Saat lengah atau sibuk, terkadang kita tidak memusatkan perhatian pada si Kecil sepenuhnya. Akibatnya, si Kecil bisa saja tidak sengaja terkena air panas yang membuat kulitnya melepuh.
Pertolongan Pertama Bayi Kena Air Panas, Ini yang Perlu Dilakukan

Segera dinginkan kulit bayi yang terkena air panas dengan air mengalir sejuk selama 20 menit; langkah ini masih bermanfaat hingga tiga jam setelah kejadian.
Lepaskan pakaian atau perhiasan di sekitar luka secara perlahan, jangan paksa kain yang menempel, dan hindari es, losion, pasta gigi, mentega, maupun bahan rumahan lain.
Tutup luka serius secara longgar dengan balutan steril tidak lengket atau cling film sementara, kecuali wajah; segera bawa bayi ke dokter bila melepuh, luas, dalam, atau rusak.
Kondisi tersebut pastinya membuat Mama khawatir, panik, dan bingung, sehingga tidak tahu harus melakukan apa agar si Kecil tidak semakin merasa sakit.
Meski begitu, Mama perlu tetap tenang agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat. Hal ini dilakukan agar membantu mengurangi dampak luka sebelum melakukan pemeriksaan medis jika diperlukan.
Melansir dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, berikut Popmama.com rangkum pertolongan pertama pada bayi kena air panas yang perlu Mama lakukan.
Table of Content
1. Aliri area yang terkena air panas dengan air mengalir

Pexels.com/Kampus Production Segera dinginkan bagian kulit bayi yang terkena air panas menggunakan air mengalir yang sejuk selama 20 menit.
Langkah ini dapat membantu mengurangi dampak luka dan tetap bermanfaat jika dilakukan hingga tiga jam setelah kejadian.
Selain itu, lepaskan pakaian atau perhiasan di sekitar area yang terkena air panas, tetapi lakukan secara perlahan agar tidak memperparah kondisi kulit.
Jika pakaian menempel pada luka, jangan memaksanya untuk terlepas. Namun pada situasi tertentu, Mama bisa menggunting baju si Kecil agar memudahkan pertolongan pertama.
2. Hindari mengoleskan bahan sembarangan

Pexels.com/Ksenia Chernaya Saat bayi mengalami luka, Mama mungkin ingin segera mengoleskan sesuatu untuk meredakan rasa tidak nyaman. Padahal beberapa bahan rumahan justru dapat memperburuk kondisinya.
Hindari mengoleskan es, losion, krim, pasta gigi, putih telur, mentega, atau bahan makanan lainnya pada luka si Kecil. Tetap utamakan mendinginkan area yang terkena air panas dengan air mengalir.
Aloe vera memang dapat membantu menenangkan luka bakar ringan. Namun, pada bayi yang terkena air panas, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengoleskan produk apapun ke area yang terluka.
3. Tutup luka dengan penutup yang tidak lengket jika diperlukan

Pexels.com/Nataliya Vaitkevich Jika luka bakar tampak lebih serius dan bayi perlu mendapatkan pemeriksaan medis, Mama dapat menutup area tersebut secara longgar menggunakan balutan steril yang tidak melekat pada luka.
Plastik pembungkus makanan (cling film) juga dapat digunakan sebagai penutup sementara sesuai panduan pertolongan pertama.
Mama bisa meletakkannya di atas luka tanpa harus dililitkan pada bagian tubuh yang cedera. Namun, jangan gunakan plastik tersebut pada luka di area wajah ya, Ma!
4. Segera bawa bayi ke dokter jika luka melepuh sudah serius

Pexels.com/Jonathan Borba Jangan menunda pemeriksaan si Kecil, terlebih jika kulit melepuh, mengalami kerusakan, atau luka yang tampak luas dan dalam. Periksa ke dokter sesegera mungkin, idealnya dalam beberapa jam setelah kejadian.
Apalagi dengan kondisi bayi yang masih sangat kecil membuat Mama ragu dengan tingkat keparahannya.
Maka dari itu, Mama dapat membawa si Kecil ke unit gawat darurat atau fasilitas kesehatan yang mampu menangani kondisi tersebut dengan tepat.
Itu dia langkah pertolongan pertama saat bayi terkena air panas. Jika luka tampak serius atau Mama merasa khawatir dengan kondisi si Kecil, segera cari bantuan medis.























