Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

3 Penyakit Pemicu Silent Disease pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

2 min read
3 Penyakit Pemicu Silent Disease pada Bayi yang Perlu Diwaspadai
Magnific
  • Anemia defisiensi besi terjadi saat zat besi tidak cukup untuk membentuk hemoglobin, berpotensi mengganggu tumbuh kembang bayi bila tidak ditangani.

  • TBC pada bayi menular melalui percikan udara dari penderita aktif; tandanya dapat berupa batuk berkepanjangan, demam, berat badan sulit naik, atau lemas.

  • ISK pada bayi sering bergejala tidak spesifik, seperti demam, rewel, muntah, dan sulit menyusu; infeksi yang terlambat ditangani dapat menyebar ke ginjal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga kesehatan bayi bukan hanya tentang memastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup dan tumbuh sesuai usianya.

Mama juga perlu memperhatikan kemungkinan munculnya gangguan kesehatan yang terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda jelas pada awal perkembangannya.

Kondisi ini membuat beberapa penyakit sulit dikenali sejak dini, terlebih bayi belum bisa menyampaikan rasa tidak nyaman yang dialaminya.

Akibatnya, perubahan kecil pada kebiasaan menyusu, aktivitas, atau pertambahan berat badan si Kecil bisa luput dari perhatian.

Agar Mama lebih waspada terhadap kondisi tersebut, berikut Popmama.com merangkum 3 penyakit pemicu silent disease pada bayi yang perlu diketahui.

  1. 1. Anemia defisiensi besi

    Anemia defisiensi besi
    Magnific

    Anemia defisiensi besi (ADB) adalah kondisi ketika tubuh kekurangan zat besi sehingga produksi hemoglobin tidak mencukupi.

    Kondisi ini cukup umum terjadi pada akhir masa bayi hingga awal masa kanak-kanak. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

    Pada bayi dan anak, kekurangan zat besi dapat dipicu oleh kurangnya asupan zat besi selama kehamilan maupun setelah lahir. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang si Kecil.

  2. 2. Tuberkulosis (TBC)

    Tuberkulosis (TBC)
    Magnific

    Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru.

    Pada bayi, infeksi ini dapat terjadi ketika si Kecil menghirup percikan udara yang mengandung bakteri dari penderita TBC aktif.

    Gejalanya tidak selalu mudah dikenali, terutama pada bayi yang belum bisa mengungkapkan keluhannya.

    Selain batuk berkepanjangan, TBC pada bayi juga dapat ditandai dengan demam, berat badan sulit bertambah, atau tubuh yang tampak lemas. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi dapat menyebar ke organ lain.

  3. 3. Infeksi saluran kemih

    Infeksi saluran kemih
    Magnific/rawpixel.com

    Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang di saluran kemih. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal dan menimbulkan komplikasi.

    Pada bayi, ISK terkadang sulit dikenali karena gejalanya bisa tidak spesifik. Si Kecil mungkin mengalami demam tanpa penyebab yang jelas, rewel, muntah, atau kesulitan menyusu.

    Infeksi ini umumnya terjadi akibat bakteri yang masuk melalui uretra, sehingga kebersihan area genital perlu diperhatikan. Namun, ISK juga dapat terjadi meski kebersihan sudah dijaga dengan baik.

    Itulah tiga penyakit pemicu silent disease pada bayi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan dan memastikan si Kecil mendapatkan penanganan yang sesuai.

Related Articles

See More