Begini Dampak Buruknya Jika Ibu Hamil Makan Terlalu Banyak!

Ketahui pula cara mengontrol nafsu makan saat hamil

21 Desember 2018

Begini Dampak Buruk Jika Ibu Hamil Makan Terlalu Banyak
parents.com

Beberapa ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan akibat nafsu makan yang meningkat pada saat kehamilan trimester kedua. 

Meskipun sedang mengandung, bukan berarti Mama harus mengonsumsi banyak makanan. Mengonsumsi makanan secara berlebihan saat hamil dapat menyebabkan masalah serius di kemudian hari.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil harus mengatur pola makannya demi meningkatkan risiko kesehatan.

Tak hanya itu, makan berlebihan saat hamil juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan bayi yang Mama kandung.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa dampak buruk beserta cara mengatasinya.

1. Dampak  buruk bagi ibu hamil dan janin

1. Dampak  buruk bagi ibu hamil janin
Freepik

Ibu hamil memang dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisinya, namun bukan berarti Mama harus mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebih.

Mengatur pola makan saat hamil justru sangat diperlukan bagi kesehatan Mama dan janin. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan, berikut beberapa dampak yang dapat terjadi:

  • Kelebihan berat badan

Makan kurang terkontrol saat hamil dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak semestinya.

Berat badan yang berlebihan saat hamil dapat berdampak buruk pada ibu hamil secara fisik seperti peningkatan nyeri kaki, nyeri punggung dan tekanan pada sendi.

Terlalu banyak makan juga dapat meningkatkan risiko varises dan wasir.

  • Diabetes gestasional

Makan berlebihan saat hamil dan berat badan yang tidak proporsional dapat membuat ibu hamil berisiko lebih besar terkena diabetes gestasional.

Peningkatan kadar gula pada ibu hamil dapat meningkatkan kadar insulin dan kadar gula darah yang disimpan oleh tubuh sebagai lemak, sehingga membuatnya berisiko terkena obesitas dan diabetes tipe 2.

  • Meningkatkan melahirkan sesar

Mengonsumsi terlalu banyak kalori selama kehamilan dapat memengaruhi berat badan bayi yang belum lahir. Kemungkinan melahirkan bayi besar meningkat dan kemungkinan operasi sesar dan komplikasi lebih besar.

  • Gangguan pencernaan

Saat kehamilan semakin meningkat, rahim yang tumbuh dapat memadati saluran pencernaan yang memberi lebih banyak tekanan pada lambung dan usus.

Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan mulas.

  • Masalah kelahiran bayi

Bayi mungkin akan terlahir terlalu besar jika sang Mama kelebihan berat badan. Pada saat persalinan, bayi yang lebih besar dapat mencederai pundaknya atau jalan lahir Mama.

Bayi besar juga rentan mengalami gangguan pernapasan, gula darah rendah, bahaya obesitas, dan penyakit jantung setelah lahir.

  • Preeklamsia

Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan preeklamsia yang membahayakan kesehatan Mama dan janin. Preeklamsia sendiri dapat menyebabkan kelahiran prematur.

  • Susah menurunkan berat badan

Ibu hamil dengan mudah dapat menurunkan berat badan setelah melahirkan, tetapi jika berat badannya lebih dari biasanya, itu bisa membutuhkan usaha ekstra.

Jika Mama makan berlebihan saat hamil, maka Mama juga akan mengalami kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Editors' Picks

2. Cara mengontrol nafsu makan saat hamil

2. Cara mengontrol nafsu makan saat hamil
Freepik/yanalya

Meskipun agak sulit untuk mengontrol pola makan pada saat hamil, namun hal tersebut penting untuk dilakukan.

Mama dapat memulainya dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Olahraga ringan

Melakukan aktivitas fisik memang wajib dilakukan oleh ibu hamil demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Mama dapat memulainya dengan olahraga ringan seperti yoga, berenang, dan lain sebagainya.

Dengan berolahrga, maka Mama bukan hanya menjaga kesehatan tubuh Mama namun juga kesehatan janin di dalam kandungan.

  • Minum banyak air putih

Buatlah tubuh Mama terhidrasi dengan baik karena tubuh yang mengalami dehidrasi dapat membuat Mama kenyang sehingga pola makan yang sudah diatur sebelumnya pun menjadi tidak berantakan.

  • Alihkan pikiran dengan melakukan hal positif

Jika lapar menyerang namun belum saatnya untuk makan, maka Mama bisa mengalihkan pikiran tersebut dengan melakukan hal positif lain.

Tak hanya pergi ke mall atau arisan, Mama juga bisa melakukan aktifitas lain seperti merajut, membaca dan hal-hal positif lainnya.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai alasan mengapa ibu hamil tidak boleh makan terlalu banyak.

Ternyata ada begitu banyak dampak buruk jika ibu hamil makan terlalu banyak ya. Untuk itu, yuk kontrol pola makan Mama dari sekarang!

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Pete? Ketahui Dulu Manfaat dan Bahayanya!

Baca juga: 5 Makanan Bernutrisi Wajib Bagi Mama di Kehamilan Trimester Kedua

Baca juga: 5 Tips Makan Sehat untuk Ibu Hamil yang Bekerja Kantoran

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;