Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Waktu Terbaik USG 4D Menurut Dokter agar Janin Dapat Terlihat Jelas
ilustrasi USG (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Waktu terbaik melakukan USG 4D adalah pada usia kehamilan 24–30 minggu agar fitur wajah bayi terlihat jelas dan hasil pemeriksaan optimal.

  • Kualitas hasil USG 4D dipengaruhi oleh keterampilan ahli sonograf, asupan nutrisi dan cairan ibu, serta kondisi fisik seperti ketebalan dinding perut dan posisi plasenta.

  • USG 4D aman bagi ibu dan janin jika dilakukan oleh dokter kandungan. Namun, sebaiknya digunakan untuk tujuan medis, bukan sekadar dokumentasi kenangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat perkembangan si Kecil sekaligus memastikan kondisi kesehatan mama selama kehamilan dapat dilakukan melalui pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini membantu dokter memantau perkembangan janin serta kondisi kehamilan secara menyeluruh.

Seiring perkembangan teknologi medis, kini telah tersedia pemeriksaan USG berbasis 4D yang memungkinkan Mama melihat perkembangan bayi di dalam rahim secara lebih jelas dan real-time.

Namun, terdapat beberapa hal yang perlu Mama perhatikan agar hasil pemeriksaan tersebut terlihat lebih optimal, terutama dalam mempertimbangkan waktunya untuk melakukan USG 4D.

Kira-kira apa saja, ya, Ma?

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan terkait rekomendasi waktu terbaik USG 4D menurut dokter agar janin dapat terlihat jelas.

Waktu Terbaik USG 4D Menurut Dokter agar Janin Dapat Terlihat Jelas

Freepik/pch.vector

Untuk menentukan waktu terbaik dalam melakukan USG 4D, Mama sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan USG 4D pada usia kehamilan trimester kedua hingga awal trimester ketiga, yaitu pada usia kehamilan 24–30 minggu.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Marcel lewat Instagramnya, @marcel.elian.suwito, mengatakan bahwa usia kehamilan tersebut merupakan waktu yang tepat dalam melakukan pemeriksaan USG 4D karena bayi telah memiliki lapisan lemak yang cukup sehingga bentuk wajah serta beberapa bagian tubuh lainnya mulai terbentuk dan terlihat jelas pada hasil USG 4D.

Apabila Mama melakukan pemeriksaan terlalu dini, kondisi bayi masih tidak dapat terlihat dengan jelas karena lapisan lemak subkutan belum terbentuk dengan baik.

Sebaliknya, jika Mama melakukan pemeriksaan terlalu lama, posisi bayi akan semakin membesar dan berada lebih rendah di dalam rahim sehingga sulit bagi dokter untuk menangkap gambar wajah bayi dengan baik.

Ketahui Apa Itu USG 4D?

Freepik/serhii_bobyk

Pemeriksaan USG 4D memberikan kondisi bayi di dalam rahim secara real-time. Mama dapat menyaksikan berbagai aktivitas si Kecil di dalam rahim, seperti meregangkan tubuh, menggerakan tangan, hingga menampilkan ekspresi wajah.

Istilah 4D pada USG ini merujuk pada dimensi keempat sehingga Mama dapat melihat panjang, lebar, dan kedalaman tubuh bayi yang nampak secara nyata dalam visualisasi USG 4D.

Namun, pemeriksaan USG 4D tidak dapat dilakukan secara rutin karena umumnya pemantauan kehamilan hanya dilakukan dengan USG 2D.

Faktor yang Memengaruhi Kualitas USG 4D

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Kualitas hasil USG 4D tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga terhadap keterampilan ahli sonograf dalam mengambil visualisasi bayi yang jelas.

Selain itu, kondisi tubuh mama juga memengaruhi kualitas hasil pemeriksaan USG tersebut. Pemenuhan nutrisi dan cairan yang cukup sebelum pemeriksaan dapat meningkatkan kejernihan hasil USG.

Mama disarankan untuk makan sekitar 45 menit sebelum pemeriksaan. Selain itu, Mama juga perlu minum air yang cukup agar kadar cairan ketuban turut meningkat sehingga kualitas hasil USG terlihat lebih jelas.

Mama juga sebaiknya mengenakan pakaian longgar agar mudah bergerak saat melakukan pemeriksaan karena USG membutuhkan waktu 15–30 menit.

Kondisi di dalam rahim mama juga memengaruhi gelombang ultrasound bekerja saat pemeriksaan USG, seperti ketebalan dinding perut, otot dan jaringan ikat, jaringan parut, hingga penempatan plasenta sehingga memengaruhi kualitas gambar yang dihasilkan selama pemeriksaan USG.

Apa yang Mama Lihat selama Pemeriksaan?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Selama proses pemeriksaan berlangsung, Mama dapat melihat gambaran bayi di dalam rahim secara langsung atau real-time dalam bentuk video.

Selain menyaksikan kondisi tubuh bayi secara keseluruhan, Mama juga dapat melihat pergerakannya, seperti saat ia meregangkan tubuh, mengisap jempol, menguap, hingga saat ia mengubah ekspresi wajahnya.

Apakah USG 4D Aman untuk Janin?

Unsplash/Elen Sher

Secara medis, pemeriksaan USG 4D tergolong aman digunakan, baik bagi ibu hamil maupun janin, terutama ketika dilakukan oleh dokter kandungan atau tenaga medis yang berpengalaman dan bersertifikasi.

Meski demikian, pemeriksaan USG 4D sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dan kebutuhan medis untuk memantau kondisi kehamilan.

Itu tadi saran terkait waktu terbaik USG 4D menurut dokter agar janin dapat terlihat jelas. Mama dapat mengikuti beberapa cara tersebut agar hasil pemeriksaan terlihat secara optimal.

Semoga informasi artikel ini membantu Mama dalam memahami pentingnya penggunaan USG 4D untuk kehamilan, ya, Ma.

Editorial Team