Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Silent Disease pada Bayi: Definisi, Penyebab dan Cara Pencegahan

3 min read
Silent Disease pada Bayi: Definisi, Penyebab dan Cara Pencegahan
Magnific.com
  • Silent disease bukan diagnosis medis, melainkan istilah untuk penyakit yang berkembang tanpa gejala khas; pada bayi, kondisi ini dapat luput meski tampak aktif dan ceria.

  • Berat badan tidak bertambah selama dua bulan perlu diperiksa, tetapi bukan bukti penyakit tertentu. Anemia defisiensi besi, TBC, dan ISK memerlukan pemeriksaan dokter.

  • Risiko penyakit dapat dikurangi melalui nutrisi cukup, kebersihan, pemantauan pertumbuhan rutin, imunisasi sesuai jadwal, serta lingkungan sehat tanpa asap rokok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Silent disease merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyakit yang tidak menunjukkan gejala spesifik sehingga sulit dikenali sejak awal.

Namun, perlu dipahami bahwa silent disease bukanlah diagnosis medis atau nama penyakit tertentu, melainkan istilah umum untuk kondisi kesehatan yang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.

Pada bayi, masalah kesehatan terkadang tidak langsung terlihat karena si Kecil masih bisa tampak aktif dan ceria.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah berat badan yang tidak bertambah selama dua bulan berturut-turut. Meski begitu, kondisi ini tidak serta-merta menandakan adanya penyakit tertentu karena pertumbuhan bayi dapat dipengaruhi berbagai faktor.

Agar lebih memahami kondisi ini, berikut Popmama.com merangkum penjelasan mengenai definisi, penyebab, dan cara pencegahan silent disease pada bayi.

  1. 1. Apa itu silent disease pada bayi?

    Apa itu silent disease pada bayi?
    Magnific/onlyyouqj

    Silent disease bukan istilah diagnosis medis yang merujuk pada satu penyakit tertentu. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika suatu penyakit berkembang tanpa gejala yang khas atau mudah dikenali.

    Pada bayi, beberapa masalah kesehatan dapat luput dari perhatian karena si Kecil masih terlihat sehat meskipun mengalami gangguan tertentu.

    Berat badan yang tidak bertambah selama dua bulan berturut-turut bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut, tetapi bukan bukti bahwa bayi mengalami silent disease.

    Pada orang dewasa, istilah serupa juga kerap digunakan untuk menggambarkan penyakit yang dapat berkembang tanpagejala pada tahap awal, seperti hipertensi dan diabetes.

  2. 2. Penyebab silent disease pada bayi

    Penyebab silent disease pada bayi
    Magnific/pvproductions

    Karena silent disease bukan diagnosis medis, penyebabnya tidak dapat ditentukan secara spesifik.

    Istilah ini dapat digunakan secara umum untuk menggambarkan penyakit yang gejalanya tidak mudah dikenali, termasuk beberapa kondisi berikut.

    • Anemia defisiensi besi: Kondisi ketika tubuh kekurangan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Penyebabnya dapat berupa kurangnya asupan zat besi selama kehamilan maupun setelah bayi lahir. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    • Tuberkulosis (TBC): Penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru. Pada anak, gejalanya dapat berupa batuk berkepanjangan, demam, dan berat badan yang sulit bertambah. Namun, gejala TBC pada anak terkadang tidak mudah dikenali.

    • Infeksi saluran kemih (ISK): Infeksi yang terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih. Pada bayi, gejalanya bisa tidak spesifik, seperti demam, rewel, muntah, atau sulit menyusu.

    Ketiga kondisi tersebut merupakan penyakit yang berbeda dan masing-masing memerlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

    Tidak semua kasus anemia defisiensi besi, TBC, atau ISK dapat disebut sebagai silent disease. Penentuan kondisi kesehatan si Kecil tetap perlu didasarkan pada gejala, pemeriksaan, dan penilaian dokter.

  3. 3. Cara mencegah silent disease pada bayi

    Cara mencegah silent disease pada bayi
    Magnific

    Silent disease bukan satu penyakit tertentu, sehingga tidak ada langkah pencegahan khusus yang berlaku untuk semua kondisi.

    Meski begitu, Mama dapat membantu menjaga kesehatan si Kecil dan mengurangi risiko sejumlah penyakit melalui kebiasaan berikut.

    • Memenuhi kebutuhan nutrisi: Berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan bayi. Setelah berusia sekitar enam bulan, lengkapi nutrisinya dengan MPASI bergizi seimbang yang mengandung zat besi dan protein.
    • Menjaga kebersihan: Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh atau memberi makan si Kecil. Bersihkan area genital dengan tepat saat mengganti popok untuk membantu menjaga kebersihannya.
    • Memantau pertumbuhan: Periksakan si Kecil secara rutin ke posyandu atau fasilitas kesehatan untuk memantau berat badan, panjang badan, dan perkembangannya.
    • Melengkapi imunisasi: Pastikan si Kecil mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, termasuk BCG untuk membantu melindungi dari bentuk TBC yang berat.
    • Menjaga lingkungan tetap sehat: Pastikan sirkulasi udara di rumah baik dan hindari paparan asap rokok. Jika ada anggota keluarga yang mengalami batuk berkepanjangan atau dicurigai menderita TBC, segera lakukan pemeriksaan medis.

    Itulah penjelasan mengenai silent disease pada bayi, mulai dari pengertian, penyebab dan cara pencegahan. Jika berat badan si Kecil tidak bertambah selama 2 bulan berturut-turut, jangan ragu untuk segera ke dokter ya, Ma!

Related Articles

See More