Sebagai Mama, melihat si Kecil tetap nyaman dan sehat tentu jadi prioritas, apalagi saat cuaca sedang panas akibat El Nino.
5 Dampak El Nino bagi Bayi yang Perlu Diwaspadai

Cuaca panas dan kering saat El Nino meningkatkan risiko dehidrasi pada bayi; kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan ASI atau susu formula lebih sering.
Bayi rentan terkena pneumonia serta diare dan infeksi dari air karena virus maupun bakteri lebih mudah berkembang saat suhu meningkat.
Udara kering dapat memicu kulit bayi kering dan iritasi, sementara perubahan suhu serta hujan singkat mendukung nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Suhu yang meningkat dan udara yang lebih kering ternyata bisa membuat bayi lebih rentan mengalami beberapa masalah kesehatan.
Lantas, apa saja dampak El Nino yang perlu Mama waspadai? Simak artikel Popmama.com berikut ini tentang 5 dampak El Nino bagi bayi yang perlu diwaspadai.
Table of Content
1. Dehidrasi

Cuaca panas saat El Nino bisa membuat bayi lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Jika kebutuhan cairannya tidak tercukupi, si Kecil berisiko mengalami dehidrasi.
Melansir dari Baby Center, bayi dan anak-anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa.
Untuk mengatasi dehidrasi saat cuaca panas pada bayi, Mama bisa memberikan susu formula atau ASI dengan frekuensi lebih sering untuk memenuhi kebutuhan cairan si Kecil.
2. Pneumonia

Saat El Nino membuat cuaca terasa lebih panas, kondisi ini bisa mendukung pertumbuhan dan penyebaran virus maupun bakteri penyebab pneumonia.
Sementara itu, daya tahan tubuh bayi masih berkembang, sehingga si Kecil lebih rentan terinfeksi dan berisiko mengalami pneumonia.
3. Diare dan penyakit infeksi

Jika Mama berencana membawa si Kecil rekreasi air saat cuaca sedang panas-panasnya, sebaiknya Mama pikirkan kembali.
Saat suhu meningkat akibat El Nino, bakteri bisa lebih cepat berkembang biak. Kondisi ini kemudian dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, termasuk waterborne illness atau penyakit yang menular lewat air.
Dilansir dari What to Expect, waterborne illness disebabkan oleh air yang terinfeksi oleh berbagai bakteri dan virus. Salah satu penyakit infeksi yang paling sering diderita bayi dan anak-anak adalah diare.
Gejala waterborne illness yang paling umum adalah diare, muntah, demam, dan kehilangan nafsu makan.
4. Kulit kering dan iritasi

Cuaca panas dan udara yang lebih kering saat El Nino bisa membuat kulit bayi lebih cepat kehilangan kelembapan.
Apalagi, skin barrier bayi masih belum sekuat orang dewasa. Akibatnya, kulit si Kecil bisa menjadi kering, kasar, kemerahan, gatal, hingga muncul ruam atau biang keringat.
5. DBD

El Nino bukan berarti nyamuk otomatis berkurang, Ma. Perubahan suhu dan pola hujan justru bisa menciptakan kondisi yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Genangan air setelah hujan singkat pun bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Bayi pun menjadi lebih rentan mengalami DBD karena tubuhnya masih kecil dan daya tahan tubuhnya masih berkembang.
Itulah 5 dampak El Nino bagi bayi yang perlu Mama waspadai. Saat cuaca panas dan kering, pastikan Mama selalu memperhatikan kebutuhan si Kecil lebih seksama.




















