Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Ciri-Ciri Pusar Bayi yang Bermasalah, Demam Tinggi Salah Satunya

4 min read
5 Ciri-Ciri Pusar Bayi yang Bermasalah, Demam Tinggi Salah Satunya
Wikimedia Commons/Nicolas Richoffer
  • Sisa tali pusar umumnya mengerut dan lepas sendiri dalam beberapa minggu pertama; orangtua tidak perlu menarik atau memotongnya.

  • Waspadai cairan keruh atau nanah, bau busuk, pendarahan berlebihan, serta kemerahan yang menyebar dari pusar karena dapat menandakan infeksi.

  • Demam tinggi, lesu mendadak, dan menolak menyusu bersama kondisi pusar tidak wajar memerlukan pemeriksaan medis segera, terutama pada bayi sangat muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak orangtua baru, membersihkan pusar si Kecil sering terasa lebih menegangkan daripada yang dibayangkan. Tangan sudah berhati-hati, tetapi jantung tetap berdebar setiap kali melihat sisa tali pusar yang mungil itu.

Kabar baiknya, sebagian besar pusar bayi pulih dengan sendirinya. Melansir Nationwide Children's Hospital, sisa tali pusar akan mengerut dan lepas sendiri pada beberapa minggu pertama kehidupan, sehingga Mama tidak perlu menarik atau memotongnya.

Namun, ada kalanya pusar memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres. Seperti apa cirinya? Berikut Popmama.com mengulas 5 ciri-ciri pusar bayi yang bermasalah. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Keluar cairan berwarna

    Keluar cairan berwarna
    Pexels/freestocks.org

    Mari mulai dari tanda yang paling mudah terlihat, yaitu cairan yang keluar dari pusar. Menurut Seattle Children's Hospital, cairan bening atau bercampur sedikit darah masih tergolong wajar selama beberapa hari pertama.

    Lain ceritanya, jika cairan tampak keruh atau ada nanah kering di permukaan pusar. Cairan keruh biasanya menandakan infeksi ringan yang bisa berasal dari bakteri normal di kulit.

    Menurut Vinmec International Hospital, pusar yang masih basah boleh saja mengeluarkan sedikit cairan atau tampak kecokelatan karena gumpalan darah, tetapi tidak boleh ada nanah berwarna hijau atau kuning. 

    Kalau pusar sudah dibersihkan 1 hingga 2 kali sehari dengan larutan saline 0,9 persen dan nanah tak kunjung hilang setelah 2 hari, bawa si Kecil untuk diperiksa ulang.

  2. 2. Muncul bau tak sedap

    Muncul bau tak sedap
    Pexels/Huynh Van

    Pusar yang sehat seharusnya tidak berbau menyengat. Menurut Nationwide Children's Hospital, cairan berbau busuk merupakan salah satu tanda awal infeksi pusar, bersama kulit kemerahan di pangkal tali pusar dan tangisan saat area itu disentuh.

    Infeksi di pusar memang jarang terjadi, tetapi bisa berkembang menjadi serius dalam waktu singkat. Karena itu, si Kecil sebaiknya segera diperiksakan begitu tanda-tanda tersebut muncul.

    Mengutip Vinmec, orangtua disarankan agar langsung membawa bayi ke dokter anak jika pusarnya berbau tidak wajar. Salah satu penyebabnya bisa berupa granuloma, yaitu jaringan berlebih yang tumbuh setelah tali pusar lepas dan membuat pusar terus basah.

  3. 3. Terjadi pendarahan

    Terjadi pendarahan
    Pexels/Vidal Balielo Jr.

    Melihat darah di pusar bayi tentu membuat panik, padahal tidak semuanya berbahaya. Melansir Nationwide Children's, beberapa tetes darah bisa tertinggal di kulit bayi dan popok ketika sisa tali pusar terlepas.

    Meski begitu, pendarahan lebih dari beberapa tetes perlu dilaporkan kepada dokter. Hal yang sama berlaku jika darah keluar sebelum atau sesudah tali pusar lepas.

    Mengutip Seattle Children's, pendarahan ringan bisa dihentikan dengan menekan pusar memakai kain bersih selama 10 menit. Namun, jika darah tidak berhenti setelah dua kali penekanan atau bercak darah melebihi 5 sentimeter, segera cari pertolongan medis.

  4. 4. Kulit di sekitar tali pusar memerah

    Kulit di sekitar tali pusar memerah
    Wikimedia Commons/Cullen, Thomas Stephen

    Warna kemerahan di pusar tidak selalu berarti masalah. Seattle Children's menyebut bagian tengah pusar yang tampak merah di titik lepasnya tali pusar masih normal, tetapi kemerahan yang menyebar ke perut tidak.

    Kemerahan yang melebar, apalagi disertai garis merah yang menjalar dari pusar, bisa menandakan omphalitis, yakni infeksi bakteri pada sisa tali pusar yang menyebar ke kulit di sekitarnya. Kondisi ini terjadi pada sekitar 1 dari 200 bayi baru lahir dan tergolong darurat medis.

    Mengutip Vinmec, infeksi yang menyebar berupa peradangan merah dan keras di sekitar pusar dengan diameter lebih dari 2 sentimeter. Pada tahap ini, infeksi sudah menjalar ke jaringan di sekitarnya sehingga penanganannya tidak boleh ditunda.

  5. 5. Muncul demam tinggi dan lesu mendadak

    Muncul demam tinggi dan lesu mendadak
    Pexels/Rahul Genie

    Inilah tanda yang paling tidak boleh dianggap enteng. Vinmec menyebut infeksi pusar yang sudah menyebar bisa diikuti oleh gejala infeksi di seluruh tubuh, seperti demam tinggi, lesu, dan menolak menyusu.

    Bayi yang biasanya semangat menyusu lalu mendadak loyo dan menolak ASI atau botol adalah sinyal yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi jika perubahan itu datang bersamaan dengan pusar yang tampak tidak wajar.

    Melansir Seattle Children's, demam pada bayi di bawah 12 minggu perlu ditangani secepatnya. Orangtua juga diminta tidak memberikan obat penurun demam apa pun sebelum bayi diperiksa dokter.

    Hal serupa berlaku untuk bayi berusia kurang dari satu bulan yang terlihat atau bersikap tidak biasa. Dalam kondisi itu, Mama tidak perlu menunggu tanda lain muncul sebelum mencari bantuan.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 ciri-ciri pusar bayi yang bermasalah yang wajib Mama ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Related Articles

See More