Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi Senyum Sendiri, Benarkah Sedang Bermain dengan Ari-arinya?
Magnific
  • Senyum sendiri pada bayi bukan tanda bermain dengan ari-ari, melainkan refleks alami yang berkaitan dengan perkembangan saraf.

  • Pada minggu awal kehidupan, senyum spontan disebut neonatal smiling dan berasal dari rangsangan subkortikal otak, bahkan sudah ada sejak dalam rahim.

  • Bayi dapat tersenyum saat menyusu, nyaman, atau tidur fase REM, setelah usia lebih dari 8 minggu, senyum mulai menjadi respons terhadap wajah dan suara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil tersenyum sendiri, baik saat menyusu maupun ketika sedang tidur, menjadi salah satu hal yang mungkin membuat Mama penasaran. Apalagi, ada berbagai anggapan di masyarakat mengenai kebiasaan bayi yang satu ini, termasuk kepercayaan bahwa bayi sedang bermain dengan ari-arinya.

Anggapan tersebut mungkin pernah Mama dengar dari orang-orang terdekat. Namun, sebenarnya apa yang membuat bayi bisa tersenyum sendiri? Apakah senyum tersebut memiliki arti tertentu atau merupakan bagian dari perkembangan bayi?

Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya di bawah ini. Yuk, disimak!

Bayi Senyum Sendiri Bukan Berarti Sedang Bermain dengan Ari-Arinya

Magnific

Anggapan bahwa bayi yang tersenyum sendiri sedang bermain dengan ari-arinya merupakan mitos yang masih sering terdengar di masyarakat.

Bidan Afita Delianah, tenaga kesehatan sekaligus pembuat konten edukasi seputar kesehatan perempuan dan kehamilan asal Malang, Jawa Timur, menjelaskan bahwa senyum spontan pada bayi merupakan refleks alami.

“Jadi itu kalau bayi lagi senyum itu bukan berarti lagi main sama ari-arinya. Bukan berarti lagi melihat yang sedang tidak kita lihat. Itu mitos,” jelas Bidan Afita dalam unggahan video di Instagram pribadinya, @bidanku_afita.

Ia juga menjelaskan bahwa senyum spontan tersebut merupakan bagian dari perkembangan saraf bayi.

“Jadi bayi itu senyum sendiri itu memang refleks ya. Itu refleks, itu berarti perkembangan sarafnya bagus ya,” lanjutnya.

Jadi, Mama tidak perlu menganggap senyum si Kecil sebagai tanda bahwa ia sedang bermain dengan ari-arinya atau melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang dewasa.

Senyum Spontan pada Bayi Baru Lahir Disebut Neonatal Smiling

Magnific

Pada beberapa minggu pertama setelah persalinan, bayi dapat tersenyum secara spontan tanpa merespons sesuatu atau menunjukkan perasaan senang. Kondisi ini dikenal sebagai neonatal smiling.

Senyum tersebut merupakan refleks alami yang sudah dimiliki bayi sejak berada di dalam rahim. Respons ini berasal dari rangsangan pada bagian subkortikal otak.

Oleh karena itu, Mama mungkin melihat si Kecil tersenyum meskipun tidak ada orang yang sedang mengajaknya bercanda atau memberikan rangsangan tertentu.

Seiring bertambahnya usia, senyum bayi juga mulai berubah. Respons yang awalnya muncul secara spontan perlahan berkembang menjadi senyum yang diberikan sebagai tanggapan terhadap orang atau hal-hal di sekitarnya.

Bayi Bisa Tersenyum saat Menyusu, Merasa Nyaman, dan Tidur

Magnific

Bayi tidak hanya tersenyum saat terlelap, tetapi juga ketika menyusu atau merasa nyaman.

“Jadi biasanya bayi senyum sendiri saat dia nyusu, saat dia merasa nyaman, saat dia tidur,” ujar Bidan Afita.

Senyum saat tidur juga berkaitan dengan fase REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini, aktivitas rangsangan otak meningkat, termasuk pada bagian subkortikal yang berperan dalam munculnya senyum spontan.

Itulah sebabnya Mama mungkin sering melihat si Kecil tersenyum ketika tidur, terutama pada minggu-minggu awal kehidupannya. Namun, respons senyum spontan ini akan berkurang seiring bertambahnya usia bayi.

Bidan Afita pun mengingatkan Mama agar tidak khawatir melihat kondisi tersebut.

“Nah itu aman, mbaknya juga nggak usah takut,” katanya.

Memasuki Usia Lebih dari 8 Minggu, Bayi Mulai Tersenyum sebagai Respons

Magnific

Ketika memasuki usia lebih dari 8 minggu, senyum bayi tidak lagi hanya berupa refleks spontan yang berasal dari rangsangan otak. Pada tahap ini, bayi mulai tersenyum sebagai respons terhadap hal-hal yang dilihat atau didengarnya.

Perkembangan otak dan kemampuan penglihatan bayi mulai membaik. si Kecil juga mulai mengenali wajah orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, bayi mulai menanggapi rangsangan suara, seperti suara Mama, Papa, atau mainannya. Respons tersebut dapat ditunjukkan melalui senyuman yang muncul sebagai bagian dari perkembangan emosionalnya.

Nah, itu dia penjelasan mengenai bayi senyum sendiri. Faktanya, senyum spontan pada bayi merupakan refleks alami yang menjadi bagian dari perkembangan sarafnya. Jadi, Mama tidak perlu khawatir karena si Kecil tersenyum sendiri, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article