Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini Pertolongan Pertama Bayi Muntah Terus dan Kapan Harus ke Dokter

4 min read
Ini Pertolongan Pertama Bayi Muntah Terus dan Kapan Harus ke Dokter
Pexels/Tri Warno
  • Muntah pada bayi umumnya mereda dalam 6–24 jam; pertolongan awal berfokus pada istirahat, pemberian susu sedikit demi sedikit, serta menunda makanan padat selama enam jam.

  • Saat bayi muntah, posisikan tegak atau miring sambil selalu mengawasi napas, kesadaran, dan warna kulit. ASI tetap dapat dilanjutkan, dengan durasi menyusu dipersingkat bila muntah berulang.

  • Segera periksakan bayi bila muntah menetap 12 jam, cairan tidak bertahan, muncul tanda dehidrasi, muntah hijau atau berdarah, nyeri perut sebelum muntah, atau perut membuncit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Si Kecil baru selesai menyusu, lalu tiba-tiba muntah. Belum sempat tenang, ia muntah lagi dan lagi. Wajar kalau Mama langsung panik dengan kondisinya.

Tenang dulu, Ma. Muntah memang sering terjadi pada bayi dan anak, dan banyak kasus bisa ditangani dengan langkah sederhana di rumah. Namun, Mama tetap perlu tahu mana yang bisa dihadapi sendiri dan mana yang butuh bantuan dokter.

Untuk memudahkan Mama dalam menangani si Kecil yang terus-terusan muntah, berikut Popmama.com mengulas pertolongan pertama bayi muntah terus. Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa Pertolongan Pertama saat Bayi Muntah Terus?

    Apa Pertolongan Pertama saat Bayi Muntah Terus?
    Pexels/Sarah Chai

    Begitu si Kecil muntah, naluri Mama pasti ingin langsung bertindak. Menurut laman Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, muntah pada anak umumnya berhenti dalam 6 sampai 24 jam, sehingga penanganan awalnya berfokus pada mencegah dehidrasi.

    Berikut pertolongan pertama yang bisa Mama berikan untuk bayi.

    1. Tetap tenang dan istirahatkan si Kecil
      Menurut Dinkes Kalbar, bayi disarankan untuk diistirahatkan, sebaiknya di tempat tidur, sampai ia merasa lebih enak. 
    2. Cegah dehidrasi dengan cairan sedikit demi sedikit
      British Red Cross menyebut bayi di bawah enam bulan cukup diberi susu seperti biasa, bukan air putih. Cairan sebaiknya diberikan bertahap dan jumlahnya dikurangi bila muntah kembali.
    3. Tunda makanan padat
      Melansir Dinkes Kalbar, tunda makanan padat pada 6 jam pertama, lalu diberikan lagi sedikit demi sedikit. Obat antimumutah pun hanya diberikan jika benar-benar diperlukan dan sesuai dengan anjuran dokter.

  2. Bagaimana Posisi Bayi yang Aman saat Muntah?

    Bagaimana Posisi Bayi yang Aman saat Muntah?
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Setelah tahu langkah dasarnya, pertanyaan berikutnya biasanya soal posisi. Posisi yang tepat membantu si Kecil lebih nyaman dan lebih mudah Mama awasi.

    1. Tegak atau miring
      Menurut My First Aid Course, Mama bisa menggendongnya tegak atau memiringkannya sambil tetap menemani.
    2. Awasi napas, kesadaran, dan warna kulit
      Menurut My First Aid Course, selalu  dekat dengan si Kecil untuk memantau ketiganya. Jadi, jangan tinggalkan si Kecil sendirian setelah ia muntah.
    3. Siapkan wadah dan jaga kebersihan
      Mengutip British Red Cross, Mama disarankan untuk meletakkan wadah di dekat bayi untuk menampung muntahan.

  3. Apakah Bayi Boleh Tetap Diberi ASI setelah Muntah?

    Apakah Bayi Boleh Tetap Diberi ASI setelah Muntah?
    Pexels/Anna Shvets

    Boleh, Ma. Mengutip British Red Cross, bayi cukup diberi susu seperti biasa selama muntah, sehingga menyusui bisa tetap dilanjutkan.

    Menurut Pharmacy Times, bila bayi yang hanya minum ASI memuntahkan satu sesi menyusu penuh lebih dari sekali, durasi menyusu bisa dipersingkat menjadi 5 sampai 10 menit setiap 2 jam.

    Waktu menyusu lalu ditambah secara bertahap sesuai kemampuan si Kecil, dan jadwal normal bisa dilanjutkan sekitar 8 jam kemudian.

    Namun, jika bayi mama tetap tidak mau menyusu atau terus muntah, jangan menunggu terlalu lama untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

  4. Apa Penyebab Bayi Muntah Terus-Menerus?

    Apa Penyebab Bayi Muntah Terus-Menerus?
    Pexels/Monstera Production

    Setelah tahu langkah awalnya, wajar kalau Mama bertanya-tanya, sebenarnya kenapa si Kecil muntah terus? 

    My First Aid Course menyebut muntah hanyalah gejala, bukan diagnosis, sehingga penyebabnya bisa beragam. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

    1. Infeksi virus pada saluran cerna
      Dinkes Kalbar menyebut infeksi virus sebagai penyebab terbanyak muntah pada anak. Biasanya muntah disertai demam, sakit perut, atau diare dan mereda dalam 6 sampai 24 jam.
    2. Keracunan makanan
      Menurut Dinkes Kalbar, muntah akibat keracunan biasanya muncul 1 sampai 8 jam setelah mengonsumsi makanan tertentu. 
    3. Refluks, batuk, dan demam
      Melansir My First Aid Course, kondisi seperti refluks, batuk, demam, iritasi makanan, hingga infeksi lain merupakan pemicu muntah pada anak.

  5. Kapan Bayi yang Muntah Terus Harus Segera Dibawa ke Dokter?

    Kapan Bayi yang Muntah Terus Harus Segera Dibawa ke Dokter?
    Pexels/Jonathan Borba

    Nah, ini bagian paling penting, Ma, yaitu mengenali kapan muntah bukan lagi hal biasa. Karena muntah umumnya mereda dalam 6 sampai 24 jam, muntah yang berlangsung lebih lama patut dicurigai.

    1. Muntah tidak berhenti atau cairan tidak bertahan
      Dinkes Kalbar menyebut muntah yang menetap selama 12 jam pada bayi perlu diperiksa oleh dokter. Selain itu, anak yang tidak bisa menahan cairan juga perlu segera mendapat bantuan medis.
    2. Tanda dehidrasi
      Mengutip My First Aid Course, tanda dehidrasi berupa popok basah yang berkurang, urine pekat, bibir kering, air mata minim, dan mata cekung.
    3. Muntah hijau atau berdarah dan tanda bahaya lain
      Dinkes Kalbar menyebut muntah kehijauan, nyeri perut sebelum muntah, dan perut membuncit sebagai tanda yang butuh pemeriksaan dokter segera. 

    Nah, itulah pembahasan mengenai pertolongan pertama bayi muntah terus yang harus orangtua ketahui ketika bayi muntah-muntah. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More