Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini Cara Stimulasi Bayi Sesuai Usianya, Mama Wajib Tahu

Ini Cara Stimulasi Bayi Sesuai Usianya, Mama Wajib Tahu
Magnific.com/magnific
  • Pada usia 0-3 bulan, stimulasi berfokus pada penglihatan dan pendengaran melalui benda kontras atau cerah, suara, nyanyian, musik lembut, serta gendongan dan ayunan perlahan.
  • Usia 4-9 bulan, bayi dapat diajak mengeksplorasi mainan aman, menggenggam, bermain di lantai, berceloteh, mengenal kosakata sederhana, dan bergerak untuk mendukung duduk hingga merangkak.
  • Menjelang 9-12 bulan, stimulasi bisa lewat buku bergambar, suara hewan, pengenalan anggota tubuh, bola, serta mainan dorong-tarik dan kunjungan ke tempat berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kelahiran si Kecil menjadi momen yang begitu membahagiakan bagi setiap orangtua.

Di tahun pertama kehidupannya, bayi akan mengalami berbagai perkembangan yang bisa didukung melalui stimulasi sederhana.

Lantas, stimulasi apa saja yang bisa diberikan sesuai usia si Kecil?

Berikut cara stimulasi bayi sesuai usianya yang telah Popmama.com rangkum dari Nationwide Children’s Hospital. Simak selengkapnya di bawah ini, Ma!

  1. Usia 0-1 Bulan

    Usia 0-1 Bulan
    Magnific.com/rawpixel.com

    Di usia awalnya, si Kecil mulai mengenali berbagai rangsangan dari lingkungan sekitar. Mama bisa memberikan stimulasi sederhana dengan cara:

    • Letakkan atau gantungkan benda berwarna cerah di dekat bayi agar menarik perhatiannya.

    • Gunakan mainan gantung dengan pola kontras untuk membantu merangsang penglihatannya.

    • Ajak si Kecil berbicara dan bernyanyi untuk memperkenalkannya pada suara dan bahasa.

    • Putarkan musik dengan lembut sebagai stimulasi pendengaran.

    • Gendong dan ayun perlahan atau ajak si Kecil berjalan-jalan agar ia mendapatkan pengalaman sensorik dari lingkungan sekitarnya.

  2. Usia 2-3 Bulan

    Usia 2-3 Bulan
    Magnific.com/jcomp

    Memasuki usia ini, si Kecil mulai menunjukkan ketertarikan lebih besar terhadap berbagai benda yang ada di sekitarnya. Mama dapat memanfaatkan mainan dan aktivitas seperti:

    • Ajak si Kecil melihat benda-benda dengan warna cerah yang ada di sekitarnya sebagai stimulasi visual.

    • Perkenalkan gambar atau cermin bayi untuk membuatnya tertarik mengamati objek dan wajah.

    • Berikan mainan kerincing yang aman untuk merangsang perhatian dan pendengarannya.

    • Sesekali ajak bayi menikmati ayunan khusus bayi dengan gerakan lembut.

    • Ajak si Kecil berkeliling dengan mobil agar ia mendapatkan pengalaman baru.

    • Sering-sering mengajak bayi berbicara dan bernyanyi untuk membangun interaksi.

    • Putarkan musik dengan volume lembut saat bermain bersama.

    • Gendong, ayun perlahan, atau ajak berjalan-jalan sambil mengobrol dengan si Kecil.

  3. Usia 4-6 Bulan

    Usia 4-6 Bulan
    Magnific.com/partystock

    Pada rentang usia ini, rasa penasaran si Kecil terhadap benda di sekelilingnya semakin terlihat.

    Ia mulai senang menggenggam, mengamati, dan merespons berbagai mainan yang diberikan. Mama bisa mendukung perkembangannya dengan beberapa kegiatan berikut:

    • Berikan mainan dengan warna-warna cerah agar si Kecil bisa bereksplorasi.

    • Biarkan bayi menggenggam dan memegang mainan yang sesuai dengan usianya.

    • Ajak bermain menggunakan mainan berbunyi seperti kerincing atau lonceng.

    • Sesekali gunakan ayunan atau stroller untuk memberikan pengalaman baru bagi si Kecil.

    • Ajak berbicara sesering mungkin sambil melakukan kontak mata.

    • Luangkan waktu untuk bermain di lantai agar si Kecil terdorong berlatih bergerak, termasuk belajar duduk dan merangkak.

  4. Usia 6-9 Bulan

    Usia 6-9 Bulan
    Magnific.com/rawpixel.com

    Di tahap ini, si Kecil mulai lebih responsif saat diajak berinteraksi. Mama juga bisa memperkenalkan banyak kata baru melalui aktivitas sehari-hari sekaligus mengajaknya bergerak aktif:

    • Pilih mainan besar dengan warna mencolok yang bisa bergerak agar si Kecil penasaran.

    • Luangkan waktu untuk bermain cilukba agar suasana bermain semakin menyenangkan.

    • Sebut namanya ketika Mama mengajaknya berkomunikasi.

    • Ajak si Kecil berceloteh dengan mengucapkan suara dan kata secara perlahan dan jelas.

    • Kenalkan kosakata sederhana, seperti nama bagian tubuh, makanan, dan orang terdekat.

    • Mulai berikan arahan singkat dalam aktivitas sehari-hari, misalnya “ambil,” atau “sini,”.

    • Bermain tepuk tangan bersama sambil menyanyikan lagu anak.

    • Ceritakan apa yang sedang Mama lakukan, seperti “Mama sedang mengganti popok,” atau “Mama sedang membuat makanan,”

    • Letakkan mainan favorit sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan untuk memotivasinya bergerak dan berlatih merangkak.

  5. Usia 9-12 Bulan

    Usia 9-12 Bulan
    Magnific.com/magnific

    Semakin mendekati usia satu tahun, si Kecil mulai menikmati aktivitas yang lebih beragam. Ia juga dapat diajak mengenal banyak hal baru lewat permainan, buku, hingga kegiatan di luar rumah:

    • Ajak si Kecil melihat buku bergambar sambil membacakan cerita sederhana.

    • Perkenalkan berbagai suara hewan, misalnya suara kucing, ayam, atau sapi.

    • Berikan mainan berukuran besar yang bisa didorong dan ditarik untuk mendorongnya aktif bergerak.

    • Sesekali ajak si Kecil jalan-jalan ke tempat yang berbeda agar ia mendapatkan pengalaman baru.

    • Bermain lempar-tangkap atau menggulirkan bola bersama.

    • Luangkan waktu untuk membacakan buku sambil menunjuk gambar dan menyebutkan namanya.

    • Sambil bermain atau mandi, kenalkan nama-nama anggota tubuh seperti tangan, kaki, hidung, dan telinga.

    Itulah cara stimulasi bayi sesuai usia yang bisa Mama lakukan di rumah. Semoga informasi ini membantu Mama untuk menemani setiap proses tumbuh kembang si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More