Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Ciri-Ciri Gumoh yang Berbahaya pada Bayi
Pexels.com/Helena Lopes
  • Gumoh umumnya normal pada bayi, tetapi perlu diwaspadai bila berat badan tidak bertambah, bayi menolak menyusu, lebih rewel, atau popok basah berkurang.

  • Tanda serius meliputi gumoh menyembur kuat, berwarna hijau atau kuning, mengandung darah atau menyerupai bubuk kopi, serta darah pada tinja.

  • Segera cari pertolongan medis jika gumoh disertai kesulitan bernapas atau tanda sakit; konsultasikan juga bila gumoh baru sering muncul pada usia 6 bulan ke atas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa gumoh setelah minum susu, dan biasanya itu biasa saja. Tapi kalau gumohnya menyembur, hijau, kuning, atau ada darah, harus cepat ke dokter. Bayi juga perlu diperiksa kalau susah minum, susah bernapas, beratnya tidak naik, pupnya berdarah, sangat rewel, atau popok basahnya sedikit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gumoh merupakan kondisi ketika bayi mengeluarkan kembali sedikit susu atau ASI dari mulutnya setelah menyusu.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi, terutama karena sistem pencernaannya masih berkembang. Meski begitu, Ma, tidak semua gumoh bisa dianggap normal.

Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan karena bisa mengindikasikan masalah kesehatan pada si Kecil.

Apa saja tandanya? Agar Mama lebih waspada, mari kita kenali 10 ciri-ciri gumoh yang berbahaya pada bayi melalui rangkuman Popmama.com melansir dari Mayo Clinic berikut ini.

1. Berat badan bayi tidak bertambah

Pexels.com/Olya Afanasyeva

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah berat badan si Kecil tidak bertambah sesuai dengan tahap pertumbuhannya.

Kondisi ini bisa terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi atau mengalami masalah kesehatan yang memengaruhi proses pencernaannya.

2. Gumoh menyembur dengan kuat

Pexels.com/Kampus Production

Gumoh yang keluar dengan semburan kuat atau muntah proyektil perlu mendapat perhatian, terutama jika terjadi berulang kali. Kondisi ini berbeda dari gumoh biasa yang umumnya keluar secara perlahan tanpa banyak usaha.

3. Gumoh berwarna hijau atau kuning

Pexels.com/Burst

Ma, perhatikan juga warna cairan yang keluar saat si Kecil gumoh. Cairan berwarna hijau atau kuning perlu diwaspadai karena dapat menandakan adanya masalah pada saluran pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan medis.

4. Gumoh mengandung darah atau menyerupai bubuk kopi

Pexels.com/Waskyria Miranda

Jika gumoh bayi mengandung darah atau terlihat seperti bubuk kopi, segera cari pertolongan medis. Tampilan tersebut dapat mengindikasikan adanya perdarahan pada saluran pencernaan.

5. Bayi menolak menyusu

Pexels.com/Agung Pandit Wiguna

Bayi yang terus menolak menyusu atau kesulitan menerima asupan perlu diperhatikan. Terlebih jika kondisi ini disertai gumoh berulang, karena dapat mengganggu kecukupan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan tubuhnya.

6. Terdapat darah pada tinja bayi

Pexels.com/Jonathan Borba

Selain memperhatikan cairan yang keluar dari mulut, Mama juga perlu mengamati tinja si Kecil. Adanya darah pada tinja merupakan tanda yang perlu diperiksa oleh dokter, terutama jika disertai gumoh atau keluhan lainnya.

7. Bayi mengalami kesulitan bernapas atau menunjukkan tanda sakit

Pexels.com/Kenneth Surillo

Gumoh yang disertai kesulitan bernapas atau tanda penyakit lainnya tidak boleh diabaikan. Jika si Kecil tampak kesulitan bernapas, segera bawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis.

8. Bayi baru mulai gumoh saat berusia 6 bulan atau lebih

Pexels.com/Dream_ maKkerzz

Gumoh umumnya mulai berkurang seiring bertambahnya usia bayi. Jika si Kecil baru mulai sering gumoh ketika berusia 6 bulan atau lebih, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

9. Bayi lebih sering menangis atau rewel dari biasanya

Pexels.com/Antoni Shkraba

Perubahan perilaku juga perlu diperhatikan, Ma. si Kecil lebih sering menangis atau tampak jauh lebih rewel daripada biasanya saat mengalami gumoh.

Siaga satu, kondisi ini bisa menandakan adanya ketidaknyamanan atau masalah kesehatan.

10. Popok basah lebih sedikit dari biasanya

Pexels.com/Maleen Fotograpia

Jumlah popok basah yang berkurang dapat menjadi tanda bahwa bayi kekurangan cairan. Kondisi ini perlu diwaspadai, terlebih jika si Kecil mengalami gumoh berulang atau menolak menyusu.

Itulah 10 ciri-ciri gumoh yang berbahaya pada bayi yang perlu Mama ketahui. Jika gumoh disertai tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article