Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Anak Minum Obat Bersama Susu? Ini Kata Dokter

4 min read
Bolehkah Anak Minum Obat Bersama Susu? Ini Kata Dokter
Magnific/rawpixel.com
  • Susu mengandung kalsium yang dapat menghambat penyerapan beberapa obat, tetapi parasetamol, obat batuk pilek, hampir semua vitamin, dan banyak antibiotik umumnya aman diminum berdekatan dengan susu.

  • Obat yang sebaiknya tidak dicampur susu meliputi antibiotik tetrasiklin dan kuinolon serta suplemen zat besi, karena penyerapannya dapat berkurang.

  • Pemberian obat paling tepat menggunakan air putih; bila dicampur susu atau makanan, gunakan porsi kecil yang habis dan cek aturan pakai kepada dokter atau apoteker.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika memiliki anak, orangtua dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya ketika anak susah minum obat. Sebagai orangtua, Mama dan Papa pun memikirkan banyak cara agar si Kecil mau meminum obatnya.

Terdapat beberapa cara yang digunakan orangtua untuk menghadapi kondisi ini, seperti mencampurkan obatnya ke susu agar bisa langsung diminum oleh si Kecil. Tetapi, pernahkah Mama bertanya-tanya, apakah tindakan tersebut aman dan efektif?

Lantas, bolehkah anak minum obat pakai susu? Yuk, Ma, simak informasi Popmama.com berikut ini untuk mengetahui jawabannya.


  1. Bolehkah Anak Minum Obat Pakai Susu?

    Bolehkah anak minum obat pakai susu?
    Pexels/HÂN NGUYỄN

    Melansir informasi yang diberikan dr. Miza Afrizal, Sp.A, BMedSci, M.Kes., dalam Instagramnya @mizaafrizal, susu memang memiliki kandungan kalsium, dan kalsium diketahui bisa memengaruhi penyerapan beberapa jenis obat di saluran cerna. Sehingga, obat menjadi sulit untuk diserap oleh tubuh.

    Namun, bukan berarti semua obat itu tidak boleh diminum bersamaan atau berdekatan dengan susu. Bahkan, sebagian besar obat yang rutin diberikan ke anak seperti parasetamol, obat batuk pilek, hingga hampir semua vitamin, sebenarnya aman diberikan jika diminum bersamaan atau berdekatan dengan susu.

    dr. Mirza menambahkan, memang benar bahwa ada sebagian kecil obat yang sebaiknya dijauhkan dari susu saat pemberiannya, karena beberapa jenis obat tersebut mengandung zat-zat yang bisa membuat penyerapannya berkurang jika diminum bersamaan atau berdekatan dengan susu. 

    Jadi, kalau Mama masih ragu tentang hal ini, boleh tanyakan langsung kepada dokter untuk mengetahui cara minum yang tepat.


  2. Obat Anak yang Boleh Dicampur Susu

    Obat anak yang boleh dicampur susu
    Magnific/wirestock

    Seperti yang dikatakan oleh dr. Mirza, sebagian besar obat yang rutin diberikan ke anak seperti parasetamol, obat batuk pilek, hingga hampir semua vitamin, sebenarnya aman diberikan jika diminum bersamaan atau berdekatan dengan susu.

    dr. Mirza menambahkan, bahkan sebagian besar antibiotik yang rutin atau sering diberikan ke anak-anak itu juga aman diberikan jika diminum bersamaan atau berdekatan dengan susu, Ma.

    Selain itu, beberapa jenis obat yang boleh dicampur susu seperti:

    • Suplemen lactobacillus 
    • Obat kortikosteroid, misalnya prednison
    • Obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), misalnya aspirin, diclofenac, dan ibuprofen

    Namun, Mama juga harus memperhatikan jumlah pemberian susu yang digunakan. Pasalnya, jika si Kecil tidak menghabiskan seluruh susu tersebut, dosis yang didapatkan tidak akan sesuai dengan seharusnya, sehingga kinerja obat tidak maksimal.

    Oleh karena itu, pemberian obat yang dicampur susu sebaiknya menggunakan jumlah susu yang kecil akan anak dapat menghabiskannya.

  3. Obat Anak yang Tidak Boleh Dicampur Susu

    Obat anak yang tidak boleh dicampur susu
    Pexels/Burst

    Selain beberapa jenis obat yang boleh dicampur susu, tentunya ada juga jenis obat yang tidak boleh dicampur oleh susu, seperti:

    • Antibiotik golongan tetrasiklin, merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu yang tidak dapat diatasi dengan antibiotik lain, seperti penisilin. Obat ini digunakan untuk menangani berbagai infeksi, mulai dari infeksi saluran pernapasan, usus, saluran kemih, dan kelenjar getah bening hingga infeksi menular seksual dan antraks. Namun, tetrasiklin umumnya tidak diberikan kepada anak di bawah usia 8 tahun karena dapat menyebabkan beberapa efek tertentu.
    • Antibiotik golongan kuinolon (quinolone), digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih dan pencernaan. Obat ini bekerja dengan menghambat perkembangbiakan bakteri. Efek samping yang dapat muncul salah satunya adalah pusing. Antibiotik ini umumnya tidak menjadi pilihan pertama untuk anak di bawah usia 18 tahun karena berisiko menimbulkan efek samping pada sendi.
    • Obat penambah darah, sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu karena obat ini mengandung zat besi. Agar penyerapannya lebih optimal, berikan obat sesuai petunjuk dokter dan hindari memberikannya bersamaan dengan minuman tersebut. Buah yang kaya vitamin C, seperti jeruk, dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

  4. Cara Memberikan Obat yang Tepat untuk Anak

    Cara memberikan obat yang tepat untuk anak
    Magnific/pressfoto

    Sebenarnya, cara memberikan obat yang paling tepat untuk anak adalah dikonsumsi bersamaan dengan air putih, Ma. Tetapi, jika kondisinya tidak memungkinkan, maka Mama bisa menggunakan beberapa cara untuk mengatasinya.

    Sebelum memberikan obat kepada Si Kecil dengan mencampurkannya ke dalam makanan atau minuman, termasuk susu, pastikan Mama dan Papa sudah memeriksa aturan pakainya. Sebab, tidak semua obat boleh dicampur atau dikonsumsi bersamaan dengan susu, ya.

    Jika obat terlalu besar untuk ditelan, jangan langsung menggerus tablet atau membuka kapsul. Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker apakah obat boleh dihancurkan dan dicampur dengan sedikit air. Jika diperbolehkan, pastikan larutan diminum hingga habis.

    Obat juga bisa dicampurkan ke dalam sedikit makanan jika diizinkan. Namun, hindari makanan yang mengandung banyak susu karena dapat mengganggu penyerapan obat. Jika si Kecil masih rutin minum susu formula, tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai jarak waktu yang tepat antara minum susu dan obat karena aturannya berbeda-beda, termasuk untuk parasetamol.

    Jika si Kecil terus menolak minum obat, ceritakan kondisi tersebut kepada dokter agar bisa dicarikan alternatif yang lebih mudah diberikan. Dengan begitu, Mama dan Papa dapat memastikan obat dikonsumsi dengan cara yang tepat tanpa mengurangi efektivitasnya.

    Nah, itu dia informasi mengenai bolehkah anak minum obat pakai susu. Mama perlu ingat jika obat yang dicampur dengan susu bukanlah solusi utama ketika si Kecil enggan mengonsumsi obatnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More