Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berbahayakah Benjolan di Belakang Telinga Bayi? Ini Penjelasannya!
Magnific.com/jcomp
  • Benjolan di belakang telinga bayi umumnya terkait kelenjar pertahanan tubuh yang melawan infeksi, seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, infeksi telinga, atau luka kulit kepala.
  • Penyebab lain mencakup bisul atau infeksi kulit, kista, infeksi di belakang telinga, serta TBC kelenjar. Benjolan tidak boleh dipencet, diurut, atau diobati sembarangan.
  • Bawa bayi ke dokter bila benjolan membesar, keras, merah, bernanah, disertai demam atau berat badan turun, maupun tidak hilang; TBC kelenjar dapat tumbuh perlahan tanpa nyeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Benjolan di belakang telinga bayi sering muncul karena tubuhnya sedang melawan sakit, seperti pilek, batuk, atau sakit telinga. Mama jangan dipencet atau dipijat. Bisa pakai kompres hangat. Kalau benjolan makin besar, keras, merah, bernanah, atau bayi demam, Mama harus bawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menemukan benjolan di belakang telinga si Kecil tentu bisa membuat Mama khawatir. Apalagi jika benjolan muncul tiba-tiba atau terasa saat disentuh.

Meski begitu, Mama tak perlu langsung panik. Benjolan di belakang telinga anak umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.

Simak ulasan Popmama.com tentang berbahayakah benjolan di belakang telinga bayi melansir dari akun Instagram @dr.vivi.spa berikut ini.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga si Kecil

Magnific.com/studioredcup

dr. Vivi Septriani, SpA menjelaskan bahwa benjolan di belakang telinga si Kecil paling sering muncul karena kelenjar pertahanan tubuh sedang bekerja melawan infeksi.

Benjolan dapat muncul ketika si Kecil sedang mengalami batuk, pilek, radang tenggorokan, infeksi telinga, atau luka pada kulit kepala.

Selain itu, benjolan di belakang telinga juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, seperti:

  • Bisul atau infeksi kulit

  • Kista

  • Infeksi di belakang telinga

  • TBC kelenjar

Apa yang Harus Dilakukan?

Pexels.com/Kenneth Surillo

Saat menemukan benjolan di belakang telinga si Kecil, Mama sebaiknya tidak langsung memencet atau mengurutnya. Hindari pula memberikan obat secara sembarangan.

Jika benjolan terasa nyeri, Mama dapat memberikan kompres hangat untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman. Pastikan si Kecil juga mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup.

Mama juga dapat mengamati ukuran benjolan dari waktu ke waktu untuk melihat apakah benjolan mengecil, tetap, atau justru semakin membesar.

Kapan Harus ke Dokter?

Magnific.com/pressfoto

Mama sebaiknya membawa si Kecil ke dokter jika benjolan semakin membesar, terasa keras, terlihat merah, atau mengeluarkan nanah.

Pemeriksaan juga diperlukan jika benjolan disertai demam, berat badan anak menurun, atau tidak kunjung menghilang.

Kondisi ini dapat disertai berat badan si Kecil yang sulit naik, batuk lama, demam berkepanjangan, atau anak tampak lemas.

Jadi, Mama tidak perlu langsung panik ketika menemukan benjolan di belakang telinga si Kecil. Namun, tetap perhatikan perubahan pada benjolan dan kondisi tubuh anak.

Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera periksakan si Kecil ke dokter agar segera diberikan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article