Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjuangan Patricia Rani, Ibu Hamil yang Tuntaskan Lari 10K di JRF 2026
Instagram.com/patriciarani93
  • Patricia Rani menyelesaikan ajang lari 10K di Jakarta Running Festival 2026 pada 24–25 Oktober pada trimester kedua kehamilannya.

  • Rani membagikan pengalaman tersebut di media sosial, menyebut keinginannya tetap aktif selama hamil sebagai motivasi. Pencapaiannya mendapat respons positif dari warganet.

  • Suaminya, Gani, mendampingi dan memantau napas serta kecepatan lari Rani. Ia mengikuti 10K karena sudah terbiasa sebelum hamil dan mendapat izin dokter kandungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Presenter televisi sekaligus communication trainer asal Indonesia, Patricia Ranieta atau yang dikenal Patricia Rani, mencuri perhatian setelah berhasil menyelesaikan lomba lari 10 kilometer (10K) di Jakarta Running Festival (JRF) 2026 saat memasuki trimester kedua kehamilan.

Di tengah perubahan fisik selama kehamilan, Rani berhasil mencapai garis finis dan membagikan pengalamannya melalui media sosial. Kisahnya pun mendapat beragam respons positif dari warganet yang mengapresiasi pencapaiannya serta upayanya untuk tetap aktif selama hamil.

Seperti apa kisahnya? Berikut Popmama.com sajikan cerita inspiratif dari Patricia Rani yang berhasil tuntaskan lari 10 km di JRF 2026.

1. Patricia Rani berhasil tuntaskan lari 10 Km di JRF 2026 saat hamil

Instagram.com/patriciarani93

Patricia Rani menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026. Saat usia kehamilannya memasuki trimester kedua, ia berhasil menyelesaikan lomba lari sejauh 10 kilometer (10K) dalam ajang yang diikuti sekitar 37.000 pelari dari 48 negara tersebut.

Pengalaman ini dibagikan Rani melalui akun media sosial pribadinya, @patriciarani93, dan mendapat banyak perhatian dari warganet. Dalam unggahannya, ia menceritakan keinginannya untuk tetap aktif selama kehamilan yang menjadi salah satu motivasinya mengikuti ajang lari tersebut.

2. Mendapat dukungan fisik dan emosional dari sang suami

Instagram.com/patriciarani93

Di balik keberhasilannya mencapai garis finis, Rani mengungkap kalau sang suami, Gani, turut memberikan dukungan selama lomba berlangsung. Perhatian tersebut terlihat dari caranya memastikan istrinya tetap nyaman, menjaga kecepatan lari, sampai membantu membuka jalan di tengah keramaian peserta.

Kehadiran sang suami menjadi dukungan penting selama mengikuti lomba. Ia bahkan menyebut Gani sebagai babyguard karena terus memantau kondisinya sepanjang perjalanan, terutama ketika kecepatan larinya mulai meningkat.

“Special shoutout to my babyguard! Sepanjang jalan make sure nafasku aman, checking on me every single minute, ngebukain jalan sepanjang aku larii, plus ngontrol pace. Kalau udah kekencengan, dia langsung bilang ‘pelanin!’” ungkap @patriciarani93, dikutip Popmama.com pada Selasa (27/10/2026).

3. Mengaku sudah terbiasa lari 10 km sebelum hamil

Instagram.com/patriciarani93

Rani menjelaskan bahwa meskipun belum terbiasa mengikuti lomba maraton, ia sudah sering berlari sejauh 10 kilometer sebelum hamil. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangannya untuk mengikuti JRF 2026, sekaligus alasan yang ia sampaikan kepada suaminya.

Ia juga mengungkap dokter spesialis kandungannya memperbolehkan dirinya melakukan aktivitas yang memang sudah biasa dijalani. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan berolahraga sebelum hamil jadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat menentukan aktivitas fisik selama hamil.

“Obgyn aku juga bilang, aku boleh melakukan semua hal yang sebelum hamil emang udah biasa aku lakukan. Sayangnya, marathon bukan salah satunya. Tapi kalau 10K udah sering, jadiii ini senjata aku buat dapet izin Gani,” lanjutnya.

4. Hamil bukan berarti harus berhenti berolahraga

Instagram.com/patriciarani93

Kisah Rani menjadi pengingat bahwa kehamilan tidak selalu mengharuskan Mama menghentikan seluruh aktivitas fisik. Selama kondisi kehamilan memungkinkan dan tidak ada larangan medis, olahraga yang sesuai dapat membantu menjaga kebugaran serta mendukung kesehatan ibu hamil dan janin.

Umumnya, aktivitas fisik selama kehamilan dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, mendukung pengelolaan berat badan, serta mengurangi risiko diabetes gestasional. Tapi, jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kebiasaan sebelum hamil dan arahan dokter, ya.

Nah, itu dia momen Patricia Rani yang berhasil tuntaskan lari 10 km di JRF 2026. Semoga pengalamannya bisa menjadi inspirasi untuk Mama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article