menghindari terlalu sering menyentuh wajah, pastikan minyak rambut tidak mengenai wajah, serta rutin mengganti sarung bantal. Jangan lupa untuk mengelola stres, mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, dan tetap menggunakan pelembap agar kesehatan kulit tetap terjaga.

Nah, itu tadi merupakan informasi mengenai jenis jerawat saat hamil dan perbedaannya. Jangan lupa untuk konsultasikan setiap keluhan kepada dokter sebelum melakukan perawatan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!


Curated For You

Editorial Team

Related Article