Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Perbedaan antara Dwarfisme dan Kretinisme?

3 min read
Apa Perbedaan antara Dwarfisme dan Kretinisme?
Pexels.com/Foden Nguyen
  • Kretinisme adalah istilah lama untuk hipotiroidisme kongenital, yaitu kekurangan hormon tiroid sejak lahir yang dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan otak dan saraf bayi.

  • Dwarfisme merupakan perawakan pendek, umumnya tinggi dewasa 147 cm atau kurang, yang lebih sering dipicu perubahan gen spontan atau diwariskan, meski dapat terkait hormon rendah dan kekurangan nutrisi.

  • Ciri dwarfisme meliputi anggota tubuh pendek dan kepala relatif besar, sedangkan kretinisme dapat ditandai berat sulit naik, kulit dingin-kering, kuning, sembelit, serta kesulitan menyusu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan fisik menjadi salah satu aspek penting dalam memantau tumbuh kembang si Kecil.

Namun, kondisi tertentu dapat memengaruhi proses tersebut, seperti kretinisme dan dwarfisme yang dapat berkaitan dengan perawakan pendek.

Sekilas, kedua kondisi ini mungkin tampak serupa karena sama-sama dapat berkaitan dengan perawakan pendek, padahal memiliki karakteristik yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan antara kretinisme dan dwarfisme? Yuk, simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum untuk membantu Mama mengenali kedua kondisi tersebut.

  1. 1. Apa itu kretinisme dan dwarfisme?

    Apa itu kretinisme dan dwarfisme?
    Pexels.com/Andreas Resch

    Kretinisme dan dwarfisme merupakan dua kondisi yang dapat memengaruhi pertumbuhan tubuh seseorang.

    Meski sama-sama dapat berkaitan dengan perawakan pendek, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

    Mengutip Healthline, kretinisme merupakan istilah lama untuk hipotiroidisme kongenital, yaitu kondisi ketika bayi mengalami kekurangan hormon tiroid sejak lahir. 

    Kondisi ini dapat mengganggu fungsi neurologis, menghambat pertumbuhan, serta menyebabkan kelainan fisik.

    Hormon tiroid berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tubuh serta perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

    Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan jika dwarfisme adalah kondisi perawakan pendek yang umumnya didefinisikan sebagai tinggi badan orang dewasa mencapai 147 cm atau kurang.

    Rata-rata tinggi badan orang dewasa dengan dwarfisme sekitar 125 cm pada perempuan dan 132 cm pada laki-laki.

  2. 2. Penyebab kretinisme dan dwarfisme

    Penyebab kretinisme dan dwarfisme
    Pexels.com/Bryan Catota

    Melansir Healthline, hipotiroidisme kongenital atau kretinisme pada bayi dapat terjadi akibat beberapa kondisi yang memengaruhi pembentukan kelenjar tiroid dan produksi hormon tiroid, di antaranya:

    • Kelenjar tiroid tidak terbentuk atau berukuran terlalu kecil.

    • Kelainan genetik yang memengaruhi produksi hormon tiroid.

    • Paparan yodium radioaktif atau pengobatan antitiroid untuk kanker tiroid selama kehamilan.

    • Penggunaan obat-obatan selama kehamilan yang mengganggu produksi hormon tiroid, seperti obat antitiroid, sulfonamida, atau litium.

    Berbeda dengan kretinisme yang berkaitan dengan gangguan hormon tiroid sejak lahir, dwarfisme lebih sering disebabkan oleh faktor genetik.

    Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan gen yang muncul secara spontan atau diwariskan dari orangtua.

    Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan dwarfisme, yaitu:

    • Perubahan genetik atau varian gen yang terjadi secara spontan pada anak.

    • Varian genetik yang diwariskan oleh salah satu atau kedua orangtua.

    • Kadar hormon yang rendah.

    • Kekurangan nutrisi.

    Dalam beberapa kasus, penyebab dwarfisme tidak diketahui secara pasti.

  3. 3. Perbedaan ciri-ciri fisik dwarfisme dan kretinisme

    Perbedaan ciri-ciri fisik dwarfisme dan kretinisme
    Pexels.com/Rene Terp

    Mengutip Mayo Clinic dan Healthline, berikut ciri-ciri fisik yang dapat dikenali dari dwarfisme dan kretinisme:

    • Dwarfisme: lengan dan kaki lebih pendek, jari-jari tangan pendek, kepala tampak lebih besar dibandingkan tubuh, dahi menonjol, pangkal hidung datar, kaki berbentuk O, serta lengkungan punggung bawah yang berlebihan.

    • Kretinisme: berat badan sulit bertambah, pertumbuhan terhambat, kulit dan bagian putih mata menguning, kulit terasa dingin dan kering, serta dapat disertai sembelit dan kesulitan menyusu.

    Perbedaan kretinisme dan dwarfisme di atas dapat membantu Mama mengenali karakteristik kedua kondisi tersebut dan memahami dampaknya terhadap pertumbuhan si Kecil.

    Jangan lupa untuk selalu memantau tumbuh kembang si Kecil dan berkonsultasi dengan dokter jika Mama menemukan hal yang mengkhawatirkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More