Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Preeklamsia Bisa Dideteksi Lewat Mata, Ini Penjelasannya Menurut Dokter

Preeklamsia Bisa Dideteksi Lewat Mata, Ini Penjelasannya Menurut Dokter
Threads.com/@usgaja.official
Intinya Sih
  • Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius yang ditandai tekanan darah tinggi setelah 20 minggu dan perlu deteksi dini untuk mencegah risiko bagi ibu serta janin.
  • Penelitian menunjukkan perubahan pada retina dapat mencerminkan gangguan vaskular akibat preeklamsia, namun pemeriksaan mata masih bersifat tambahan dan belum jadi metode skrining utama.
  • Dokter menegaskan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, urine, dan kontrol rutin tetap cara paling efektif mendeteksi dini preeklamsia dibanding mengikuti tren pemeriksaan baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Preeklamsia menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi selain perdarahan dan infeksi. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu dan bisa berdampak serius bagi ibu maupun janin jika tidak terdeteksi sejak dini.

Belakangan, media sosial ramai membahas bahwa preeklamsia bisa dideteksi lewat mata. 

Informasi ini salah satunya dibahas oleh dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG., lewat unggahan edukasinya di Instagram pribadinya, @yusfarasyid. Menurutnya, teknologi medis memang terus berkembang, tetapi pemeriksaan dasar seperti tekanan darah dan urine tetap menjadi fondasi utama dalam skrining preeklamsia.

Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai preeklamsia bisa dideteksi lewat mata.

1. Mata bisa merefleksikan kondisi pembuluh darah tubuh

Freepik
Freepik

Secara medis, mata memiliki banyak pembuluh darah kecil yang dapat mencerminkan kondisi vaskular tubuh secara keseluruhan. Karena preeklamsia berkaitan dengan gangguan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi, perubahan pada retina atau aliran darah mata memang bisa terlihat pada sebagian ibu hamil.

Dalam unggahan itu, dr. Yusfa Rasyid menjelaskan bahwa mata dikaitkan dengan preeklamsia karena kondisi ini memengaruhi sistem vaskular tubuh secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata dinilai menarik secara scientific untuk membantu evaluasi tambahan.

2. Penelitian luar negeri menemukan kaitan preeklamsia dan retina mata

Pexels/mart_production
Pexels/mart_production

Sejumlah penelitian internasional menemukan bahwa preeklamsia dapat memengaruhi pembuluh darah retina. Studi dalam Taiwan Journal of Ophthalmology menjelaskan bahwa ibu hamil dengan preeklamsia dapat mengalami penyempitan arteri retina, gangguan aliran darah, hingga perubahan saraf optik akibat tekanan darah tinggi.

Sementara itu, penelitian dalam Journal of Clinical Medicine tahun 2023 juga menyebut teknologi retinal imaging dan optical coherence tomography (OCT) mulai dipelajari sebagai alat bantu untuk memprediksi gangguan vaskular pada ibu hamil berisiko tinggi.

3. Pemeriksaan mata belum menjadi skrining utama preeklamsia

Pexels/Pavel Danilyuk
Pexels/Pavel Danilyuk

Meski menarik secara ilmiah, pemeriksaan mata belum menjadi standar utama untuk mendeteksi preeklamsia pada semua ibu hamil. Menurut dr. Yusfa Rasyid, eye imaging atau USG mata saat ini masih berada pada tahap tambahan evaluasi dan penelitian berkembang.

Dalam praktik klinis, pemeriksaan yang paling evidence-based untuk skrining preeklamsia tetap meliputi:

  • Tekanan darah
  • Protein urine
  • Evaluasi gejala
  • Serta pemantauan kondisi ibu dan janin secara rutin

Hal ini juga sejalan dengan rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists yang menekankan pemeriksaan tekanan darah dan urine sebagai metode utama deteksi dini preeklamsia.

4. Warning signs preeklamsia tetap tidak boleh diabaikan

Unsplash/CDC
Unsplash/CDC

Menurut edukasi dr. Yusfa Rasyid, masalah terbesar seringkali bukan kurangnya teknologi, melainkan karena warning signs dianggap normal oleh ibu hamil. Padahal, preeklamsia bisa berkembang perlahan tanpa gejala dramatis di awal.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sakit kepala berat
  • Pandangan kabur
  • Bengkak mendadak
  • Nyeri ulu hati
  • Sesak napas
  • Tekanan darah meningkat
  • Gerak janin berkurang

Jika mengalami gejala tersebut, ibu hamil disarankan segera memeriksakan diri ke dokter dan tidak hanya mengandalkan informasi dari internet.

5. Pemeriksaan dasar tetap paling penting untuk deteksi dini

Magnific/senivpetro
Magnific/senivpetro

Dalam unggahannya, dr. Yusfa juga mengingatkan bahwa tidak semua pemeriksaan baru dibutuhkan oleh semua orang. Dokter mempertimbangkan validitas penelitian, sensitivitas, spesifisitas, hingga manfaat klinis nyata sebelum suatu pemeriksaan digunakan secara luas.

Sampai saat ini, deteksi dini preeklamsia tetap dimulai dari hal-hal mendasar seperti kontrol kehamilan rutin, pemeriksaan tekanan darah, dan pengecekan protein urine. Sebab dalam dunia medis, accurate basics sering kali lebih penting dibanding sekadar mengikuti tren pemeriksaan yang sedang viral.

Itulah tadi informasi mengenai preeklamsia bisa dideteksi lewat mata. Meski teknologi medis terus berkembang, pemeriksaan dasar dan kontrol kehamilan rutin tetap menjadi langkah paling penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More