Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Paparan Asap Beracun Bisa Merusak Tubuh dan Masa Depan Anak

4 min read
Paparan Asap Beracun Bisa Merusak Tubuh dan Masa Depan Anak
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Karhutla memicu paparan asap beracun yang mengancam kesehatan anak, karena paru-paru dan saluran pernapasan mereka masih berkembang serta rentan mengalami gangguan jangka panjang.

  • Partikel PM2.5 dapat menembus paru-paru hingga aliran darah, memicu peradangan, dan disebut berpotensi 10 kali lebih berbahaya bagi pernapasan anak dibanding sumber lain.

  • Asap dapat memperburuk ISPA, asma, penyakit paru, dan kondisi kronis; IDAI menganjurkan adanya clean room, pemantauan kualitas udara, pembatasan aktivitas luar, serta perhatian medis pada tanda bahaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Paparan asap beracun bukan sekadar menyebabkan gangguan pernapasan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi memengaruhi perkembangan organ tubuh anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan anak. Sistem pernapasan anak yang belum berkembang sempurna membuat mereka lebih rentan terhadap partikel berbahaya di udara. Jika paparan terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat dan memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi tentang paparan asap beracun bisa merusak tubuh dan masa depan anak. Yuk, simak penjelasannya, Ma!

  1. Sistem Pernapasan Anak Rentan Terganggu akibat Paparan Asap Beracun

    Sistem pernapasan anak rentan terganggu akibat paparan asap karhutla
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terdampak kabut asap karena organ tubuh mereka, khususnya paru-paru dan saluran pernapasan, masih berkembang. Paparan asap karhutla yang mengandung berbagai partikel berbahaya dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan berpotensi memengaruhi perkembangan organ vital tersebut. 

    Dampaknya tidak hanya perlu diperhatikan saat kebakaran berlangsung, tetapi juga dalam kaitannya dengan kesehatan anak pada masa mendatang. IDAI menekankan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap kesehatan anak. 

    Paparan asap yang berulang atau berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan masalah kesehatan kronis. Karena itu, upaya mengurangi paparan asap menjadi penting untuk melindungi anak selama masa pertumbuhan.

  2. Partikel PM2.5 dapat Menembus Paru-paru hingga Aliran Darah

    Partikel PM2.5 dapat menembus paru-paru hingga aliran darah
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Salah satu komponen berbahaya dalam asap karhutla adalah PM2.5, yaitu partikel halus dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan mencapai aliran darah. Paparan PM2.5 dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan menimbulkan berbagai dampak kesehatan.

    Dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp.Respi(K), Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, menjelaskan bahwa PM2.5 dari asap karhutla disebut memiliki potensi bahaya hingga 10 kali lebih tinggi bagi pernapasan anak dibandingkan PM2.5 dari sumber lain. Hal ini berkaitan dengan komposisi kimianya yang memiliki potensi oksidasi dan memicu peradangan lebih tinggi. 

  3. Asap Beracun dapat Memperburuk Penyakit Pernapasan dan Kondisi Kronis

    Asap beracun dapat memperburuk penyakit pernapasan dan kondisi kronis
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Paparan asap karhutla tidak hanya berisiko memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tetapi juga dapat menyebabkan eksaserbasi akut, yaitu memburuknya gejala penyakit yang sudah dimiliki anak. Kondisi ini dapat terjadi pada anak dengan asma, bronkiektasis, maupun penyakit paru kronis lainnya.

    Anak dengan penyakit jantung bawaan atau riwayat displasia bronkopulmonal juga termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami perburukan kesehatan akibat paparan asap. Kondisi medis yang sudah ada membuat perlindungan dari polusi udara perlu menjadi perhatian khusus.

    Dr. Wahyuni menekankan pentingnya pemantauan ketat dan langkah pencegahan yang tepat, khususnya bagi anak yang memiliki riwayat penyakit kronis.

  4. Cara Melindungi Anak dari Paparan Asap Beracun Menurut IDAI

    Cara melindungi anak dari paparan asap beracun menurut IDAI
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    IDAI melalui UKK Respirologi mengimbau orangtua di wilayah terdampak karhutla untuk mengurangi paparan asap pada anak. Langkah pencegahan dapat dimulai dari rumah, dengan menjaga kualitas udara dalam ruangan dan membatasi aktivitas di luar ketika kualitas udara tidak sehat. 

    Berikut beberapa langkah yang dapat Mama lakukan, di antaranya:

    1. Siapkan clean room di rumah. Pilih satu ruangan dengan pintu dan jendela tertutup serta ventilasi yang minim selama kondisi berasap, lalu gunakan air purifier portabel untuk membantu menyaring udara.
    2. Pantau kualitas udara secara rutin. Periksa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI) melalui aplikasi maupun perangkat pemantau kualitas udara.
    3. Batasi aktivitas di luar ruangan. Kurangi kegiatan anak di luar rumah ketika kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat atau berbahaya.
    4. Gunakan masker yang sesuai. Jika anak terpaksa keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dengan usia dan ukurannya. Masker tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun.
    5. Kurangi sumber polusi di dalam rumah. Hindari merokok di dalam rumah dan batasi penggunaan kompor gas atau aktivitas lain yang dapat memperburuk kualitas udara.
    6. Siapkan obat untuk anak dengan penyakit kronis. Pastikan obat rutin dan inhaler pereda cepat (rescue inhaler) tersedia bagi anak yang membutuhkannya sesuai resep dokter.
    7. Kenali tanda bahaya. Segera cari bantuan medis jika anak mengalami kesulitan bernapas, sangat mengantuk, atau menolak makan dan minum.

    Paparan asap beracun karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat merusak tubuh dan masa depan anak. Dengan mengurangi paparan, Mama dapat membantu menjaga kesehatan pernapasan si Kecil selama masa pertumbuhannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More