Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengenalkan Body Boundaries pada Bayi sejak Dini
Magnific
  • Body boundaries dapat dikenalkan sejak bayi lewat rutinitas harian, agar anak merasakan dirinya dihargai, didengarkan, dan memiliki dasar kemandirian serta keamanan diri.

  • Orang tua dianjurkan memberi tahu atau meminta izin sebelum menyentuh bayi, lalu memperhatikan sinyal penolakan. Kebutuhan perawatan tetap dijelaskan dan dilakukan dengan lembut.

  • Nama bagian tubuh, termasuk alat kelamin, perlu dikenalkan secara tepat tanpa malu. Pilihan sederhana seperti baju atau pelukan juga membantu bayi menyampaikan keinginannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajarkan anak tentang batasan tubuh ternyata bisa dimulai sejak masih bayi. Tidak harus melalui penjelasan panjang atau pelajaran khusus, pemahaman ini justru bisa dikenalkan lewat berbagai rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari.

Body boundaries merupakan batasan fisik dan emosional yang membantu seseorang melindungi diri dari interaksi yang tidak diinginkan atau membuat tidak nyaman. Meski bayi belum memahami sepenuhnya arti persetujuan, mereka sudah bisa merasakan ketika dirinya dihargai, didengarkan, dan diberikan pilihan.

Pengalaman-pengalaman kecil tersebut dapat menjadi dasar bagi anak untuk mengenal kemandirian, batasan tubuh, dan keamanan diri. Lantas, bagaimana cara mengenalkan body boundaries pada bayi?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara sederhana yang bisa Mama terapkan dalam rutinitas sehari-hari.

1. Minta izin sebelum menyentuh tubuh bayi

Magnific

Salah satu cara paling sederhana untuk mengenalkan batasan tubuh adalah membiasakan diri memberi tahu bayi sebelum menyentuh tubuhnya.

Misalnya, ketika ingin menggendong, Mama bisa mengatakan, “Mama akan menggendong kamu sekarang.” Begitu pula saat ingin membersihkan hidung, Mama dapat bertanya, “Boleh Mama bersihkan hidungmu?”

Walaupun bayi mungkin belum memahami arti dari kalimat tersebut, kebiasaan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersiap sebelum tubuhnya disentuh. Mama juga sedang menunjukkan bahwa berinteraksi dengan tubuh seseorang perlu dilakukan dengan cara yang menghargai dirinya.

Kebiasaan ini bisa diterapkan dalam rutinitas sehari-hari, termasuk saat mengganti popok, membersihkan tubuh, makan, maupun berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

2. Perhatikan dan hargai saat bayi menolak

Magnific

Bayi memang belum selalu bisa mengatakan apa yang mereka inginkan. Namun, mereka dapat menunjukkannya melalui gerakan tubuh, seperti memalingkan wajah atau menjauh ketika akan disentuh.

Ketika si Kecil menunjukkan penolakan, Mama bisa berhenti sejenak dan mengakui respons tersebut. Mama dapat mengatakan bahwa Mama mendengar ia tidak menginginkan hal tersebut.

Namun, ada beberapa situasi yang tetap perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh bayi. Saat mengganti popok, misalnya, Mama bisa menjelaskan bahwa popoknya perlu diganti agar tubuh tetap bersih. Setelah itu, Mama dapat memberi tahu bahwa Mama akan melakukannya dengan lembut dan cepat.

Dengan cara ini, bayi mulai mendapatkan pengalaman bahwa respons dan perasaannya diperhatikan, meskipun ada kebutuhan tertentu yang tetap harus dilakukan.

3. Kenalkan nama bagian tubuh dengan benar

Magnific

Selain memperhatikan respons bayi, Mama juga bisa mulai mengenalkan bagian-bagian tubuh dengan nama yang tepat.

Tidak perlu merasa canggung saat menyebutkan bagian tubuh, termasuk alat kelamin. Penggunaan nama anatomi yang benar dan tanpa rasa malu dapat membantu anak mengenali tubuhnya sendiri.

Mama bisa mengenalkan nama bagian tubuh secara alami ketika sedang memandikan, mengganti popok, atau memakaikan pakaian. Jadi, tidak perlu menunggu si Kecil sudah besar untuk mulai mengenalkannya.

Semakin sering dikenalkan melalui aktivitas sehari-hari, bayi pun mendapatkan pengalaman bahwa setiap bagian tubuh merupakan bagian dari dirinya yang perlu dikenali dan dihargai.

4. Berikan pilihan sederhana kepada bayi

Magnific

Memberikan kesempatan untuk memilih juga dapat membantu membangun rasa memiliki kendali terhadap dirinya. Untuk bayi atau balita, Mama bisa memulainya dari pilihan-pilihan sederhana.

Contohnya, Mama dapat menawarkan dua pilihan baju dan membiarkan si Kecil menentukan mana yang ingin dipakai. Saat membutuhkan kenyamanan, Mama juga bisa memberikan pilihan seperti, “Mau dipeluk atau duduk dekat Mama?”

Pilihan sederhana seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk menunjukkan keinginannya. Dari rutinitas tersebut, mereka mulai belajar bahwa dirinya memiliki suara dan dapat menentukan hal-hal tertentu yang berkaitan dengan dirinya.

Jadi, mengenalkan body boundaries pada bayi bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian. Dengan meminta izin, menghargai respons, mengenalkan bagian tubuh, dan memberikan pilihan, Mama membantu si Kecil belajar mengenal serta menghargai tubuhnya sejak dini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article