Ciri-Ciri Bayi Kurang Tidur, Hati-Hati Ini Bisa Bikin Mama Kelelahan

5 tanda bayi butuh lebih banyak istirahat dan akhirnya jadi rewel

12 Oktober 2021

Ciri-Ciri Bayi Kurang Tidur, Hati-Hati Ini Bisa Bikin Mama Kelelahan
Pexels/Pixabay

Hingga usia 6 bulan, bayi membutuhkan 12 jam waktu tidur setiap harinya untuk menunjang tumbuh kembang optimal. Tapi perlu diingat bahwa ada banyak faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi waktu hingga kebiasaan tidur si Kecil, mulai dari durasi tidur hingga seberapa sering ia terbangun di malam hari.

Jadi, bagaimana cara mengetahui lama waktu tidur yang ideal untuk bayi Mama? Salah satu cara yang bisa Mama lakukan adalah dengan memperhatikan tanda-tanda kurang tidur pada bayi.

Dengan adanya tanda-tanda ini, Mama dapat megetahui bahwa bayi butuh tidur lebih lama dari sebelumnya dan menyesuaikan waktu tidur yang lebih ideal untuknya.

Jangan khawatir, kali ini Popmama.com akan memaparkan 5 ciri-ciri bayi kurang tidur yang bisa Mama amati. Simak informasi lengkapnya dalam artikel yang satu ini!

1. Tangan sering menyentuh area wajah

1. Tangan sering menyentuh area wajah
Pexels/Enrique Hoyos

Gestur seperti menarik-narik telinga atau mengucak mata mungkin terlihat normal-normal saja. Bahkan sering menjadi tanda bahwa si Kecil ingin tidur. Tapi jika gestur semacam ini dilakukannya dalam frekuensi sering sepanjang hari, bisa jadi itu pertanda ia kurang istirahat atau tidurnya tidak nyenyak.

Jika bayi Mama sering menyentuh area wajahnya seperti ini, ajak ke tempat tidur dan biarkan ia beristirahat.

Editors' Picks

2. Wajah lelah

2. Wajah lelah
Unsplash

Seperti orang dewasa, kita juga bisa mengetahui bahwa bayi lelah dari tampilan wajah dan gestur tertentu. Jika Mama mendapati si Kecil dengan mata sayu, pandangan kosong, dan terus menerus menguap sepanjang hari, ini mengindikasikan bayi kelelahan dan butuh tidur.

Mama mungkin mengira tidurnya sudah lama, tapi jika tidurnya terinterupsi dengan bangun berkali-kali, ia cenderung akan tetap merasa lelah di pagi harinya.

3. Tidak bersemangat

3. Tidak bersemangat
Freepik/gpointstudio

Sejak awal usianya, bayi secara alami sangat tertarik mengenal dunia baru di luar rahim Mama. Seiring perkembangan panca indranya, ia akan mudah bersemangat jika diberi rangsangan seperti benda bergerak, bermain dengan anggota keluarga, atau diperdengarkan suara.

Jika bayi tiba-tiba tidak bersemangat, lesu, menjadi acuh dengan mainan atau lingkungan sekitar, dan lebih pendiam, bisa jadi itu tanda ia kurang istirahat ya, Ma. Jangan paksa bayi untuk bersemangat dengan memberinya banyak rangsangan sekaligus karena itu justru dapat memicu overstimulasi. Bawa ia ke tempat tidurnya atau tempat yang sunyi dan nyaman agar ia bisa beristirahat.

4. Tantrum

4. Tantrum
Pixabay.com/theproofphotography

Tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi kurang tidur adalah ketika ia menjadi rewel, mudah marah, dan mudah menangis sepanjang hari. Jika terus menerus dipaksakan untuk beraktivitas, bayi yang lelah akan menjadi sangat sensitif hingga dapat tantrum.

Mama bisa mencoba menggendongnya sambil berjalan atau memandikannya dengan air hangat agar ia lebih rileks. Jika sudah lebih tenang, ajak ia untuk beristirahat di ruangan yang sunyi dan nyaman.

5. Menjadi lebih aktif menjelang malam

5. Menjadi lebih aktif menjelang malam
Freepik/wirestock

Bayi yang kurang tidur di malam hari biasanya akan menjadi sangat lelah saat waktu tidur siang. Karena tidur lebih nyenyak dan lebih lama di siang hari, bayi justru menjadi sangat aktif dan sulit tidur di malam hari.

Ketika akhirnya dapat beristirahat dengan baik, bayi yang kelelahan juga cenderung mengeluarkan suara dengkuran. Ini bukan pertanda tidur nyenyak ya, Ma. Dengkuran menandakan bayi memiliki permasalahan pernafasan, kurang durasi tidur, atau memiliki kualitas tidur yang buruk.

Itu dia lima ciri-ciri bayi kurang tidur sebagai tanda si Kecil butuh tidur lebih banyak dan berkualitas. Perhatikan tanda-tanda ini dan segera ambil tindakan ya, Ma. Jika menemukan kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kepercayaan!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.