Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Pierre Robin pada Bayi? Kenali Gejala dan Penyebabnya
Pinterest/themightysite
  • Pierre Robin sequence adalah kondisi bawaan langka akibat rangkaian kelainan rahang dan mulut, yang dapat mengganggu pernapasan serta kemampuan bayi menyusu.

  • Tandanya meliputi rahang bawah kecil, lidah terdorong ke belakang, celah langit-langit mulut, napas bising, dan sulit minum sehingga berat badan sulit bertambah.

  • Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan tes sesuai gejala; penanganan bergantung keparahan, dari pemantauan hingga tindakan untuk membuka jalan napas dan mendukung nutrisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pierre Robin sequence adalah kondisi bawaan lahir langka yang melibatkan kelainan rahang dan mulut, sehingga bayi dapat mengalami hambatan bernapas serta kesulitan menyusu.
  • Who?
    Bayi dengan Pierre Robin sequence, dokter anak, dan tim medis terlibat dalam pemeriksaan, pemantauan pernapasan, penanganan nutrisi, serta tindakan medis bila diperlukan.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi pada struktur rahang bawah, lidah, langit-langit mulut, dan jalan napas bayi; pemeriksaan serta penanganan dilakukan melalui layanan kesehatan.
  • When?
    Kondisi berkembang selama masa janin dan umumnya terdiagnosis segera setelah bayi lahir. Pada kasus ringan, tanda-tandanya dapat diketahui saat pemeriksaan kesehatan lanjutan.
  • Why?
    Penyebab pasti per saat ini masih belum diketahui. Perubahan genetik selama perkembangan janin diduga dapat memengaruhi pembentukan rahang dan struktur wajah.
  • How?
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pierre Robin adalah kondisi langka sejak bayi masih di perut. Rahang bawah bayi kecil, lidah bisa jatuh ke belakang, dan langit-langit mulut bisa berlubang. Bayi jadi susah bernapas dan minum susu. Dokter akan memeriksa bayi dan membantu sesuai keadaannya. Ada bayi yang membaik saat rahangnya tumbuh, tetapi ada juga yang perlu tindakan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap bayi terlahir dengan proses tumbuh kembang yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa kondisi bawaan lahir yang dapat memengaruhi perkembangan wajah dan mulut bayi, salah satunya adalah Pierre Robin sequence.

Kondisi langka ini dapat membuat bayi mengalami kesulitan bernapas hingga menyusu karena bentuk rahang dan posisi lidah yang tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali kondisi ini agar si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai apa itu Pierre Robin pada bayi, mulai dari gejala hingga cara penanganannya.

1. Apa itu Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/@ Prestige by Nature

Pierre Robin sequence (PRS), atau sindrom Pierre Robin, merupakan kondisi bawaan lahir yang terjadi selama perkembangan janin. Pierre Robin sequence juga dikenal dengan istilah Pierre Robin malformation.

Cleveland Clinic menyebut jika Pierre Robin sequence termasuk kondisi langka dan diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari setiap 8.500 orang.

Kondisi ini melibatkan serangkaian kelainan pada rahang dan mulut yang dapat membuat bayi mengalami kesulitan bernapas maupun menyusu.

Sebagian besar bayi dengan kondisi ini didiagnosis segera setelah lahir. Namun, pada kasus yang lebih ringan, tanda-tandanya mungkin baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan berikutnya.

Penanganan kondisi ini disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala serta kebutuhan setiap bayi agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

2. Apa saja gejala Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/Bryan Catota

Gejala Pierre Robin sequence umumnya dapat dikenali melalui perbedaan bentuk rahang dan mulut bayi sejak lahir. Beberapa tanda fisik yang mungkin ditemukan meliputi:

  • Rahang bawah dan dagu berukuran kecil (mikrognatia). Kondisi ini membuat rahang bawah bayi terlihat lebih kecil daripada biasanya.

  • Celah langit-langit mulut (cleft palate). Langit-langit mulut tidak menutup sepenuhnya selama perkembangan janin sehingga terbentuk celah.

  • Posisi lidah cenderung ke belakang (glossoptosis). Lidah dapat jatuh ke arah belakang tenggorokan dan mengganggu jalur pernapasan.

  • Langit-langit mulut melengkung tinggi. Bagian atap mulut bayi terlihat lebih tinggi atau melengkung daripada biasanya.

  • Gigi sudah terlihat sejak lahir. Pada sebagian bayi, gigi dapat muncul ketika baru dilahirkan atau dikenal sebagai natal teeth.

Selain perbedaan fisik tersebut, bayi juga dapat mengalami gejala lain, seperti suara napas yang terdengar bising, terutama ketika berbaring telentang.

