Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Pengharum Ruangan Aman untuk Bayi? Ini Penjelasannya

4 min read
Apakah Pengharum Ruangan Aman untuk Bayi? Ini Penjelasannya
Pexels/Polina Tankilevitch
  • Pengharum ruangan dan lilin wangi umumnya aman untuk pemakaian biasa, tetapi produk berwangi sebaiknya tidak digunakan di kamar atau area tidur bayi baru lahir.

  • Paparan berulang dapat mengiritasi saluran napas dan melepaskan senyawa kimia ke udara; aerosol, gel, manik-manik, serta reed diffuser berisiko bila terhirup atau tertelan.

  • Untuk menjaga kamar bayi tetap segar, hilangkan sumber bau dan buka jendela; bila memakai pewangi, batasi penggunaan, pilih bentuk aman, serta simpan jauh dari jangkauan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bau tidak sedap mengendap di kamar si Kecil. Refleks, tangan Mama langsung meraih botol pewangi yang tergeletak di rak untuk mengharumkan ruangan.

Namun, setelah memencet pengharum ruangan, Mama bertanya-tanya dalam hati tentang keamanan pengharum ruangan untuk kesehatan si Kecil.

Nah, untuk menjawab pertanyaan Mama, berikut Popmama.com mengulas apakah pengharum ruangan aman untuk bayi? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Pengharum Ruangan Aman untuk Bayi?

    Apakah Pengharum Ruangan Aman untuk Bayi?
    Pexels/Artem Podrez

    Jawabannya, tergantung pada jenis produk dan cara memakainya. Menurut Nationwide Children’s Hospital, pengharum ruangan dan lilin wangi umumnya cukup aman untuk pemakaian biasa. 

    Untuk kamar bayi, disarankan agar produk berwangi tidak dipakai di kamar atau area tidur bayi baru lahir, karena paru-parunya masih berkembang dan paparan iritan tidak memberi manfaat apa pun.

    Melansir Poison Control, menghirup sedikit pengharum ruangan biasanya tidak berbahaya. Meski begitu, ada kekhawatiran soal dampak pemakaian berulang bagi lingkungan dan kesehatan tubuh. Jadi, harus diperhatikan dengan baik pemakaiannya.

  2. Apa Risiko Pengharum Ruangan bagi Kesehatan Bayi?

    Apa Risiko Pengharum Ruangan bagi Kesehatan Bayi?
    Pexels/https://kaboompics.com/

    Risikonya memang tidak selalu terlihat. Sering kali ia datang pelan-pelan lewat udara yang dihirup si Kecil setiap hari. Berikut beberapa risikonya.

    • Memicu iritasi pada saluran napas
      Nationwide Children’s Hospital menyebut pengharum ruangan melepaskan berbagai bahan kimia ke udara dalam ruangan. Paparan itu, bahkan dalam situasi normal, bisa mengiritasi saluran napas.

    • Melepaskan senyawa kimia yang mencemari udara
      Menurut Poison Control, pengharum ruangan melepaskan senyawa organik yang mudah menguap ke udara. Senyawa ini gampang berubah menjadi uap atau gas pada suhu ruangan.

    • Diare dan sakit telinga pada bayi
      Mengutip The Independent, adanya kaitan antara penggunaan pengharum ruangan dan aerosol secara rutin dengan meningkatnya keluhan kesehatan, seperti diare dan sakit telinga pada bayi. 

    • Berbahaya bila tertelan atau terkena kulit dan mata
      Poison Control menyebut manik-manik gel dan cairan reed diffuser sebagai yang paling berisiko bila tertelan oleh anak. Gejalanya bisa serius karena bahan kimianya cukup kuat. Terkena kulit atau mata pun bisa menimbulkan iritasi dan kemerahan.

