Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Normalkah Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Kenali Penyebabnya

5 min read
Normalkah Bayi Sering Menjulurkan Lidah? Kenali Penyebabnya
Pexels.com/eduardo199o9
  • Bayi sering menjulurkan lidah umumnya normal karena refleks alami sejak lahir, kebiasaan, atau respons saat lapar, kenyang, mengalami gas, dan beradaptasi dengan MPASI.

  • Lidah yang sering menonjol juga dapat berkaitan dengan lidah besar, rahang kecil, tonus otot rendah, bernapas lewat mulut, maupun benjolan atau pembengkakan di mulut.

  • Periksakan ke dokter anak bila disertai kesulitan menyusu atau menelan, air liur berlebihan, tubuh sangat lemas, gangguan napas, benjolan mulut, atau keterlambatan perkembangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada berbagai tingkah si Kecil yang terkadang membuat Mama penasaran, salah satunya ketika bayi terlihat sering menjulurkan lidah.

Pasalnya, bayi memiliki beragam cara untuk menunjukkan respons terhadap lingkungan di sekitarnya, termasuk melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah.

Meski begitu, Mama mungkin masih ingin memastikan apakah kebiasaan menjulurkan lidah merupakan bagian dari tumbuh kembang bayi atau perlu mendapat perhatian khusus.

Lantas, normalkah bayi sering menjulurkan lidah? Melansir dari Healthline, yuk simak penjelasan Popmama.com berikut ini.

  1. 1. Bayi sedang bermain dan meniru ekspresi

    Bayi sedang bermain dan meniru ekspresi
    Magnific.com/jcomp

    Bayi menjulurkan lidah bisa menjadi cara mereka bermain dan bereksplorasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi berusia beberapa minggu sudah dapat meniru ekspresi wajah orang dewasa, termasuk menjulurkan lidah.

    Seiring bertambahnya usia, kemampuan bayi meniru gerakan dan ekspresi orang di sekitarnya juga berkembang. Jadi, jika si Kecil menjulurkan lidah saat berinteraksi dengan Mama dan Papa, hal ini bisa menjadi bagian dari proses belajarnya.

  2. 2. Bayi masih memiliki refleks alami

    Bayi masih memiliki refleks alami
    Pexels.com/freestocks.org

    Sejak lahir, bayi memiliki refleks menjulurkan lidah atau tongue-thrust reflex. Refleks ini membantu bayi menyusu dari payudara maupun botol dengan mendorong lidah ke depan.

    Biasanya, refleks tersebut mulai menghilang saat bayi berusia 4–6 bulan. Namun, beberapa bayi masih sering menjulurkan lidah karena kebiasaan atau tertarik dengan sensasi gerakan tersebut.

  3. 3. Bayi sedang lapar atau sudah kenyang

    Bayi sedang lapar atau sudah kenyang
    Pexels.com/Yan Krukau

    Menjulurkan lidah bisa menjadi salah satu isyarat bayi sedang lapar atau kenyang. Karena itu, Mama perlu memperhatikan tanda-tanda lainnya.

    Saat lapar, bayi mungkin mengepalkan tangan, memasukkan tangan ke mulut, menoleh ke arah payudara atau botol susu, serta mengecapkan bibir.

    Sementara itu, bayi yang sudah kenyang biasanya memalingkan kepala dari makanan, berhenti mengisap, atau menolak menyusu. Dengan mengenali isyarat tersebut, Mama dapat lebih memahami kebutuhan si Kecil.

  4. 4. Bayi memiliki ukuran lidah yang lebih besar

    Bayi memiliki ukuran lidah yang lebih besar
    Pexels.com/Renjith Tomy Pkm

    Bayi yang memiliki lidah lebih besar daripada rata-rata mungkin lebih sering menjulurkannya. Kondisi ini disebut makroglosia.

    Makroglosia dapat disebabkan oleh faktor genetik, kelainan perkembangan pembuluh darah atau otot lidah, maupun kondisi medis seperti hipotiroidisme.

    Kondisi ini juga dapat menjadi salah satu tanda sindrom Down atau sindrom Beckwith-Wiedemann.

    Jika lidah si Kecil tampak terlalu besar hingga sulit masuk ke dalam mulut, disertai air liur berlebihan, kesulitan menelan, atau kesulitan menyusu, segera konsultasikan kepada dokter anak.

  5. 5. Bayi memiliki ukuran mulut atau rahang yang kecil

    Bayi memiliki ukuran mulut atau rahang yang kecil
    Pexels.com/Polina Tankilevitch

    Ukuran mulut atau rahang yang lebih kecil juga dapat membuat lidah bayi tampak menonjol. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkannya adalah mikrognatia, yaitu ukuran rahang yang lebih kecil daripada biasanya.

