Obat penurun demam adalah pilihan jika demam membuat bayi merasa tidak nyaman. Asetaminofen atau ibuprofen akan membantu menurunkan demam. (Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan atau untuk anak-anak yang mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus.)
Namun diskusikan mengenai penggunaan obat penurun demam untuk bayi dengan dokter, ya, Ma.
Saat memberikan obat:
Berhati-hatilah dengan dosisnya. Berat badan bayi akan menentukan dosis yang tepat. Selalu gunakan alat pengukur yang disertakan dengan obat untuk memberikan jumlah yang tepat kepada bayi.
Jangan memberikan obat penurun demam lebih sering dari yang dianjurkan. Petunjuk penggunaan mungkin akan menyatakan bahwa Mama dapat memberikan asetaminofen setiap 4 jam (hingga maksimal 5 kali sehari) dan ibuprofen setiap 6 jam (hingga maksimal 4 kali sehari).
Jangan memberikan aspirin kepada bayi. Aspirin dapat membuat anak lebih rentan terhadap sindrom Reye, suatu gangguan langka tetapi berpotensi fatal.
Jangan memberikan obat batuk dan pilek yang dijual bebas kepada bayi atau anak kecil. Sebagian besar dokter tidak merekomendasikan produk-produk ini untuk bayi dan anak kecil.
Selain memberikan obat, berikut beberapa langkah dasar yang dapat Mama lakukan untuk membuat bayi atau anak yang lebih besar merasa nyaman:
Lepaskan lapisan pakaian agar si Kecil dapat melepaskan panas lebih mudah melalui kulitnya. Pakaikan mereka satu lapisan tipis. Jika mereka menggigil, berikan lapisan tambahan sampai mereka merasa hangat kembali.
Letakkan kain lap basah yang dingin di dahi bayi saat mereka beristirahat.
Berikan banyak cairan. Seringlah menyusui atau memberi susu botol kepada bayi.
Mandikan bayi dengan air hangat kuku atau dengan spons. Saat air menguap dari kulit bayi, air tersebut akan mendinginkan mereka dan menurunkan suhu tubuh mereka. Jangan gunakan air dingin. Hal ini dapat membuat bayi menggigil dan menyebabkan suhu tubuhnya meningkat. Gunakan air hangat untuk menyeka kulit bayi, terutama dahi dan ketiak.
Jangan gunakan alkohol gosok (obat demam kuno). Alkohol gosok dapat menyebabkan lonjakan suhu dan bahkan kemungkinan keracunan alkohol.
Gunakan kipas angin. Atur kecepatan kipas angin pada pengaturan rendah dan arahkan ke dekat bayi untuk mengedarkan udara di sekitarnya alih-alih berhembus langsung ke tubuhnya (agar tidak kedinginan).
Tetaplah di dalam ruangan di tempat yang sejuk. Atau, jika bayi berada di luar ruangan, tetaplah di tempat teduh.
Demam kerap dialami oleh bayi. Ada banyak cara untuk meredakan demam. Salah satunya adalah dengan mengompresnya. Sekarang Mama sudah mengetahui jika bayi demam, sebaiknya dikompres dengan air hangat atau suam-suam kuku, ya, Ma.
Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam mengatasi demam si Kecil.