Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Memilih Ikan Segar untuk MPASI

Cara Memilih Ikan Segar untuk MPASI
Pexels/TonyNojmanSK
  • Ikan untuk MPASI sebaiknya dipilih yang tidak mengandung merkuri dan masih segar agar manfaat protein hewani optimal serta tidak berisiko menjadi sumber penyakit.
  • Ciri fisik ikan segar meliputi daging kenyal berwarna terang, insang merah berlendir bening, sisik kuat berkilau, serta perut utuh dan elastis.
  • Periksa mata yang cerah dan menonjol, tubuh yang tenggelam dalam air, serta aroma segar; hindari ikan bermata cacat, mengapung, atau berbau busuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi untuk bayi. Jenis makanan laut ini juga sering dijadikan hidangan untuk MPASI.

Ada banyak jenis ikan yang dapat dipilih untuk dikonsumsi si Kecil. Mulai dari ikan salmon, patin, kembung, bahkan lele. Sebaiknya ikan yang dipilih tidak mengandung merkuri karena dapat membahayakan si Kecil, Ma.

Sebelum mengolah ikan, cara memilihnya juga perlu diperhatikan. Pastikan ikan yang telah dibeli masih dalam keadaan segar agar manfaatnya maksimal dan tidak menjadi penyakit.

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum cara memilih ikan segar untuk MPASI.

  1. 1. Kondisi dagingnya kenyal dan berwarna terang

    kondisi dagingnya kenyal dan berwarna terang
    Freepik/pressmaster

    Ikan yang akan diolah menjadi MPASI harus dalam keadaan segar, ya, Ma. Banyak hal yang dapat diperhatikan dalam memilih ikan segar, salah satunya kondisi dagingnya.

    Ikan yang segar memiliki ciri-ciri daging yang kenyal saat ditekan serta kembali ke bentuk asal. Selain itu, daging ikan segar biasanya warnanya terang.

  2. 2. Insang berwarna merah terang

    Insang berwarna merah terang
    Freepik/pixelshoots

    Selanjutnya ciri-ciri ikan segar yang dapat Mama perhatikan adalah warna insang masih merah terang. Selain itu, ikan yang segar insangnya tertutup oleh lendir bening.

    Jika insang sudah berubah cokelat atau berwarna gelap, ikan tersebut sudah dipastikan tidak dalam kondisi segar.

  3. 3. Sisik masih kuat, berkilau dan bersih

    Sisik masih kuat, berkilau dan bersih
    freepik/4045

    Ikan yang masih segar kondisi sisiknya masih menempel kuat, Ma. Beda dengan ikan yang sudah tidak segar sisiknya akan mudah mengelupas.

    Selain itu, sisik ikan segar juga terlihat berkilau dan bersih. Jika ikan yang dipilih tidak memiliki sisik, pastikan kulitnya kencang dan masih lekat dengan dagingnya.

  4. 4. Dinding perut masih tegang

    Dinding perut masih tegang
    Pexels/Alexander Zvir

    Dinding perut ikan yang masih segar juga masih tegang, Ma. Beda dengan ikan yang kurang segar, kondisi perutnya sudah keluar.

    Ikan yang kondisinya masih segar memiliki dinding perut yang utuh dan nampak elastis.

  5. 5. Mata cerah dan menonjol

    Mata cerah dan menonjol
    Pexels/Mali Maeder

    Selanjutnya Mama juga perlu memerhatikan bagian matanya. Ikan segar memiliki mata yang berwarna cerah dengan putih dan hitamnya masih terlihat jelas.

    Kemudian bening pada mata juga tidak ada cacat, serta mata ikan yang segar akan nampak menonjol atau cembung, Ma.

  6. 6. Keadaan tubuh tidak mengapung

    Keadaan tubuh tidak mengapung
    Pexels/Eva Bronzini

    Ikan yang segar juga bisa dilihat dari kondisi tubuhnya saat dimasukkan ke dalam air. Biasanya ikan yang masih segar tidak mengapung di air dan akan langsung tenggelam.

    Berbeda dengan ikan yang sudah tidak segar, tubuhnya akan terapung saat berada di dalam air.

  7. 7. Baunya segar

    Baunya segar
    Wikipedia

    Kemudian ikan yang kondisinya masih segar akan memiliki bau khas ikan yang segar. Jika Mama membeli ikan laut, baunya seperti aroma segar.

    Ikan yang sudah tidak segar biasanya akan beraroma busuk dan tidak sedap. Ikan yang aromanya sudah seperti ini tidak layak dikonsumsi, ya, Ma.

    Nah, itu dia berbagai cara memilih ikan segar untuk MPASI. Pastikan memilih ikan dalam kondisi yang baik agar si Kecil makan dengan lahap serta kebutuhan protein dan nutrisi lainnya terpenuhi.

    Semoga bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More