    Kondisi ini bisa terjadi karena faktor genetik atau berkaitan dengan sindrom tertentu, seperti sindrom Pierre Robin. Kelainan struktur mulut, termasuk celah bibir atau celah langit-langit, juga dapat memengaruhi posisi lidah.

    Jika lidah si Kecil terus terlihat menonjol, terutama jika disertai kesulitan menyusu, sebaiknya periksakan kondisinya kepada dokter.

  6. 6. Bayi memiliki tonus otot yang rendah

    Bayi memiliki tonus otot yang rendah
    Pexels.com/https://kaboompics.com/

    Tonus otot merupakan tingkat ketegangan dasar otot saat tubuh beristirahat. Jika tonus otot bayi rendah, otot di sekitar mulut dan lidah mungkin kesulitan mempertahankan posisi seperti biasanya sehingga lidah lebih mudah menjulur.

    Kondisi ini dapat berkaitan dengan sindrom Down, sindrom DiGeorge, atau cerebral palsy. Meski begitu, bayi yang sesekali menjulurkan lidah tidak serta-merta mengalami gangguan tonus otot.

    Mama perlu mewaspadai tanda lain, seperti tubuh yang terasa sangat lemas, kesulitan menyusu, atau keterlambatan perkembangan. Jika menemukannya, konsultasikan kepada dokter anak.

  7. 7. Bayi bernapas melalui mulut

    Bayi bernapas melalui mulut
    Pexels.com/Mohd Aimi Mustaqim

    Bayi umumnya bernapas melalui hidung. Namun, hidung tersumbat atau pembesaran amandel dan adenoid dapat membuat bayi lebih sering bernapas melalui mulut sehingga lidah tampak menonjol.

    Perhatikan juga tanda lain, seperti hidung mengembang saat bernapas atau munculnya suara napas yang tidak biasa.

    Jika si Kecil tampak kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis. Sementara itu, gangguan pernapasan yang berulang atau hidung tersumbat berkepanjangan perlu diperiksakan kepada dokter.

  8. 8. Bayi sedang mengalami gas di saluran pencernaan

    Bayi sedang mengalami gas di saluran pencernaan
    Pexels.com/Mohd Aimi Mustaqim

    Gas merupakan bagian normal dari proses pencernaan bayi. Namun, sebagian bayi menunjukkan reaksi lebih jelas saat merasa tidak nyaman, seperti menangis, meringis, tersenyum, atau menjulurkan lidah.

    Meski demikian, menjulurkan lidah saja tidak cukup untuk memastikan bayi mengalami gas. Mama juga bisa memperhatikan tanda lain, seperti perut kembung atau bayi sering kentut.

    Jika si Kecil terus menangis, sulit menyusu, atau menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, konsultasikan kepada dokter anak.

  9. 9. Terdapat benjolan atau pembengkakan di dalam mulut

    Terdapat benjolan atau pembengkakan di dalam mulut
    Pexels.com/Sarah Chai

    Benjolan atau pembengkakan di dalam mulut dapat mendorong lidah bayi ke depan sehingga tampak lebih menonjol. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kista kelenjar ludah atau infeksi. 

    Meski sangat jarang, massa di dalam mulut juga dapat disebabkan oleh kondisi yang lebih serius.

    Mama perlu memperhatikan tanda lain, seperti air liur berlebihan, kesulitan atau rasa sakit saat menyusu, menolak makan, maupun benjolan yang terlihat di dalam mulut.

    Jika menemukan tanda tersebut, segera konsultasikan kepada dokter anak untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

  10. 10. Bayi belum siap mengonsumsi makanan padat

    Bayi belum siap mengonsumsi makanan padat
    Pexels.com/Sarah Chai

    MPASI umumnya mulai diperkenalkan saat bayi berusia sekitar 6 bulan, sesuai dengan kesiapan perkembangannya. Jika belum siap menerima makanan padat, bayi mungkin menjulurkan lidah untuk mendorong makanan keluar dari mulut.

    Hal ini bisa terjadi karena refleks mendorong lidah masih ada atau koordinasi mulut bayi belum berkembang sepenuhnya. Bayi juga mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan rasa dan tekstur makanan baru.

    Jika si Kecil terus mendorong makanan keluar, Mama dapat mencoba kembali beberapa waktu kemudian tanpa memaksanya. Namun, jika bayi terus mengalami kesulitan makan, konsultasikan kepada dokter anak.

    Itulah penjelasan mengenai normalkah bayi sering menjulurkan lidah. Jangan ragu berkonsultasi kepada dokter anak jika menemukan tanda yang mengkhawatirkan agar si Kecil mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Related Articles

See More