Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Hal Tersulit yang Dihadapi Ibu Baru saat Merawat Bayi
Magnific
  • Ibu baru menghadapi pemulihan fisik setelah persalinan, termasuk nyeri, pembengkakan, jahitan, atau ketidaknyamanan pascaoperasi, sementara bentuk tubuh belum langsung kembali seperti sebelum hamil.

  • Perawatan bayi yang intens, terutama menyusu tiap beberapa jam, mengurangi waktu tidur dan membuat rutinitas terasa berulang. Kondisi tersebut dapat memicu lelah, mudah marah, hingga sulit berkonsentrasi.

  • Perubahan hormon, kesulitan menyusui, proses bonding yang bertahap, dan rasa sepi menjadi tantangan emosional. Dukungan orang terdekat serta bantuan profesional dapat diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah sembilan bulan menunggu, akhirnya Mama bisa menggendong si Kecil untuk pertama kalinya. Rasa bahagia dan lega tentu menjadi bagian dari momen tersebut. Namun, setelah pulang ke rumah, hari-hari sebagai ibu baru biasanya mulai terasa berbeda dari yang dibayangkan.

Di tengah waktu menyusui yang datang setiap beberapa jam, tubuh yang masih dalam masa pemulihan, dan tidur yang semakin sedikit, Mama juga perlu belajar mengenal bayi yang baru hadir dalam hidup. Hal-hal sederhana seperti kapan terakhir mandi atau kapan sempat makan pun terkadang bisa terlupakan karena perhatian Mama banyak tertuju pada si Kecil.

Minggu-minggu pertama setelah melahirkan memang menjadi masa penyesuaian, baik untuk Mama maupun bayi. Tubuh, emosi, dan rutinitas sehari-hari masih mencari ritme yang baru. Oleh karena itu, tidak sedikit ibu baru yang merasa lelah, sensitif, atau kewalahan menghadapi perubahan yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Agar Mama memiliki gambaran tentang apa saja yang mungkin terjadi setelah melahirkan, berikut Popmama.com telah merangkum hal tersulit yang dihadapi ibu baru saat merawat bayi.

1. Tubuh masih terasa sakit setelah melahirkan

Magnific

Setelah bayi lahir, tubuh mama belum langsung kembali seperti sebelum hamil. Proses persalinan merupakan hal yang menguras tenaga, sehingga Mama mungkin masih merasakan berbagai ketidaknyamanan saat mulai merawat si Kecil.

Beberapa keluhan yang dapat muncul setelah melahirkan antara lain pembengkakan, wasir, jahitan akibat robekan vagina, maupun rasa tidak nyaman setelah operasi caesar.

Menurut Chair of Obstetrics and Gynecology di Gottlieb Memorial Hospital, Karen Deighan, MD, Mama mungkin merasa tubuhnya tidak akan kembali normal. Namun, kondisi tersebut akan membaik seiring tubuh menjalani proses pemulihan.

Selama masa ini, kompres es, bantalan witch hazel, dan peri bottle dapat membantu meredakan beberapa keluhan. Mama juga perlu makan dengan baik, cukup beristirahat, dan meminta bantuan orang terdekat jika tubuh masih terasa sakit.

2. Waktu tidur berkurang karena harus sering merawat bayi

Magnific

Setelah tubuh mulai beradaptasi dengan kondisi baru, tantangan berikutnya bisa datang saat malam hari. Bayi baru lahir dapat menghabiskan waktu siang dan malam dengan menyusu sekitar setiap dua jam.

Artinya, waktu tidur Mama bisa terputus berkali-kali. Baru saja ingin terlelap, si Kecil mungkin kembali menangis karena lapar.

Menurut Deighan, rasa lelah akibat kurang tidur setelah melahirkan bisa sangat berat. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala, mudah marah, masalah daya ingat, kebingungan, hingga depresi.

Mama bisa mencoba tidur setiap kali ada kesempatan. Meminta bantuan keluarga atau teman untuk menjaga bayi sementara Mama tidur sebentar juga dapat membantu memenuhi kebutuhan istirahat.

3. Perubahan hormon membuat emosi naik turun

Magnific

Selain tubuh yang masih beradaptasi, perubahan hormon setelah melahirkan juga dapat memengaruhi perasaan mama. Mama mungkin menjadi lebih mudah menangis, sensitif, atau merasa murung tanpa alasan yang jelas.

Yvette LaCoursiere, MD, menjelaskan bahwa kadar progesteron turun drastis setelah plasenta keluar. Perubahan hormon tersebut dapat memicu baby blues yang dialami sekitar 80 persen perempuan.

Kurang tidur juga dapat membuat Mama merasa semakin lelah dan murung selama beberapa minggu pertama. Dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu Mama melewati masa transisi ini.

Namun, jika Mama terus merasa depresi, panik, tidak tertarik pada sesuatu, atau sulit berkonsentrasi, LaCoursiere menyarankan untuk membicarakannya dengan dokter agar dapat diketahui penanganan yang tepat.

4. Bentuk tubuh belum langsung kembali seperti sebelum hamil

Magnific

Setelah melewati masa kehamilan selama sembilan bulan, Mama mungkin berharap bentuk tubuh segera kembali seperti sebelum hamil. Namun, ketika bercermin setelah melahirkan, perut masih dapat terlihat seperti sedang hamil.

