Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Panduan Takaran Pasta Gigi Berfluoride untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

4 min read
Panduan Takaran Pasta Gigi Berfluoride untuk Bayi di Bawah 1 Tahun
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Pasta gigi berfluoride dapat digunakan sejak gigi pertama tumbuh, umumnya usia 6–12 bulan, untuk memperkuat email dan membantu mencegah karies pada gigi susu yang lebih rentan rusak.

  • Untuk bayi di bawah 1 tahun yang sudah bergigi, gunakan pasta gigi berfluoride minimal 1.000 ppm seukuran sebutir beras.

  • Pasta gigi perlu dipakai secukupnya karena bayi berisiko menelannya; paparan fluoride berlebihan berulang dapat memicu fluorosis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memahami waktu yang tepat untuk mulai menggunakan pasta gigi berfluoride menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi si Kecil. Penggunaannya dapat dimulai sejak gigi pertama tumbuh, yang umumnya terjadi pada usia 6–12 bulan. 

Dokter Spesialis Gigi Anak, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, QOM-D, melalui salah satu unggahan di Instagram @uncle.ho_dentist, membagikan panduan penggunaan pasta gigi berfluoride untuk membantu mencegah karies pada anak. Selain memilih pasta gigi yang tepat, orangtua juga perlu mengetahui takaran yang sesuai dengan usia si Kecil.

Berikut Popmama.com telah merangkum panduan takaran pasta gigi berfluoride untuk bayi di bawah 1 tahun. Yuk, simak penjelasannya!

  1. Fluoride Membantu Mencegah Karies sejak Gigi Pertama Tumbuh

    Fluoride membantu mencegah karies sejak gigi pertama tumbuh
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Fluoride merupakan mineral yang berperan penting dalam menjaga kekuatan gigi dan membantu mencegah karies atau gigi berlubang. Kandungan ini bekerja dengan memperkuat email, yaitu lapisan terluar gigi yang melindungi bagian dalamnya dari kerusakan.

    Saat anak makan atau minum, bakteri di dalam mulut dapat mengolah gula menjadi asam. Paparan asam secara berulang bisa mengikis mineral pada email gigi dan menjadi awal terbentuknya karies. Fluoride membantu proses remineralisasi, yaitu mengembalikan mineral yang hilang pada tahap awal kerusakan email, sehingga gigi menjadi lebih tahan terhadap serangan asam.

    Perlindungan ini penting sejak gigi susu mulai tumbuh. Pasalnya, lapisan email gigi susu lebih tipis, sekitar 50 persen dibandingkan gigi tetap, sehingga lebih rentan mengalami kerusakan. Jika tidak dirawat dengan baik, karies pada gigi susu dapat berkembang dengan cepat.

    Menurut pedoman American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), penggunaan fluoride untuk membantu mencegah karies direkomendasikan sejak usia 6 bulan hingga 16 tahun. Jenis, dosis, dan metode penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia serta risiko karies masing-masing anak.

  2. Takaran Pasta Gigi Berfluoride untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

    Takaran pasta gigi berfluoride untuk bayi di bawah 1 tahun
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi belum mampu berkumur dan meludah dengan sempurna, sehingga berisiko menelan pasta gigi ketika menyikat gigi. Karena itu, penggunaan dalam jumlah kecil tetap penting untuk mendapatkan manfaat fluoride sekaligus membatasi jumlah yang mungkin tertelan.

    Untuk bayi di bawah usia 1 tahun yang sudah tumbuh gigi, Mama dapat mulai menyikat giginya menggunakan pasta gigi berfluoride dengan konsentrasi minimal 1.000 ppm. Gunakan pasta gigi seukuran sebutir beras, dengan tetap menyesuaikan penggunaannya berdasarkan anjuran dokter gigi anak.

  3. Mekanisme Fluoride dalam Merawat Kesehatan Gigi Anak

    Mekanisme fluoride dalam merawat kesehatan gigi anak
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Manfaat fluoride tidak hanya berkaitan dengan pencegahan gigi berlubang, tetapi juga dengan kemampuan gigi mempertahankan kekuatannya ketika terpapar asam. Ada dua mekanisme utama yang perlu Mama ketahui.

    Pertama, fluoride membantu proses remineralisasi pada email gigi. Ketika email kehilangan mineral akibat paparan asam, fluoride mendukung pengembalian mineral pada tahap awal kerusakan. Proses ini membantu memperlambat perkembangan kerusakan sebelum terbentuk lubang pada gigi.

    Kedua, fluoride membuat mineral pada permukaan gigi lebih tahan terhadap serangan asam. Dengan begitu, email gigi tidak mudah mengalami pelarutan mineral ketika mulut terpapar asam dari aktivitas bakteri maupun makanan dan minuman.

  4. Apa Risikonya jika Terlalu Banyak Fluoride?

    Risikonya jika terlalu banyak fluoride
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Meskipun bermanfaat bagi kesehatan gigi, penggunaan fluoride tetap perlu memperhatikan takaran. Anak yang berulang kali menelan pasta gigi dalam jumlah berlebihan selama masa pembentukan gigi tetap berisiko mengalami fluorosis gigi.

    Fluorosis terjadi ketika paparan fluoride berlebihan memengaruhi pembentukan email gigi. Kondisi ini dapat menimbulkan perubahan tampilan gigi tetap yang sedang berkembang di dalam gusi, misalnya berupa bercak putih. Pada kasus yang lebih berat, perubahan warna dapat tampak kecokelatan dan permukaan email bisa mengalami perubahan tekstur.

  5. Pentingnya Menyikat Gigi Anak Dua Kali Sehari, Terutama saat Malam

    Pentingnya menyikat gigi anak dua kali sehari
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Mama dapat membiasakan si Kecil menyikat gigi dua kali sehari untuk membantu mencegah karies. Kebiasaan ini penting terutama pada malam hari karena produksi air liur berkurang saat tidur, sehingga sisa gula lebih mudah menempel pada gigi dan memicu aktivitas bakteri penyebab karies.

    Setelah gigi pertama tumbuh, paparan ASI atau susu formula yang sering dan berkepanjangan pada malam hari juga dapat meningkatkan risiko karies. Karena itu, Mama perlu menjaga kebersihan gigi si Kecil secara rutin, terutama sebelum tidur.

    Nah, itu dia panduan takaran pasta gigi berfluoride untuk bayi di bawah 1 tahun. Semoga informasi ini membantu, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More