Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Meski begitu, tidak semua mama dapat langsung memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Beberapa kondisi, seperti produksi ASI yang sedikit, pelekatan menyusu yang kurang tepat, hingga bayi kesulitan menyusu secara efektif, dapat membuat kebutuhan nutrisi si Kecil tidak terpenuhi.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut berisiko menghambat pertumbuhan bayi, salah satunya ditandai dengan berat badan yang tidak mengalami kenaikan. Lantas, jika berat badan bayi kurang, apakah sebaiknya Mama memberikan ASI donor atau susu formula?
Untuk memahami lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum informasinya berdasarkan penjelasan Dokter Spesialis Anak.