Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Hari Normalnya Tali Pusar Bayi Lepas? Ini Penjelasannya
Pexels/Huynh Van
  • Tali pusar bayi umumnya lepas sendiri 5–15 hari setelah lahir, rata-rata sekitar dua minggu. Jangan menariknya meski sudah tampak longgar agar penyembuhan kulit berjalan baik.
  • Perawatan utama ialah menjaga pusar tetap bersih, kering, dan terkena udara; lipat popok ke bawah, gunakan pakaian longgar, serta mandikan bayi dengan waslap hingga tali pusar lepas.
  • Setelah lepas, sedikit darah atau cairan bening dapat normal. Hubungi dokter bila pusar merah-bengkak, bernanah, berbau, atau bayi demam, rewel, dan menolak makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tali pusar bayi umumnya mengering dan lepas sendiri setelah kelahiran. Area pusar perlu dijaga tetap bersih dan kering selama proses penyembuhan.
  • Who?
    Bayi baru lahir menjalani proses pelepasan tali pusar, sementara orang tua atau pengasuh melakukan perawatan area pusar dan memantau tanda infeksi.
  • Where?
    Proses terjadi pada sisa tali pusar di perut bayi dan area pusar setelah tali pusar lepas.
  • When?
    Tali pusar biasanya lepas dalam 5 hingga 15 hari setelah kelahiran, dengan rata-rata sekitar dua minggu.
  • Why?
    Sisa tali pusar mengering secara alami setelah tidak lagi berfungsi sebagai jalur oksigen dan nutrisi dari plasenta, kemudian lepas dengan sendirinya.
  • How?
    Area pusar dirawat dengan membersihkannya lembut bila diperlukan, mengeringkannya, membiarkannya terkena udara, melipat popok ke bawah, dan tidak menarik tali pusar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tali pusar bayi biasanya kering lalu lepas sendiri 5 sampai 15 hari setelah lahir. Jangan ditarik, ya. Pusar bayi harus tetap bersih dan kering. Kalau pusarnya merah, bengkak, bernanah, bau, atau bayi demam dan tidak mau makan, Mama perlu menghubungi dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap kali mengganti popok si Kecil, Mama mungkin diam-diam memperhatikan sisa tali pusar di perutnya. Bagian kecil berwarna kekuningan itu perlahan berubah warna menjadi cokelat kehitaman, lalu mengering sampai akhirnya lepas sendiri. 

Sebenarnya, ada rentang waktu normal yang bisa jadi patokan Mama supaya tidak salah kira. Selain soal waktu, cara merawat tali pusar sebelum dan sesudah lepas juga menentukan lancar atau tidaknya proses penyembuhan. 

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com mengulas berapa hari normalnya tali pusar bayi lepas? Yuk, simak sampai habis!

Berapa Hari Normalnya Tali Pusar Bayi Lepas?

Pexels/Huynh Van

Melansir Healthline, tali pusar bayi umumnya lepas sendiri dalam rentang waktu 5 hingga 15 hari setelah kelahiran, dengan rata-rata sekitar 2 minggu. 

Jadi, kalau tali pusar bayi mama lepas sedikit lebih cepat atau justru butuh waktu lebih lama dari patokan itu, Mama tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ini masih tergolong normal.

Mengutip HiPP Organic, proses ini terjadi karena sisa tali pusar yang tadinya menjadi jalur oksigen dan nutrisi dari plasenta akan mengering secara alami dan lepas dalam waktu sekitar 1 hingga 2 minggu. 

Yang perlu Mama ingat adalah Mama jangan pernah menarik atau mencabut tali pusar meski terlihat sudah menggantung tipis. Biarkan ia lepas dengan sendirinya agar proses penyembuhan kulit di sekitarnya berjalan sempurna.

Bagaimana Cara Merawat Tali Pusar yang Benar?

Pexels/Tom Fisk

Sebelum tali pusar lepas, perawatan yang tepat bukan dengan sering membersihkannya pakai alkohol, melainkan dengan menjaganya tetap kering dan bersih. 

Menurut Healthline, berikut cara merawat tali pusar bayi mama yang benar:

  • Bersihkan dengan lembut.
    Gunakan kapas atau waslap yang dibasahi air (boleh ditambah sabun bila perlu) untuk menyeka sisa darah atau cairan yang menempel. Beberapa tetes darah atau cairan bening adalah bagian normal dari proses penyembuhan.

