Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Penggunaan Retinol saat Hamil Tingkatkan Risiko Kelainan pada Wajah Anak
Pexels/Kaboompics.com
  • Retinol adalah turunan vitamin A yang bisa bersifat teratogenik dan berpotensi mengganggu perkembangan janin, terutama pada trimester pertama kehamilan.
  • Paparan retinoid dapat menyebabkan kelainan pada wajah, telinga, jantung, hingga sistem saraf pusat bayi, meski data penggunaan topikal masih terbatas.
  • Meskipun penyerapan retinol dari skincare rendah, belum ada batas aman yang disepakati sehingga para ahli menyarankan untuk menghindarinya selama kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hamil, banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk produk skincare yang digunakan sehari-hari.

Meski diaplikasikan di permukaan kulit, beberapa kandungan ternyata bisa terserap dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin. 

Salah satu bahan yang sering menjadi perbincangan adalah retinol.

Retinol dikenal sebagai bahan aktif yang ampuh untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan tanda penuaan. 

Namun di balik manfaatnya, ada kekhawatiran terkait keamanannya bagi ibu hamil, terutama dampaknya pada wajah calon bayi di dalam kandungan. 

Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut terkait penggunaan retinol saat hamil tingkatkan risiko kelainan pada wajah anak.

1. Retinol termasuk turunan vitamin A yang bersifat mengganggu perkembangan janin

Freepik/prostooleh

Melansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, retinol merupakan turunan dari vitamin A yang dalam kondisi tertentu dapat bersifat teratogenik, yaitu berpotensi mengganggu perkembangan janin. 

Risiko ini terutama menjadi perhatian pada trimester pertama, saat organ-organ penting bayi sedang terbentuk. Selain retinol, ada juga retinoid dengan kandungan lebih kuat dan sering digunakan perempuan dalam produk skincare. 

Paparan retinoid selama kehamilan kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan bawaan mayor. Hal ini karena fase awal kehamilan merupakan periode krusial dalam pembentukan organ, sehingga zat tertentu yang masuk ke tubuh ibu hamil dapat memberikan dampak signifikan pada janin.

2. Risiko kelainan pada wajah hingga sistem saraf pusat

Pexels/MART PRODUCTION

Mengutip dari laman Mother To Baby, beberapa efek yang dilaporkan akibat paparan retinoid mencakup gangguan pada pembentukan wajah, telinga, jantung, hingga sistem saraf pusat. 

Kondisi ini dikenal sebagai fetal retinoid syndrome yang umumnya dikaitkan dengan penggunaan retinoid oral. Sedangkan, untuk retinol dalam bentuk topikal (skincare), data pada manusia masih terbatas. 

Belum ada bukti kuat yang menyatakan benar-benar aman, sehingga banyak ahli tetap menyarankan untuk berhati-hati dan menghindarinya selama kehamilan.

3. Retinol dalam skincare tetap memiliki risiko meski penyerapannya rendah

Freepik/freepik

Penggunaan retinol dalam produk skincare memang memiliki tingkat penyerapan yang lebih rendah dibandingkan retinoid oral. Namun, hingga saat ini belum ada batas aman yang benar-benar disepakati untuk penggunaannya pada ibu hamil.

Karena belum adanya kepastian tersebut, para ahli cenderung mengambil pendekatan preventif. Artinya, meskipun risikonya mungkin kecil, tetap lebih baik menghindari penggunaan retinol selama masa kehamilan demi keamanan janin.

4. Kenapa sebaiknya menghindari retinol dan retinoid saat hamil?

Pexels/SHVETS production

Dalam dunia medis, terdapat prinsip kehati-hatian yang sering digunakan, yaitu “avoid if possible” atau hindari jika memungkinkan. Prinsip ini berlaku ketika suatu bahan memiliki potensi risiko, meskipun belum sepenuhnya terbukti berbahaya dalam semua kondisi.

Karena manfaat retinol lebih bersifat kosmetik, sementara potensi risikonya bisa berdampak pada janin, maka banyak panduan medis menyarankan untuk tidak menggunakannya selama hamil maupun saat merencanakan kehamilan.

Jadi, bagi Mama yang sedang hamil atau sedang menjalani program kehamilan, sebaiknya menghindari semua bentuk retinoid. Ini termasuk retinol, retinal, hingga tretinoin, kecuali jika direkomendasikan langsung oleh dokter.

Langkah ini merupakan bentuk perlindungan ekstra untuk memastikan tumbuh kembang janin tetap optimal. Jika ingin tetap merawat kulit selama hamil, Mama bisa memilih alternatif bahan yang lebih aman dan sudah direkomendasikan oleh tenaga medis.

Semoga bisa jadi ilmu baru bagi para ibu hamil, ya.

Editorial Team