Pentingkah Berbicara dengan Bayi sejak Dini? Yuk, Cari Tahu Faktanya

Serba-serbi bicara dengan bayi sejak dini

10 Agustus 2021

Pentingkah Berbicara Bayi sejak Dini Yuk, Cari Tahu Faktanya
Pexels/RODNAE Productions

Siapa yang tidak ingin buah hatinya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas? Tentu semua orangtua mendambakan hal tersebut.

Ada banyak cara yang dapat Mama lakukan untuk menunjang tumbuh kembang dan kecerdasan si Kecil. Salah satunya adalah dengan membiasakan untuk berbicara dengan bayi sedini mungkin. Jangan asal, tahapan berbicara dengan bayi sebaiknya disesuaikan dengan usianya.

Tertarik untuk tahu lebih lanjut? Yuk pelajari serba-serbi metode berbicara dengan bayi sejak dini dalam artikel Popmama.com berikut ini!

Manfaat Berbicara dengan Bayi

Manfaat Berbicara Bayi
Pexels/nappy

Sekitar 80 persen perkembangan fisik otak bayi terjadi dalam usia tiga tahun pertamanya. Semakin membesar ukuran otak, jaringan sinapsis yang diperlukan untuk menunjang bayi berpikir, belajar, dan memproses informasi juga mulai terbentuk.

Tahukah Mama? Selain dapat menguatkan koneksi mental bayi, bicara dengan bayi juga dapat merangsang jaringan sinapsis di bagian otak yang mengontrol kemampuan berbahasanya.

Memang, bayi baru lahir belum mampu betul-betul memahami atau membalas ucapan mama. Namun dengan telaten mengajak bayi berbicara sejak awal perkembangan otaknya, bayi akan memiliki kemampuan belajar, bahasa, dan komunikasi yang lebih kuat di masa depan.

Editors' Picks

Cara yang Tepat untuk Berbicara dengan Bayi

Cara Tepat Berbicara Bayi
Freepik/pch.vector

Pada bayi usia 0-6 bulan, bicara dengan nada tinggi seolah menyanyi (baby talk) lebih efektif dalam menarik dan menahan perhatian bayi. Kosa kata dasar juga dapat membantu bayi menangkap kata dengan lebih cepat.

Mama bisa menggunakan pilihan kata mudah yang terdengar berulang seperti “bobo” untuk pengganti kata “tidur” dan “mimi” untuk pengganti kata “minum” agar lebih mudah diserap dan coba diucapkan oleh bayi.  

Ingat, ini hanya dilakukan saat usia bayi 0-6 bulan untuk memudahkannya menangkap kata dan konteks ya, Ma. Setelah itu Mama dianjurkan untuk berbicara menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan jelas untuk menunjang kosa kata dan kemampuan berbicaranya dengan lebih baik.

Berbicara dengan Bayi Usia 1-3 Bulan

Berbicara Bayi Usia 1-3 Bulan
Pexels/RODNAE Productions

Dalam tiga bulan pertamanya, orangtua dianjurkan untuk bebicara, menyanyikan, menarasikan suatu kegiatan, membacakan cerita atau melakukan permainan yang melibatkan kata-kata dengan bayi.

Perhatikan responnya, baik itu senyuman, gestur gerak tangan dan kaki, mimik wajah tertentu, atau tawa bersemangat. Setiap bayi mengeluarkan suara, tiru suara yang dikeluarkannya dengan mengaitkannya pada kata-kata sungguhan.

Berbicara dengan Bayi Usia 4-7 Bulan

Berbicara Bayi Usia 4-7 Bulan
Freepik/Shurkin_son

Meski masih berantakan dalam bicara, ajak si Kecil untuk mengucapkan kata yang benar setiap ia meracau. Bicara dengan perlahan dan tekankan kata-kata tertentu yang ingin diajarkan pada bayi.

Mama bisa menarik perhatiannya dengan menggunakan bantuan beberapa objek berbeda dan memberi tahunya nama-nama objek tersebut secara berulang. Rutinkan membaca buku cerita bergambar warna-warni sembari mengenalkan nama-nama karakter atau objek dalam buku pada anak sembari membaca.

Berbicara dengan Bayi Usia 8-12 Bulan

Berbicara Bayi Usia 8-12 Bulan
Freepik/Cookie-studio

Memasuki usia ini, bayi sudah mulai mampu memahami kata-kata mama. Jadi jangan berhenti berbicara dan menjelaskan berbagai tindakan mama sehari-hari pada bayi. Gunakan kalimat positif untuk mengarahkan perilaku bayi, namun hindari berteriak atau membentak.

Agar si Kecil semakin tertarik untuk meniru kata-kata yang Mama ucapkan, ajak ia bernyanyi dan peragakan isi lagu sembari bernyanyi dengan artikulasi yang jelas serta jaga kontak mata dengan bayi.

Itu dia berbagai hal mendasar yang perlu Mama ketahui tentang berbicara dengan bayi sejak dini. Ingat, bayi adalah peniru yang sangat baik. Jadi berhati-hatilah dalam berbicara di hadapannya sehari-hari ya, Ma. Selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.