Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Memukul Kepala? Ini Penyebabnya

4 min read
Kenapa Bayi Suka Memukul Kepala? Ini Penyebabnya
Popmama.com/Marelda Ananda Kesuma Putri/AI
  • Bayi dapat memukul kepala sebagai stimulasi diri, ekspresi emosi, cara mencari perhatian, respons terhadap nyeri, atau bagian dari eksplorasi tumbuh kembang.

  • Orangtua disarankan mengamankan lingkungan, mengenali pemicu, menenangkan bayi, mengalihkan perhatian secara positif, serta membantu mengenalkan emosi dengan kata-kata sederhana.

  • Konsultasi dokter diperlukan bila perilaku sangat intens hingga cedera, berlanjut setelah usia tiga tahun, disertai gangguan tidur, penurunan nafsu makan, regresi kemampuan, atau keterlambatan perkembangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah Mama melihat Si Kecil tiba-tiba memukul kepalanya sendiri? Perilaku ini bisa muncul dalam situasi tertentu dan bahkan dilakukan berulang kali. Melihat si Kecil melakukan hal tersebut tentu bisa membuat Mama khawatir akan kondisinya.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami apa yang mungkin melatarbelakangi perilaku tersebut agar dapat menyikapinya dengan tepat.

Lantas, kenapa bayi suka memukul kepala? Simak penjelasannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.

  1. Kenapa Bayi Suka Memukul Kepala?

    Kenapa bayi suka memukul kepala?
    Pexels/Mouli Ghosh

    Sebagai orangtua, Mama dan Papa perlu memahami alasan yang mendasari perilaku si Kecil yang satu ini.

    Berikut beberapa penyebab utama bayi suka memukul kepalanya sendiri, di antaranya seperti:

    • Sebagai bentuk stimulasi atau kenyamanan diri. Gerakan memukul kepala yang dilakukan berulang merupakan bentuk stimulasi bagi bayi. Gerakan ini dapat memberikan ia sensasi yang menenangkan serta membantunya untuk merasa nyaman. Hal ini bisa terlihat saat bayi sedang berusaha untuk tidur maupun saat merasa cemas.
    • Bentuk ekspresi emosi. Memukul kepala merupakan salah satu cara untuk bayi melampiaskan emosi yang kuat, seperti marah, kesal, frustrasi, atau bahkan rasa senang dengan tindakan fisik. Sebab, bayi belum mampu untuk berkomunikasi secara verbal, sehingga mereka menggunakan cara ini untuk mengekspresikan suasana hati yang dirasakan.
    • Mencari perhatian orang–orang di sekitarnya. Sebagian bayi belajar bahwa memukul kepala merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian orang dewasa
    • Meredakan rasa nyeri. Saat bayi merasakan nyeri, misalnya saat sedang tumbuh gigi atau mengalami infeksi telinga, mereka mungkin akan memukul kepala sebaga cara untuk meredakan rasa nyeri itu. Tekanan dari pukulan yang dilakukan mungkin bisa mengalihkan perhatian mereka dari nyeri yang dirasakan.
    • Bagian dari eksplorasi tahap tumbuh kembang. Memukul kepala pada sebagian bayi hanyalah salah satu bagian dari eksplorasi tubuh dan lingkungan. Seiring berjalannya waktu dan kemampuan komunikasi yang meningkat, tindakan ini biasanya akan berkurang dan hilang dengan sendirinya.

  2. Cara Menangani Bayi yang Suka Memukul Kepala

    Cara menangani bayi yang suka memukul kepala
    Magnific/freepic.diller

    Jika si Kecil sering memukul kepalanya sendiri, Mama bisa melakukan beberapa cara berikut untuk menjaga keamanannya:

    • Pastikan lingkungan aman. Jauhkan benda keras atau tajam dari area bermain dan tempat tidur bayi untuk mengurangi risiko cedera.
    • Alihkan perhatian dengan positif. Ajak Si Kecil bermain, berbicara, atau berikan mainan yang menarik perhatiannya.
    • Kenali pemicunya. Perhatikan kapan perilaku ini muncul, misalnya saat bayi lelah, lapar, kesal, atau sedang tumbuh gigi.
    • Berikan kenyamanan. Tenangkan bayi dengan pelukan, sentuhan lembut, atau musik yang menenangkan. Mama juga bisa menawarkan mainan yang aman untuk mengalihkan perilakunya.
    • Bantu mengekspresikan emosinya. Gunakan kata-kata sederhana saat berbicara dengan Si Kecil untuk membantu mengenalkan perasaan, seperti senang, sedih, atau kesal.

  3. Cara Mencegah Bayi Suka Memukul Kepala

    Cara mencegah bayi suka memukul kepala
    Pexels/Nothing Ahead

    Ma, meski perilaku bayi yang suka memukul kepalanya tak selalu dapat dicegah sepenuhnya, tetapi ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengurangi frekuensinya, seperti:

    • Memberikan stimulasi yang cukup saat siang hari. Ajak si Kecil bermain dan berinteraksi sesuai usianya untuk membantu memenuhi kebutuhan stimulasi selama beraktivitas di siang hari.
    • Tanggapi dengan tenang. Hindari memberikan reaksi yang berlebihan. Tetap tenang, pastikan bayi aman, lalu alihkan perhatiannya dengan lembut.
    • Perhatikan kondisi kesehatannya. Jika bayi sering memukul kepala, amati apakah ada tanda ketidaknyamanan, seperti menarik telinga atau rewel. Konsultasikan dengan dokter jika Mama mencurigai adanya nyeri atau masalah kesehatan.
    • Terapkan rutinitas tidur. Biasakan jadwal tidur yang konsisten dan suasana yang menenangkan agar bayi lebih nyaman saat beristirahat.

  4. Kapan Orangtua Harus Waspada?

    Kapan orangtua harus waspada?
    Pexels/Vanessa Loring

    Meskipun kondisi ini umumnya merupakan hal yang normal, namun tetap ada kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Mama dan Papa perlu memeriksakan si Kecil ke dokter jika kebiasaan memukul kepala terjadi secara berlebihan atau dengan intensitas tinggi hingga menyebabkan cedera. 

    Pemeriksaan juga diperlukan jika perilaku ini berlanjut setelah usia 3 tahun, disertai dengan kesulitan tidur, penurunan nafsu makan, kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, atau mengalami keterlambatan perkembangan lainnya. 

    Selain itu, segera konsultasikan kondisi si Kecil jika ia tampak tidak responsif terhadap lingkungan maupun interaksi sosial, ya.

    Itu penjelasan kenapa bayi suka memukul kepala. Tetap pantau gerakan si Kecil saat memukul kepalanya agar ia terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More