  • Keringkan area tali pusar.
    Tepuk-tepuk lembut hingga kering karena area ini tidak memiliki saraf perasa, sehingga bayi mama tidak akan merasa sakit saat disentuh.

  • Biarkan terkena udara.
    Lipat bagian depan popok ke bawah atau gunakan popok berlubang khusus pusar, lalu kenakan pakaian longgar bergaya kimono supaya sirkulasi udara lancar.

  • Mandikan pakai waslap dulu
    Hindari merendam bayi mama dalam bak mandi sampai tali pusar benar-benar lepas. Cukup gunakan waslap basah untuk membersihkan tubuhnya.

Apa yang Harus Dilakukan saat Tali Pusar Bayi Lepas?

Pexels/Vidal Balielo Jr.

Begitu tali pusar copot, biasanya area pusar masih menyisakan sedikit tanda penyembuhan. Melansir Healthline, ini yang bisa Mama lakukan setelah momen tersebut:

  • Bersihkan sisa cairan.
    Seka area pusar dengan waslap lembap, lalu keringkan dengan lembut memakai handuk bersih.

  • Lanjutkan mandi waslap dulu.
    Tunggu beberapa hari sebelum memandikan bayi mama dalam bak. Cukup gunakan waslap hingga area pusar benar-benar kering.

  • Jangan panik lihat sedikit darah.
    Bercak darah tipis, jaringan bekas luka berwarna merah muda, atau cairan bening kekuningan termasuk hal normal dan bagian dari proses penyembuhan.

Masalah Umum pada Tali Pusar setelah Melahirkan

Wikimedia Commons/Cullen, Thomas Stephen

Meski jarang terjadi, ada beberapa masalah yang perlu Mama kenali supaya bisa segera ditangani. Berikut masalah yang harus Mama perhatikan.

  • Infeksi tali pusar (omphalitis).
    Menurut Healthline, kondisi ini hanya dialami sekitar 1 dari 200 bayi, tetapi tetap perlu diwaspadai terutama pada bayi prematur atau berat lahir rendah.

  • Granuloma umbilikalis.
    Mengutip HiPP Organic, ini berupa benjolan kecil berwarna merah muda atau merah yang lembap dan bisa mengeluarkan cairan di area pusar setelah tali pusar lepas, namun bukan infeksi dan biasanya membaik dengan penanganan tenaga medis.

  • Hernia umbilikalis.
    Melansir The Bump, kondisi ini dialami sekitar 20 persen bayi baru lahir berupa benjolan lunak yang lebih terlihat saat bayi mama menangis atau mengejan; sekitar 90 persennya menutup sendiri sebelum usia 4-5 tahun.

  • Tanda perlu ke dokter.
    Segera hubungi dokter bila area pusar tampak kemerahan dan bengkak, keluar nanah, berbau tidak sedap, atau bayi mama terlihat rewel, menolak makan, dan demam, seperti dikutip dari Healthline.

Tips Merawat Tali Pusar

Pexels/Vidal Balielo Jr.

Supaya proses pelepasan tali pusar berjalan lancar tanpa komplikasi, ada beberapa tips sederhana yang bisa Mama terapkan setiap hari.

  • Hindari alkohol tanpa anjuran dokter:
    Studi yang dikutip Healthline menunjukkan swab alkohol justru bisa membunuh bakteri baik yang membantu proses pengeringan tali pusar, jadi cukup bersihkan dengan air.

  • Jangan pernah menarik paksa.
    Sekalipun tali pusar terlihat sudah longgar dan hampir lepas, biarkan proses ini terjadi secara alami tanpa bantuan tangan Mama.

  • Jangan tempelkan koin atau plester.
    Menurut HiPP Organic, cara lama seperti menempelkan koin atau plester di pusar tidak terbukti efektif dan justru berisiko menimbulkan iritasi kulit.

  • Pantau terus meski sudah lepas.
    Tetap perhatikan area pusar dalam beberapa minggu pertama untuk memastikan tidak ada tanda infeksi atau pembengkakan yang muncul kemudian.

Menunggu tali pusar bayi mama lepas memang butuh kesabaran, apalagi kalau prosesnya terasa lebih lama dari yang Mama bayangkan. Mama, jangan khawatir akan hal tersebut, karena prosesnya memang membutuhkan waktu.

Selama masih dalam rentang 5 hingga 15 hari dan tidak disertai tanda-tanda infeksi, semuanya sedang berjalan sebagaimana mestinya.

Nah, itulah pembahasan mengenai berapa hari normalnya tali pusar bayi lepas? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article