Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi Harus Tidur Diayun dalam Ayunan agar Nyenyak?
Pexels/Mike Patterson
  • Dijelaskan dr. Meta jika menaruh bayi dalam ayunan memang dapat membantunya merasa tenang dan mengantuk, tetapi bayi tidak harus tidur diayun agar nyenyak.

  • Sebaliknya, ayunan tidak direkomendasikan sebagai tempat tidur rutin karena bayi dapat kesulitan menjaga posisi kepala dan leher.

  • Bayi yang tertidur di ayunan sebaiknya dipindahkan ke permukaan tidur yang keras, datar, dan tidak miring saat memungkinkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ayunan tidak direkomendasikan sebagai tempat tidur rutin bagi bayi, meski mengayun dapat membantu bayi tenang.
  • Who?
    Bayi, orangtua, dr. Meta Hanindita, dan American Academy of Pediatrics terlibat dalam penjelasan mengenai tidur bayi.
  • Where?
    Di ayunan dan di tempat tidur bayi yang aman, seperti boks bayi atau bassinet.
  • When?
    Saat bayi tertidur di dalam ayunan atau ketika orangtua menggunakan ayunan untuk menenangkan bayi.
  • Why?
    Bayi, terutama di bawah usia 4 bulan, belum memiliki kontrol kepala dan leher yang baik dalam posisi duduk atau setengah duduk.
  • How?
    Bayi dapat ditenangkan dengan ayunan, lalu dipindahkan sesegera mungkin ke permukaan tidur yang keras, datar, dan tidak miring.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi bisa diayun supaya merasa tenang dan cepat mengantuk. Tetapi bayi tidak harus tidur di ayunan. Kepala dan leher bayi masih belum kuat, jadi posisinya bisa berubah saat tidur. Kalau bayi tertidur di ayunan, orangtua sebaiknya memindahkannya ke tempat tidur yang aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengayun tetap dapat menjadi cara untuk membantu bayi merasa nyaman dan tenang sebelum tidur. Orangtua juga memiliki pilihan untuk memindahkan bayi yang sudah tertidur ke tempat tidur yang sesuai. Bayi dapat tidur dengan baik tanpa ayunan selama merasa nyaman, kenyang, tenang, dan berada di lingkungan tidur yang aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengayun bayi menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan orangtua untuk membuat si Kecil lebih tenang dan mudah tertidur. Gerakan yang lembut dan berulang memang bisa memberikan rasa nyaman bagi bayi, sehingga muncul anggapan bahwa bayi harus tidur diayun agar tidurnya lebih nyenyak.

Padahal, mengayun bayi dan membiarkannya tidur di dalam ayunan merupakan dua hal yang berbeda. Mengayun dapat membantu menenangkan bayi, tetapi ayunan bukan tempat yang direkomendasikan untuk tidur.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam bukunya Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.

Berikut Popmama.com rangkum fakta selengkapnya!

1. Bayi tidak harus tidur diayun agar tidur nyenyak

Pexels/Julia Filirovska

Ketika ditanya apa benar bayi harus diayun dalam ayunan agar tidur nyenyak? Jawabannya adalah tidak. Bayi tidak harus tidur diayun agar tidurnya nyenyak.

Menurut dr. Meta, mengayun bayi memang dapat membuat tidurnya lebih nyenyak karena gerakan tersebut mirip dengan sensasi yang dirasakan bayi ketika masih berada di dalam kandungan.

“Mengayun bayi memang dapat membuat tidurnya lebih nyenyak, karena gerakan tersebut mirip dengan yang dirasakannya ketika di kandungan. Meskipun demikian, tidur dalam ayunan tidak direkomendasikan,” jelas dr. Meta dalam bukunya.

Gerakan mengayun yang lembut dan berulang dapat membantu bayi merasa nyaman dan tenang sehingga lebih mudah mengantuk. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian bayi dapat lebih cepat tertidur ketika digendong sambil diayun atau berada dalam ayunan.