Si Kecil juga mungkin mengalami kesulitan menyusu atau minum dari botol sehingga berat badannya sulit bertambah.

3. Apa penyebab Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/Sarah Chai

Penyebab pasti Pierre Robin sequence belum diketahui. Namun, perubahan genetik selama perkembangan janin diduga dapat memengaruhi pembentukan rahang dan struktur wajah.

Kondisi ini terjadi ketika rahang bawah janin tidak berkembang dengan baik sehingga lidah terdorong ke atas dan ke belakang.

Posisi lidah tersebut dapat menghalangi jalan napas sekaligus menghambat penutupan langit-langit mulut, yang kemudian menyebabkan terbentuknya celah.

Rangkaian perubahan yang saling berkaitan inilah yang mendasari penggunaan istilah sequence pada Pierre Robin sequence.

4. Apa komplikasi Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo

Pada kasus yang berat, posisi lidah dan bentuk rahang yang tidak normal dapat menghambat aliran udara. Kondisi ini berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Gagal jantung kongestif. Kondisi ketika jantung kesulitan memompa darah secara efektif sehingga cairan dapat menumpuk di tubuh.

  • Kadar oksigen darah rendah (hipoksemia). Terjadi ketika darah tidak membawa oksigen dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Hipertensi pulmonal. Tekanan darah di pembuluh darah paru-paru meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

  • Gangguan pernapasan berat. Hambatan jalan napas dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas dan membutuhkan penanganan segera.

Meski terdengar mengkhawatirkan, bayi dengan Pierre Robin sequence akan mendapatkan pemantauan sesuai tingkat keparahan kondisinya.

Tim medis akan mengawasi fungsi pernapasan dan menangani komplikasi yang muncul agar kebutuhan si Kecil tetap terpenuhi.

5. Bagaimana cara mendiagnosis Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/Phát Võ Hồ Tấn

Dokter anak sering kali dapat mengenali Pierre Robin sequence melalui pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir.

Namun, jika gejalanya ringan, kondisi ini mungkin baru terdeteksi ketika bayi menjalani pemeriksaan lanjutan, misalnya karena berat badan sulit bertambah atau suara napas terdengar bising.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter memeriksa ukuran rahang bawah, posisi lidah, dan kemungkinan adanya celah langit-langit mulut.

  • CT scan. Pemeriksaan pencitraan ini dapat membantu dokter melihat struktur wajah dan rahang bayi secara lebih terperinci.

  • Studi tidur (sleep study). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah bayi mengalami obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan tidur akibat hambatan aliran udara saat bernapas.

Jenis pemeriksaan yang diperlukan akan disesuaikan dengan gejala dan kondisi masing-masing bayi.

6. Bagaimana cara menangani Pierre Robin pada bayi?

Pexels.com/Mohamad Mekawi

Penanganan Pierre Robin sequence bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami si Kecil.

Pada sebagian bayi, kondisi pernapasan dapat membaik seiring pertumbuhan rahang bawah sehingga lidah tidak lagi mudah jatuh ke belakang dan menghalangi jalan napas.

Bayi dengan gejala ringan mungkin tidak memerlukan tindakan khusus, tetapi tetap perlu menjalani pemantauan sesuai anjuran dokter.

Sementara itu, bayi dengan kondisi yang lebih berat dapat membutuhkan tindakan medis, seperti:

  • Mandibular distraction osteogenesis. Prosedur operasi untuk memperpanjang rahang bawah agar ruang jalan napas menjadi lebih memadai.

  • Trakeostomi. Prosedur pembuatan lubang pada leher menuju saluran napas untuk membantu bayi bernapas ketika jalan napas bagian atas mengalami hambatan berat.

  • Tongue-lip adhesion. Prosedur operasi untuk menyatukan lidah dengan bibir bawah sementara waktu agar lidah tidak jatuh ke belakang dan menghalangi jalan napas. Jahitan akan dilepas ketika kondisi rahang bayi sudah berkembang sesuai kebutuhan.

Dokter juga dapat membantu orangtua mengatasi kesulitan menyusu dan memastikan bayi memperoleh asupan nutrisi yang cukup.

Pemilihan tindakan akan mempertimbangkan kondisi pernapasan, kemampuan makan, serta perkembangan bayi.

Itu dia penjelasan mengenai Pierre Robin pada bayi. Meski kondisi ini dapat membuat Mama dan Papa khawatir, pemeriksaan serta penanganan sejak dini dapat membantu si Kecil bernapas dan mendapatkan nutrisi dengan lebih baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article