Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Crib Bumper untuk Ranjang Bayi, Apakah Aman? Ini Faktanya

Crib Bumper untuk Ranjang Bayi, Apakah Aman? Ini Faktanya
Pinterest.com
  • Crib bumper tidak aman untuk bayi karena permukaan empuknya dapat menekan wajah saat tidur dan meningkatkan risiko SIDS, meski awalnya dirancang melindungi dari jeruji ranjang.
  • Risiko utama mencakup mati lemas, tercekik tali pengikat, terjepit antara bumper dan ranjang, serta jatuh saat bumper dipakai sebagai pijakan; manfaat pencegahan cedera dinilai minim.
  • Tidur bayi yang aman dilakukan telentang di ranjang khusus yang kosong, dengan kasur keras dan pas, seprai rata, tanpa bantal, selimut tebal, boneka, bumper, maupun paparan asap rokok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menata kamar untuk si Kecil biasanya jadi momen paling seru buat calon Mama. Salah satu barang yang sering masuk ke keranjang belanja adalah crib bumper, bantalan empuk yang dipasang mengelilingi sisi dalam ranjang bayi.

Tampilannya memang menggemaskan dan membuat ranjang terlihat lebih cozy. Tapi di balik tampilan lucunya, ternyata crib bumper menyimpan risiko kesehatan yang cukup serius untuk bayi baru lahir.

Sebelum Mama buru-buru memasangnya di ranjang si Kecil, simak dulu penjelasan lengkap soal keamanan crib bumper. Berikut Popmama.com mengulas crib bumper untuk ranjang bayi, apakah aman? Yuk, simak sampai habis!

  1. Crib Bumper untuk Ranjang Bayi, Apakah Aman?

    Crib Bumper untuk Ranjang Bayi, Apakah Aman?
    Shopee.co.id

    Jawabannya, tidak. Menurut Healthline, crib bumper awalnya diciptakan untuk mencegah kepala bayi terselip di antara jeruji ranjang yang dulu jaraknya masih longgar, sekaligus menjadi bantalan supaya bayi tidak membentur sisi ranjang yang keras.

    Namun, seiring waktu, para ahli menemukan bahwa manfaat itu tidak sebanding dengan risikonya. Bahkan yang lebih parah, bayi dapat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak.

    Oleh karena itu, Mama dan Papa diimbau untuk mempertimbangkan faktor keamanan untuk si Kecil sebelum membelinya. Karena, keamanan dan keselamatan si Kecil menjadi faktor yang utama.

  2. Mengapa Crib Bumper Bisa Berbahaya bagi Bayi saat Tidur?

    Mengapa Crib Bumper Bisa Berbahaya bagi Bayi saat Tidur
    Shopee.co.id

    Bantalan empuk yang mengelilingi ranjang justru menciptakan permukaan baru tempat wajah bayi dapat tertekan saat tidur. Kalau si Kecil berguling dan wajahnya menempel ke bumper, ia belum memiliki kekuatan atau kesadaran penuh untuk memindahkan kepalanya sendiri.

    Menurut WebMD, benda empuk apa pun di dalam ranjang, termasuk crib bumper, bisa menjadi risiko mati lemas karena bayi bisa berguling ke arahnya dan tidak mampu berguling menjauh sendiri.

    Mengutip Cleveland Clinic, selama bertahun-tahun crib bumper dipasarkan seolah aman untuk tidur, padahal kenyataannya tidak seperti yang dipasarkan.

  3. Risiko Penggunaan Crib Bumper

    Risiko Penggunaan Crib Bumper
    Shopee.co.id

    Supaya Mama makin paham bahayanya, berikut beberapa risiko utama penggunaan crib bumper yang perlu diwaspadai:

    • Mati lemas (suffocation).
      Menurut Healthline, sebuah studi tahun 2007 di Journal of Pediatrics menemukan 27 kematian bayi akibat wajah yang tertekan ke bantalan bumper hingga sulit bernapas.
    • Tercekik oleh tali pengikat (strangulation).
      Tali yang biasa dipakai untuk mengikat bumper ke jeruji ranjang berisiko melilit leher si Kecil saat ia bergerak dalam tidurnya.
    • Terjepit di antara bumper dan ranjang (entrapment).
      Mengutip Cleveland Clinic, terjadi 113 kematian bayi antara tahun 1990 dan 2019 akibat crib bumper berbahan empuk.
    • Jadi pijakan untuk memanjat.
      Begitu si Kecil mulai bisa berdiri, bumper yang tebal bisa dipakai sebagai pijakan untuk memanjat keluar ranjang, sehingga risiko jatuh justru meningkat.
    • Belum terbukti mencegah cedera.
      Dikutip dari Healthline, penelitian yang sama menemukan bahwa cedera yang dapat dicegah oleh bumper umumnya hanya lecet ringan, jauh lebih kecil dibandingkan dengan risiko fatal yang ditimbulkannya.

  4. Bagaimana Posisi Tidur yang Aman untuk Bayi?

    Bagaimana Posisi Tidur yang Aman untuk Bayi?
    Pexels/upender photography

    Dilansir dari WebMD, berikut posisi tidur yang aman untuk si Kecil:

    • Tidur sendirian.
      Ranjang bayi sebaiknya kosong tanpa orang lain, bantal, selimut tambahan, boneka, apalagi crib bumper.
    • Posisi telentang.
      Posisi telentang adalah cara paling aman untuk tidur bayi, karena bayi baru lahir belum cukup kuat memutar kepala sendiri kalau kesulitan bernapas.
    • Di ranjang khusus bayi.
      si Kecil sebaiknya tidur di ranjang, boks bayi, atau playpen yang memang dirancang untuk tidur bayi, bukan di ayunan atau car seat.
    • Sesuaikan seiring pertumbuhan.
      Posisi telentang tetap dipertahankan sampai bayi sudah bisa berguling bolak-balik sendiri dari punggung ke samping dan sebaliknya.

  5. Cara Membuat Lingkungan Tidur yang Aman untuk Bayi

    Cara Membuat Lingkungan Tidur yang Aman untuk Bayi
    Pexels/CAMERA TREASURE

    Selain soal posisi tidur, lingkungan ranjang bayi secara keseluruhan juga menentukan keamanannya. Ini beberapa hal yang bisa Mama terapkan:

    • Pastikan ranjang sesuai standar keamanan terbaru.
      Melansir Cleveland Clinic, Mama disarankan untuk menghindari ranjang bayi lama yang sisi-sisinya bisa diturunkan atau jeruji yang terlalu lebar.
    • Gunakan kasur yang pas dan keras.
      Celah antara kasur dan sisi ranjang berisiko menjadi tempat bayi terjepit, jadi pastikan tidak ada ruang lebih dari 2 jari di antara keduanya.
    • Cukup pakai seprai rata yang pas di kasur.
      Tidak perlu tambahan bantal, selimut tebal, atau boneka, Mama cukup gunakan sleep sack kalau khawatir si Kecil kedinginan.
    • Jaga suhu kamar tetap nyaman.
      Menurut WebMD, Mama disarankan untuk memakai kaus kaki atau piyama kaki untuk si Kecil dibandingkan dengan selimut tambahan untuk menghangatkan tubuh bayi saat tidur.
    • Hindari paparan asap rokok.
      Baik asap langsung maupun residu yang menempel di baju dan mainan sama-sama meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

    Nah, itulah pembahasan mengenai crib bumper untuk ranjang bayi, apakah aman? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More