Namun, rasa nyaman tersebut bukan berarti bayi harus terus berada di dalam ayunan ketika sudah tertidur. Mengayun dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu bayi rileks, tetapi bukan menjadi syarat agar bayi mendapatkan tidur yang nyenyak.

Rekomendasi tersebut sejalan dengan American Academy of Pediatrics (AAP), yang tidak merekomendasikan ayunan sebagai tempat tidur rutin bagi bayi. AAP memasukkan ayunan ke dalam sitting devices yang tidak dirancang untuk tidur. Jika bayi tertidur di dalamnya, bayi sebaiknya dipindahkan ke tempat tidur yang sesuai sesegera mungkin ketika situasinya memungkinkan.

2. Bayi belum mampu menjaga posisi kepala dan leher dengan baik

Pexels/Liz Serafini M

Lantas, mengapa bayi tidak dianjurkan tidur di dalam ayunan meskipun gerakannya dapat membuat si Kecil lebih tenang?

dr. Meta menjelaskan bahwa bayi masih memiliki kemampuan otot yang terbatas untuk mempertahankan posisi kepala dan leher, terutama ketika berada dalam posisi seperti yang terdapat pada ayunan.

“Bayi belum memiliki kekuatan otot yang cukup untuk menjaga posisi kepala dan leher tetap aman saat berada di ayunan,” tulis dr. Meta.

Hal tersebut penting diperhatikan karena bayi, khususnya yang masih sangat kecil, belum memiliki kontrol kepala dan leher yang baik. Ketika tertidur dalam posisi duduk atau setengah duduk, kepala bayi dapat terkulai ke depan atau berubah posisi sehingga berpotensi mengganggu jalan napas.

AAP juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Bayi di bawah usia 4 bulan umumnya masih memiliki kontrol kepala yang buruk sehingga penggunaan perangkat dengan posisi duduk untuk tidur dapat meningkatkan risiko posisi kepala yang tidak aman.

Oleh karena itu, meskipun bayi tampak tidur pulas di dalam ayunan, orangtua tetap perlu mempertimbangkan keamanan posisi tidurnya.

3. Ayunan tidak dirancang sebagai tempat tidur bayi

Pexels/Maria Camila Castaño

Selain kemampuan bayi dalam menjaga posisi kepala dan leher, dr. Meta menegaskan bahwa ayunan memang bukan tempat tidur untuk bayi.

“Selain itu, ayunan tidak didesain sebagai tempat tidur. Sebenarnya, bayi dapat tidur dengan baik selama merasa nyaman, kenyang, dan tenang,” jelas dr. Meta.

Artinya, orangtua tidak perlu menjadikan ayunan sebagai tempat tidur bayi hanya karena si Kecil lebih cepat terlelap ketika diayun. Ayunan boleh digunakan untuk membantu menenangkan bayi, tetapi ketika bayi sudah tertidur, tempatkan ia di tempat tidur yang memang aman untuk tidur.

AAP merekomendasikan bayi tidur dalam posisi telentang di atas permukaan yang keras, datar, dan tidak miring, seperti kasur pada boks bayi atau bassinet yang memenuhi standar keamanan. Area tidur juga sebaiknya bebas dari bantal, selimut longgar, boneka, dan benda empuk lainnya.

Jadi, tidak perlu khawatir jika bayi tidak selalu membutuhkan ayunan untuk tertidur. Selama kebutuhan dasarnya terpenuhi dan bayi berada dalam lingkungan tidur yang nyaman serta aman, ia tetap dapat tidur dengan baik tanpa harus diayun.

Jika bayi terlanjur tertidur di ayunan, orangtua tidak perlu panik. Namun, sebaiknya bayi dipindahkan ke permukaan tidur yang aman sesegera mungkin ketika memungkinkan. Yang terpenting, jangan menjadikan ayunan sebagai tempat tidur rutin bagi bayi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article