7 Cara Mengatasi Ibu Hamil Batuk Berdahak, Coba Minum Rebusan Jahe

- Berkumur air garam dan minum campuran madu lemon termasuk ekspektoran alami yang aman untuk mengencerkan dahak.
- Posisi tidur dengan bantal tinggi sangat membantu mencegah batuk parah di malam hari akibat penumpukan lendir.
- Hindari makanan berminyak dan dingin, serta perbanyak cairan hangat untuk mempercepat penyembuhan.
Batuk berdahak saat hamil tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain membuat tenggorokan gatal dan dada terasa sesak, batuk yang terlalu keras sering kali membuat perut bawah terasa kram atau menekan kandung kemih, sehingga Mama jadi sering pipis tanpa sadar.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penurunan sistem kekebalan tubuh atau perubahan hormon yang membuat selaput lendir memproduksi lebih banyak dahak.
Dikarenakan Mama tidak boleh sembarangan minum obat batuk warung yang mungkin mengandung zat berbahaya bagi janin, Popmama.com telah merangkum beberapa cara mengatasi ibu hamil batuk berdahak.
Yuk Ma, coba pengobatan rumahan ini!
Kumpulan Cara Mengatasi Ibu Hamil Batuk Berdahak
1. Berkumur dengan air garam hangat

Cara klasik ini merupakan pertolongan pertama yang paling aman dan efektif untuk meredakan batuk berdahak.
Garam bersifat antiseptik alami yang dapat membantu mematikan bakteri di tenggorokan serta menarik cairan berlebih dari jaringan yang bengkak, sehingga dahak lebih mudah keluar.
Larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur (gargle) di pangkal tenggorokan selama 30 detik, lalu buang (jangan ditelan).
Lakukan rutin 3-4 kali sehari untuk mengurangi rasa gatal dan mengencerkan lendir yang membandel.
2. Minum air lemon dicampur madu

Kombinasi lemon dan madu bisa menjadi "obat batuk alami" yang rasanya enak dan berkhasiat.
Lemon kaya akan vitamin C yang meningkatkan imun, sementara madu memiliki sifat antibakteri dan efek menenangkan lapisan tenggorokan yang iritasi akibat batuk terus-menerus.
Campurkan satu sendok makan madu murni dan perasan air lemon ke dalam segelas air hangat. Minumlah perlahan saat masih hangat.
Ramuan ini sangat ampuh untuk mengencerkan dahak yang kental dan membuat napas terasa lebih lega.
3. Hirup uap air panas

Dahak yang menumpuk sering kali sulit dikeluarkan karena terlalu kental.
Terapi uap bisa menjadi cara terbaik untuk mengatasinya. Uap panas akan masuk ke saluran pernapasan, melembapkan saluran napas yang kering, dan membantu meluruhkan lendir agar mudah dibatukkan keluar.
Siapkan baskom berisi air mendidih, lalu posisikan wajah mama di atasnya (beri jarak aman).
Tutupi kepala dengan handuk agar uap terperangkap dan hirup napas dalam-dalam selama 10 menit. Mama juga bisa meneteskan minyak kayu putih ke dalam air untuk sensasi yang lebih melegakan.
4. Perbanyak asupan cairan hangat

Saat batuk berdahak, musuh utama ibu hamil adalah dehidrasi.
Jika tubuh kekurangan cairan, lendir di tenggorokan akan semakin mengental dan lengket, sehingga semakin sulit dikeluarkan dan justru memicu batuk yang lebih parah.
Pastikan Mama minum air putih hangat lebih banyak dari biasanya. Suhu hangat air akan membantu melemaskan otot tenggorokan yang tegang dan melancarkan aliran lendir. Selain air putih, kuah sup ayam atau teh herbal hangat juga sangat disarankan.
5. Tidur dengan posisi bantal tinggi

Batuk berdahak biasanya akan "mengamuk" di malam hari saat Mama berbaring. Hal ini terjadi karena gaya gravitasi membuat lendir dari hidung turun dan menggenang di tenggorokan (post-nasal drip), yang memicu refleks batuk.
Untuk mencegahnya, atur posisi tidur mama dengan menumpuk dua atau tiga bantal agar kepala dan dada lebih tinggi dari perut.
Posisi ini akan mencegah penumpukan lendir di tenggorokan dan membantu tidur lebih nyenyak tanpa terbangun karena serangan batuk.
6. Konsumsi jahe hangat secukupnya

Jahe dikenal sebagai rempah yang memiliki sifat anti-inflamasi atau anti-peradangan yang kuat. Mengonsumsi jahe dapat membantu mengurangi peradangan di saluran napas dan memberikan rasa hangat di dada yang sangat nyaman bagi ibu hamil yang sedang flu.
Mama bisa mememarkan satu ruas jahe, lalu merebusnya dengan air dan gula merah, atau menyeduhnya sebagai teh jahe. Namun, ingat untuk mengonsumsinya dalam batas wajar, karena konsumsi jahe berlebihan dikhawatirkan memicu kontraksi ringan pada beberapa kehamilan sensitif.
7. Hindari makanan pemicu dahak

Selama batuk belum reda, Mama sebaiknya "puasa" dulu dari makanan yang bisa merangsang produksi lendir atau mengiritasi tenggorokan. Gorengan, makanan berminyak, makanan pedas, dan minuman dingin (es) termasuk daftar pantangan sementara.
Makanan berminyak dapat membuat tenggorokan gatal dan dahak semakin kental. Sebaiknya ganti menu makan dengan makanan berkuah, dikukus, atau direbus yang lebih ramah di tenggorokan dan mudah dicerna oleh tubuh yang sedang kurang fit.
Itulah rangkuman dari beberapa cara mengatasi ibu hamil batuk berdahak.
Jika batuk tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu atau disertai demam tinggi dan dahak berwarna hijau pekat, segera periksakan ke dokter. Semoga lekas sembuh ya, Ma.
FAQ Batuk Berdahak pada Ibu Hamil
| Apakah batuk yang kuat bisa membahayakan janin? | Secara umum tidak. Janin terlindungi dengan aman oleh cairan ketuban yang berfungsi sebagai peredam guncangan. Namun, batuk yang terus-menerus bisa membuat otot perut ibu hamil kram dan lelah. |
| Bolehkah minum obat batuk hitam (OBH)? | Sebaiknya hindari konsumsi obat batuk hitam atau obat warung sembarangan tanpa resep dokter. Beberapa obat batuk mengandung alkohol atau zat pengencer dahak kimiawi yang mungkin tidak aman untuk perkembangan janin. |
| Kapan batuk harus diwaspadai? | Segera ke dokter jika batuk disertai sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, atau jika dahak bercampur darah. Itu bisa jadi tanda infeksi bakteri yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. |


















