Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Panduan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Tiap Trimester

Panduan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Tiap Trimester
Pexels/Pixabay
  • Patokan kenaikan berat badan ibu hamil ditentukan dari IMT sebelum hamil: kurang di bawah 18,5, normal 18,5–24,9, dan lebih 25–29,9.
  • Target kenaikan total berbeda menurut IMT: 13–18 kg untuk kategori kurang, 11–16 kg normal, dan 7–11 kg kategori lebih; mencakup janin hingga cairan tubuh.
  • Trimester pertama umumnya naik 1–2 kg, lalu sekitar 500 gram per minggu pada trimester kedua dan ketiga, meski melambat menjelang persalinan; pemantauan dokter tetap dianjurkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perubahan berat badan menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan selama kehamilan. Ada ibu hamil yang khawatir berat badannya naik terlalu banyak, tetapi ada juga yang merasa cemas karena kenaikannya belum sesuai harapan.

Padahal, kenaikan berat badan selama hamil tidak bisa disamakan untuk setiap orang. Targetnya dapat berbeda-beda, salah satunya berdasarkan kondisi berat badan sebelum hamil.

Melalui unggahan Instagramnya, dr. Keven Tali, Sp.OG, @dokterkeven, membagikan panduan mengenai kenaikan berat badan selama kehamilan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil.

Berikut Popmama.com rangkum panduan kenaikan berat badan ibu h amil tiap trimester.

  1. 1. Hitung IMT sebelum hamil untuk mengetahui patokan kenaikan berat badan

    Hitung IMT sebelum hamil untuk mengetahui patokan kenaikan berat badan
    Pexels/ SHVETS production

    Sebelum menentukan apakah kenaikan berat badan selama hamil sudah sesuai, Mama perlu mengetahui kategori berat badan sebelum hamil. Salah satu caranya dengan menghitung IMT.

    Rumusnya cukup sederhana, yaitu:

    IMT = berat badan sebelum hamil (kg) ÷ tinggi badan (m)²

    Sebagai contoh, jika berat badan sebelum hamil 55 kg dan tinggi badan 160 cm, maka perhitungannya:

    55 ÷ (1,6 × 1,6) = 21,5

    Hasil tersebut termasuk dalam kategori IMT normal.

    Menurut dr. Keven, kategori IMT sebelum hamil dapat dibagi menjadi:

    • Kurang: IMT di bawah 18,5
    • Normal: IMT 18,5–24,9
    • Lebih: IMT 25–29,9

    Mengetahui kategori IMT sebelum hamil penting karena target kenaikan berat badan selama kehamilan dapat berbeda pada setiap kategori.

  2. 2. Target kenaikan berat badan selama hamil berbeda sesuai IMT

    Target kenaikan berat badan selama hamil berbeda sesuai IMT
    Pexels/Alexander Mass

    Setelah mengetahui kategori IMT sebelum hamil, ibu dapat memiliki gambaran mengenai target total kenaikan berat badan selama kehamilan.

    Dalam panduan yang dibagikan dr. Keven, berikut kisaran kenaikan berat badan berdasarkan kategori IMT:

    • IMT kurang: sekitar 13–18 kg
    • IMT normal: sekitar 11–16 kg
    • IMT lebih: sekitar 7–11 kg

    Artinya, ibu yang memiliki berat badan kurang sebelum hamil membutuhkan kenaikan berat badan yang lebih besar dibandingkan ibu dengan berat badan berlebih.

    Namun, angka pada timbangan selama kehamilan tidak hanya berasal dari bertambahnya lemak tubuh. Ada berbagai komponen lain yang ikut menyumbang kenaikan berat badan.

    “Dan ini bukan cuma lemak ya Moms, ada berat bayi, plasenta, cairan ketuban, dan darah yang ikut bertambah,” jelas dr. Keven.

    Pertumbuhan janin, plasenta, cairan ketuban, peningkatan volume darah, serta perubahan jaringan tubuh ibu semuanya dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan selama kehamilan.

  3. 3. Trimester pertama, kenaikan berat badan masih relatif sedikit

    Trimester pertama, kenaikan berat badan masih relatif sedikit
    Magnific/valeria_aksakova

    Pada trimester pertama, kenaikan berat badan umumnya belum terlalu banyak. Berdasarkan panduan dr. Keven, ibu hamil dapat mengalami kenaikan sekitar 1–2 kg selama periode ini.

    Namun, tidak perlu langsung khawatir jika berat badan justru sedikit menurun. Keluhan seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan yang umum terjadi pada awal kehamilan dapat membuat berat badan belum bertambah atau bahkan turun.

    “Trimester 1 naik sekitar 1-2 kg. wajar kalau malah turun karena mual,” pungkasnya.

    Meski begitu, jika mual dan muntah sangat berat hingga membuat ibu sulit makan atau minum, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar kondisi ibu dan kebutuhan nutrisi selama kehamilan tetap dapat dipantau.

  4. 4. Trimester kedua dan ketiga, kenaikan mulai lebih konsisten

    Trimester kedua dan ketiga, kenaikan mulai lebih konsisten
    Maginific/valeria_aksakova

    Memasuki trimester kedua, pertumbuhan janin mulai berlangsung lebih pesat sehingga kenaikan berat badan ibu biasanya menjadi lebih terlihat. Dalam panduan yang dibagikan dr. Keven, kenaikan berat badan pada trimester kedua dapat mencapai sekitar 500 gram per minggu.

    Sementara itu, pada trimester ketiga, kenaikan berat badan masih dapat berada di sekitar 500 gram per minggu, tetapi mulai melambat ketika mendekati waktu persalinan.

    “Trimester 2 naik sekitar 500 gram per minggu. Trimester 3 tetap sekitar 500 gram per minggu tapi mulai melambat menjelang lahiran,” jelas dr. Keven.

    Meski gambaran umum mengenai kenaikan berat badan di setiap trimester, kondisi setiap ibu hamil tetap dapat berbeda. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada angka di timbangan.

    Pemeriksaan kehamilan secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui apakah pertumbuhan janin, kondisi ibu, serta kenaikan berat badan berjalan sesuai dengan kondisi kehamilan masing-masing.

    Jadi, kenaikan berat badan selama hamil memang perlu diperhatikan, tetapi tidak perlu dibandingkan dengan ibu hamil lainnya. Patokan utamanya adalah kondisi berat badan sebelum hamil, perkembangan kehamilan, serta hasil pemantauan dokter.

    Dengan mengetahui IMT, ibu hamil dapat memantau kenaikan berat badan secara berkala. Sehingga dapat lebih memahami perubahan tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More