LaCoursiere menjelaskan bahwa perempuan bahkan bisa terlihat seperti masih hamil sekitar tujuh bulan ketika meninggalkan rumah sakit. Kondisi ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk pulih setelah mengalami berbagai perubahan selama kehamilan.

Jadi, perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan masih menjadi bagian dari proses pemulihan. Mama tidak perlu terburu-buru mengharapkan tubuh kembali seperti sebelum hamil.

5. Masih belajar merawat bayi

Magnific

Ketika baru pertama kali merawat bayi, ada banyak hal yang mungkin membuat Mama bertanya-tanya. Haruskah bayi menyusu langsung atau minum melalui botol? Apakah jumlah popok basahnya sudah cukup? Bahkan, Mama mungkin berkali-kali memastikan bayi masih bernapas ketika sedang tidur.

Berbagai pertanyaan tersebut dapat membuat Mama merasa stres karena ingin memastikan si Kecil selalu dalam kondisi baik.

LaCoursiere menyarankan Mama untuk tidak terlalu memikirkan semua hal yang harus dilakukan setelah pulang bersama bayi. Pada masa awal, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu memberi makan bayi, makan untuk diri sendiri, dan sesekali memandikan Mama atau bayi.

Seiring waktu, Mama akan semakin terbiasa memahami kebutuhan si Kecil dan menjalani rutinitas sebagai orangtua.

6. Menyusui bisa terasa lebih sulit dari yang dibayangkan

Magnific

Bagi Mama yang memilih menyusui, proses memberikan ASI juga dapat menjadi tantangan tersendiri. Bayi mungkin belum bisa melakukan pelekatan dengan baik, sedangkan Mama dapat mengalami puting yang sakit atau pecah hingga produksi ASI yang rendah.

Deighan menjelaskan bahwa menyusui sering dianggap sebagai sesuatu yang secara alami langsung bisa dilakukan. Padahal, proses tersebut dapat terasa lebih sulit bagi sebagian ibu.

Oleh karena itu, Mama tidak perlu ragu mencari bantuan ketika mengalami kesulitan. Konsultan laktasi, dokter anak, atau pusat dukungan di rumah sakit dapat menjadi tempat untuk mendapatkan bantuan. Semakin cepat mencari bantuan, semakin kecil kemungkinan masalah berlanjut dalam jangka panjang.

7. Belum langsung merasa dekat dengan bayi

Magnific

Setelah menunggu selama berbulan-bulan, Mama mungkin membayangkan akan langsung merasa sangat dekat dengan si Kecil. Namun, ikatan antara ibu dan bayi tidak selalu terbentuk seketika.

LaCoursiere menjelaskan bahwa tidak ada waktu pasti kapan bonding antara Mama dan bayi akan terbentuk. Bayi yang baru lahir juga belum bisa memberikan banyak respons, seperti tersenyum, sehingga Mama mungkin belum mendapatkan tanda bahwa kedekatan tersebut mulai terbentuk.

Pada masa ini, Mama bisa fokus memenuhi kebutuhan dasar bayi, seperti memberikan makanan, kehangatan, dan waktu tidur. Menggendong, mengayun, melakukan kontak mata, bernyanyi, membacakan buku, serta melakukan kontak kulit dengan bayi juga dapat membantu membangun kedekatan.

8. Merasa sendirian saat merawat bayi

Magnific

Hari-hari pertama bersama bayi lebih banyak dihabiskan di rumah. Mama perlu merawat si Kecil yang membutuhkan perhatian hampir sepanjang waktu sambil menyesuaikan diri dengan kehidupan baru. Situasi tersebut dapat membuat masa setelah melahirkan terasa sepi.

Dukungan emosional dari orang lain dapat membantu Mama melewati masa ini. Mama bisa berbincang dengan ibu lain yang sudah pernah melalui pengalaman serupa, bergabung dengan kelompok orangtua, atau mencari komunitas secara online ketika belum bisa keluar rumah.

Berinteraksi dengan orangtua lain juga dapat membuat Mama mengetahui bahwa berbagai tantangan tersebut bukan hanya dialami sendiri.

9. Rutinitas bersama bayi terasa berulang setiap hari

Magnific

Makan, tidur, buang air, lalu kembali mengulang rutinitas yang sama. Di antara semuanya, tangisan bayi juga bisa muncul sepanjang siang dan malam. Pola seperti ini membuat hari-hari pertama bersama bayi terasa seperti terus berputar.

Mama bahkan bisa kehilangan jejak waktu, lupa kapan terakhir mandi, atau merasa tidak memiliki waktu untuk diri sendiri. Tiga bulan pertama setelah melahirkan dikenal sebagai trimester keempat, yaitu masa ketika Mama dan bayi masih menyesuaikan diri dengan tahap kehidupan yang baru.

Seiring berjalannya waktu, Mama akan mulai mendapatkan lebih banyak waktu tidur dan menemukan ritme yang lebih nyaman dalam merawat si Kecil.

Nah, itu dia sembilan hal tersulit yang dihadapi ibu baru saat merawat bayi. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article