  3. Jenis Pengharum Ruangan yang Perlu Dihindari

    Jenis Pengharum Ruangan yang Perlu Dihindari
    Pexels/Karen Laårk Boshoff

    Dari risiko-risiko tadi, sebenarnya sudah terbayang produk mana yang sebaiknya tidak mampir ke kamar si Kecil. Berikut daftarnya.

    • Semprotan aerosol
      Nationwide Children’s Hospital menyebut aerosol sebagai jenis yang paling mudah mengiritasi, karena memakai gas pendorong dan bahan kimia untuk menyebarkan partikel kecil ke udara. Partikel halus itu bisa terhirup dan memicu gejala.

    • Gel atau manik-manik pewangi
      Menurut Poison Control, manik-manik gel termasuk yang paling berbahaya karena mudah tertelan, bisa tertelan dalam jumlah banyak, dan mengandung cukup banyak VOC (Volatile Organic Compound) atau senyawa organik volatil untuk menimbulkan efek serius. 

    • Reed diffuser dengan wadah terbuka
      Mengutip Poison Control, cairan reed diffuser berbahaya bagi anak karena wadahnya dipajang dengan mulut terbuka. Akibatnya, minyak wangi yang larut dalam isopropil alkohol bisa tertelan dalam jumlah besar.

    • Pengharum otomatis dan lilin wangi
      Melansir Poison Control, semprotan otomatis yang mengandung bahan mudah terbakar bisa tersulut bila berdekatan dengan api.

  4. Bagaimana Cara Aman Membuat Kamar Bayi Tetap Wangi?

    Bagaimana Cara Aman Membuat Kamar Bayi Tetap Wangi?
    Pexels/Ryszard Zaleski

    Lalu, apakah kamar si Kecil harus pasrah beraroma popok? Tentu tidak, Ma. Ada cara yang lebih bersahabat bagi napas si Kecil. Melansir Nationwide Children’s Hospital, berikut beberapa caranya.

    • Temukan dan singkirkan sumber bau di kamar
      Daripada menutupi bau, cobalah mencari tahu dari mana asalnya. Apabila sumber bau bisa dikenali lalu dihilangkan atau dicegah, pengharum ruangan tidak lagi diperlukan.

    • Buka jendela dan biarkan udara segar masuk
      Mengalirkan udara luar ke dalam rumah terbukti membantu mengurangi gejala yang berkaitan dengan asma, alergi, dan infeksi.

    • Pakai pewangi seperlunya dan jauh dari kamar bayi
      Disarankan agar produk berwangi tidak dipakai di kamar atau area tidur bayi baru lahir. Kalau Mama tetap ingin memakainya, batasi pemakaian di seluruh rumah dan hindari paparan langsung.

  5. Tips Memilih Pengharum Ruangan yang Aman untuk Bayi

    Tips Memilih Pengharum Ruangan yang Aman untuk Bayi
    Pexels/Michelangelo Buonarroti

    Setelah paham jenis yang perlu dihindari dan cara-cara alternatifnya, mungkin Mama tetap ingin menyediakan satu produk untuk rumah. Berikut tipsnya.

    • Periksa label dan hindari wewangian sintetis
      Menurut Healthline, Mama disarankan untuk memeriksa label untuk memastikan produk berisi bahan murni dan tidak dipalsukan. Wewangian sintetis, berbeda dari minyak atsiri, tidak memiliki manfaat kesehatan, dan bisa mengiritasi kulit.

    • Pilih bentuk yang tidak mudah tertelan atau tumpah
      Menurut Poison Control, pengharum padat berbentuk kerucut, yang pewanginya tertanam dalam lilin, kecil kemungkinannya menimbulkan gejala bila tertelan. Jumlah yang bisa tertelan memang terbatas oleh lilinnya.

    • Perhatikan cara memasang dan menyimpannya
      Mengutip Poison Control, disarankan agar pengharum ruangan disimpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak. Produk plug-in pun sebaiknya dipasang di stopkontak yang tidak berada setinggi lantai.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apakah pengharum ruangan aman untuk bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Related Articles

See More