“Mama, Papa, memasukkan sendok, memberi kopi, atau menahan paksa saat anak kejang itu sangat berbahaya. Bisa memicu tersedak dan cedera,” ujar dr. Yuni.
Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut saat Anak Kejang Demam, Ini Bahayanya

Jangan masukkan sendok, makanan, minuman, obat, atau kopi ke mulut anak saat kejang; jangan menahan tubuh atau memandikannya karena berisiko tersedak dan cedera.
Saat kejang, tetap tenang, jauhkan benda berbahaya, beri alas lembut di kepala, longgarkan pakaian, dan miringkan kepala anak yang tidak sadar. Catat durasi atau rekam bila tetap aman.
Segera ke IGD atau panggil ambulans bila kejang lebih dari lima menit, pertama kali terjadi, terjadi di air, berulang, anak sulit bernapas, atau tidak sadar setelah kejang berhenti.
Saat anak mengalami kejang demam, tidak sedikit orangtua yang panik dan langsung melakukan berbagai cara untuk menghentikan kejang.
Salah satu tindakan yang masih sering dilakukan adalah memasukkan sendok ke dalam mulut anak karena dianggap dapat mencegah lidah tergigit. Padahal, cara tersebut justru bisa membahayakan si Kecil.
Melalui Instagram pribadinya @dryunianak, dr. Yuni Astria, Sp.A menjelaskan bahaya memasukkan sendok ke mulut saat anak kejang demam, dan apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari saat anak mengalami kejang.
Agar Mama tidak bingung ketika menghadapi situasi darurat ini, Popmama.com telah merangkum informasi pentingnya berikut ini.
Table of Content
Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut saat Anak Sedang Kejang

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan pernah memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak saat kejang sedang berlangsung. Menurut dr. Yuni, tindakan ini tidak membantu menghentikan kejang, justru dapat meningkatkan risiko cedera.
Selain tidak memasukkan sendok, Mama dan Papa juga tidak dianjurkan memberikan makanan, minuman, maupun obat melalui mulut selama anak masih kejang. Hindari pula menahan gerakan tubuh anak secara paksa karena dapat membahayakan si Kecil.
dr. Yuni juga mengingatkan agar anak tidak dimandikan saat kejang sedang berlangsung dengan tujuan menurunkan suhu tubuh. Pada kondisi ini, yang terpenting adalah memastikan anak tetap aman hingga kejang berhenti.
Fokus Menjaga Keselamatan Anak selama Kejang Berlangsung

Meski situasinya membuat panik, usahakan Mama dan Papa tetap tenang agar dapat memberikan pertolongan dengan tepat. Jika memungkinkan dan tidak mengurangi pengawasan terhadap anak, catat waktu mulai kejang serta rekam video menggunakan ponsel. Rekaman tersebut dapat membantu dokter mengenali jenis kejang dan menentukan penanganan yang sesuai.
Selama kejang berlangsung, jauhkan benda-benda yang berisiko melukai anak. Letakkan alas yang lembut di bawah kepalanya, lalu longgarkan pakaian yang terasa ketat agar anak lebih nyaman.
Apabila anak tidak sadar, miringkan kepalanya ke salah satu sisi agar lendir dapat keluar dengan lebih mudah. Berikan juga ruang yang cukup untuk anak dan hindari mengerumuninya agar penanganan bisa dilakukan dengan aman.
“Pertama, upayakan tetap tenang jika memungkinkan lakukan video pada saat anak kejang dan catat waktu kejang. Kedua, jauhkan benda berbahaya di sekitarnya. Beri alas lembut di bawah kepala dan longgarkan pakaian si kecil. Ketiga, jika anak tidak sadar, miringkan kepalanya agar lendir keluar,” jelas dr. Yuni.
Perlu diingat, jika merekam video justru membuat pengawasan terhadap anak berkurang atau menimbulkan risiko, utamakan keselamatan anak terlebih dahulu.
Segera Cari Pertolongan Medis bila Muncul Tanda-tanda Darurat

Setelah kejang berhenti, posisikan tubuh anak miring ke salah satu sisi. Jika sebelumnya dokter telah membekali obat kejang yang diberikan melalui dubur, obat tersebut hanya diberikan ketika kejang masih berlangsung sesuai anjuran dokter.
Selain itu, Mama dan Papa juga perlu mengenali kondisi yang mengharuskan anak segera dibawa ke IGD atau memanggil ambulans.
“Kapan harus segera ke IGD atau panggil ambulans? Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, kejang adalah pertama kalinya, kejang terjadi di dalam air, bahkan anak kesulitan bernafas, atau anak tidak kunjung bangun setelah kejang berhenti,” kata dr. Yuni.
Itu tadi alasan perlu menghindari memasukkan sendok ke mulut saat anak aPertolongan medis juga perlu segera dicari apabila kejang berlangsung lama, terjadi berulang, atau anak tetap tidak sadar setelah kejang berhenti. Dengan begitu, anak bisa segera mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisinya.





















