Manfaat Utama Berjemur Jam 10 Pagi untuk Ibu Hamil

Jam 10 pagi adalah waktu yang optimal untuk penyerapan vitamin D

1 April 2020

Manfaat Utama Berjemur Jam 10 Pagi Ibu Hamil
Freepik

Berjemur di pagi hari sudah diketahui sejak lama memiliki manfaat untuk kesehatan. Terlebih sejak munculnya pandemik virus corona di Indonesia membuat banyak orang rajin untuk berjemur agar sistem imun meningkat.

Jika dilakukan dalam waktu yang cukup, sinar matahari dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Sinar matahari juga membantu penyerapan vitamin D terutama bagi ibu hamil.

Dalam masa kehamilan, janin dalam kandungan membutuhkan asupan vitamin D yang cukup untuk tumbuh kembangnya.

Sinar matahari pagi diketahui memiliki sekitar 80 persen vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Kulit akan menyerap sinar ultraviolet dan mengubah simpanan kolesterol di kulit menjadi vitamin D.

Baru-baru ini ada informasi di media sosial yang menyebutkan waktu terbaik untuk berjemur berada pada jam 10 pagi. Pada waktu tersebut tubuh akan menyerap asupan vitamin D secara optimal.

Lalu, apakah berjemur pada jam 10 memiliki manfaat berbeda bagi ibu hamil? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.

Editors' Picks

1. Menjelang siang hari, sinar matahari memberikan manfaat optimal

1. Menjelang siang hari, sinar matahari memberikan manfaat optimal
Freepik/senivpetro

Seorang ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen menyebutkan, memang benar berjemur pada jam 10 pagi adalah waktu terbaik. Tetapi perlu diperhatikan durasinya tidak boleh terlalu lama karena sinar matahari mengandung ultraviolet A yang dapat memicu kulit keriput dan kanker.

"Yang kita butuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Itu sebabnya, kita harus tunggu mataharinya sedikit naik. Untungnya kita di khatulistiwa, jam 10 sudah ada. Itu adalah alasan kita berjemur jam 10 pagi," kata dr Tan.

Hal yang sama dikatakan oleh Profesor geriatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, MEpid, dalam penelitiannya menyebutkan sinar matahari memberikan manfaat paling optimal pada siang hari.

"Iya, di atas jam 9, hasil penelitian saya tahun 2003. Mungkin perlu diteliti lagi karena sudah lama," kata Prof Siti.

Namun, hal ini perlu diperhatikan karena berjemur terlalu lama di siang hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit, ini juga dipengaruhi oleh faktor pigmen dan zat warna kulit atau melanin.

Orang berkulit putih seperti orang yang tinggal di Eropa memiliki kadar melanin yang rendah sehingga lebih rentan terkena kanker kulit.

2. Manfaat sinar matahari untuk ibu hamil dan janin

2. Manfaat sinar matahari ibu hamil janin
Freepik

Rutin berjemur bagi ibu hamil akan memiliki dampak positif bagi janin. Bila dilakukan dengan cara yang tepat, kesehatan saat hamil akan lebih baik. Sinar matahari diketahui dapat membantu tumbuh kembang janin hingga menurunkan risiko darah tinggi selama kehamilan.

American Pregnancy Association menyebutkan, vitamin D yang didapat dari sinar matahari dapat meningkatkan sistem imun tubuh sehingga bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi pada masa kehamilan.

Jika janin mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, perkembangan mental dan sel motoriknya ketika lahir tentu akan lebih optimal.

Tak hanya itu, perkembangan janin yang baik dan cukup vitamin ketika dalam kandungan akan membuat IQ si Kecil lebih tinggi dibandingkan janin yang kekurangan asupan vitamin D.

Kurang vitamin D pada masa kehamilan juga bisa menjadi risiko terjadinya Riketsia atau kondisi janin yang sulit bergerak karena pertumbuhan tulangnya kurang optimal.

Selain itu, masalah lain yang mungkin saja ditemui adalah kondisi osteomalasia atau kegagalan penyerapan vitamin D di dalam tulang.

Ini dapat menyebabkan tulang lunak (soft bone) dan tentunya bisa membahayakan kehamilan dan si Kecil dalam kandungan.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D juga bisa dilakukan dengan cara lain memberikan asupan nutrisi khusus pada tubuh agar kebutuhan vitamin D dapat terpenuhi.

Asupan nutrisi yang memiliki sumber vitamin D seperti ikan laut, seafood, putih telur, keju, susu, dan melon.

3. Waktu berjemur yang aman untuk ibu hamil

3. Waktu berjemur aman ibu hamil
Freepik

Berjemur pada jam 10 pagi memiliki manfaat bagi penyerapan vitamin D yang optimal. Sinar matahari pada jam tersebut juga memiliki kandungan provitamin D3 yang baik untuk tulang.

Ketika kebutuhan vitamin D terpenuhi, proses penyerapan mineral seperti kalsium dan fosfor untuk janin akan lebih baik.

Meski kegiatan berjemur di pagi hari sangat dianjurkan, namun durasinya perlu diperhatikan. Pakar kesehatan menyarankan berjemur sinar matahari pagi cukup selama 5 sampai 10 menit pada jam 10 pagi sebanyak 2-3 kali seminggu.

Saat berjemur, pastikan seluruh tubuh tekena sinar matahari atau setidaknya 60 persen bagian tubuh sudah terpapar sinar matahari.

Berjemur memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama ibu hamil. Sebaiknya tetap perhatikan kenyamanan agar berjemur tetap nyaman ya, Ma. Perhatikan juga masalah kesehatan tertentu untuk dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum rutin berjemur di bawah sinar matahari.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.