Bayi dapat mengalami berbagai kondisi genetik yang memengaruhi tumbuh kembangnya. Beberapa kondisi mungkin tidak langsung terlihat saat lahir, sehingga penting bagi Mama untuk memahami tandanya.
9 Ciri-Ciri Sindrom Jacob pada Bayi yang Perlu Mama Ketahui

Sindrom Jacob atau XYY adalah kondisi genetik pada laki-laki akibat kromosom Y tambahan, dengan tanda yang dapat berbeda-beda dan kadang tidak tampak jelas saat lahir.
Ciri yang mungkin terlihat meliputi tubuh lebih tinggi, kepala besar, jarak mata lebar, tonus otot lemah, serta jari kelingking melengkung ke arah jari manis.
Tanda lain dapat mencakup gigi besar, rahang bawah maju, telapak kaki datar, dan skoliosis yang mungkin baru terdeteksi seiring pertumbuhan; konsultasi dokter dianjurkan bila ada kekhawatiran.
Salah satu kondisi genetik yang perlu diketahui adalah sindrom Jacob atau sindrom XYY. Kondisi ini terjadi ketika laki-laki memiliki satu kromosom Y tambahan.
Ciri-cirinya bisa berbeda pada setiap individu, bahkan sebagian orang tidak menunjukkan tanda fisik yang jelas. Melansir Cleveland Clinic, berikut Popmama.com rangkum 9 ciri-ciri sindrom Jacob pada bayi yang perlu Mama ketahui.
Table of Content
1. Memiliki postur tubuh tinggi

Pexels.com/Oss Leos Anak dengan sindrom Jacob dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan anak seusianya. Perbedaan ini mungkin semakin terlihat seiring pertumbuhan, terutama ketika memasuki masa kanak-kanak hingga remaja.
2. Ukuran kepala lebih besar

Pexels.com/Mohd Aimi Mustaqim Sebagian individu dengan sindrom Jacob memiliki ukuran kepala yang lebih besar dari rata-rata atau disebut makrosefali.
Namun, ukuran kepala bayi perlu dinilai berdasarkan usia dan grafik pertumbuhan untuk mengetahui apakah masih dalam rentang normal.
3. Jarak antara kedua mata lebih lebar

Pexels.com/Daniel Duarte Ciri fisik lain yang mungkin ditemukan adalah jarak antara kedua mata yang lebih lebar dari biasanya. Kondisi ini dikenal sebagai hipertelorisme orbital.
4. Tonus otot lebih lemah

Pexels.com/MART PRODUCTION Bayi dengan sindrom Jacob dapat memiliki tonus otot yang rendah atau hipotonia. Kondisi ini bisa membuat otot terasa lebih lemas dan berpotensi memengaruhi perkembangan kemampuan motorik.
5. Jari kelingking melengkung ke dalam

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo Pada sebagian individu, jari kelingking dapat melengkung ke arah jari manis. Kondisi ini disebut klinodaktili dan bisa terlihat pada salah satu atau kedua tangan.
6. Ukuran gigi lebih besar

Pexels.com/Peter Platou Sindrom Jacob juga dapat disertai ukuran gigi yang lebih besar daripada rata-rata atau makrodonsia. Meski begitu, ciri ini mungkin baru dapat dikenali ketika gigi mulai tumbuh.
7. Posisi rahang bawah lebih maju

Pexels.com/Daniel Reche Sebagian individu dapat memiliki gigitan bawah atau underbite, yaitu kondisi ketika gigi bawah berada lebih maju daripada gigi atas saat mulut tertutup.
8. Memiliki telapak kaki datar

Pexels.com/juliane Monari Telapak kaki datar atau flat feet juga dapat ditemukan pada sebagian individu dengan sindrom Jacob. Pada kondisi ini, lengkungan telapak kaki tampak lebih rendah atau tidak terbentuk dengan jelas.
9. Mengalami kelengkungan tulang belakang

Pexels.com/Helena Lopes Ciri lainnya adalah skoliosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Kondisi ini tidak selalu tampak sejak bayi baru lahir dan dapat diketahui seiring pertumbuhan.
Itu dia 9 ciri-ciri sindrom Jacob pada bayi yang perlu Mama ketahui. Jika ada hal yang membuat Mama khawatir, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter agar si Kecil mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan yang sesuai.






















