Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Bayi Perempuan Tidur Lebih Nyenyak Dibanding Bayi Laki-Laki?

Benarkah Bayi Perempuan Tidur Lebih Nyenyak Dibanding Bayi Laki-Laki?
freepik/jcomp
  • Studi di Bogor pada bayi usia 6–8 bulan mencatat bayi laki-laki lebih aktif secara fisik pada siang hari, sehingga tidur berkurang dan lebih berpotensi mengalami gangguan tidur.
  • Kenyenyakan tidur tidak ditentukan jenis kelamin; kebisingan, perubahan suhu, rasa lapar, serta belum mengenal siang-malam dapat membuat bayi sering terbangun.
  • Durasi tidur siang memengaruhi tidur malam. Pola tidur dapat diatur melalui rutinitas nyaman, mengenali tanda mengantuk, dan membedakan aktivitas siang dengan suasana malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menidurkan bayi memang jadi tantangan tersendiri bagi orangtua, sebab bayi terutama yang baru lahir memiliki jam tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini juga memengaruhi mengapa bayi sulit ditidurkan, namun bisa bangun dengan cepat.

Bukan faktor itu saja, ternyata jam tidur bayi juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, Ma. Beberapa penelitian mengungkapkan jam tidur bayi perempuan ternyata berbeda dengan laki-laki.

Pernyataan tersebut juga membuat banyak orangtua berpikir bahwa jenis kelamin juga memengaruhi nyenyak dan pulasnya tidur bayi. Lantas, benarkah bayi perempuan tidur lebih nyenyak dibandingkan dengan bayi laki-laki?

Selengkapnya, berikut ini Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama. Disimak, yuk, Ma!

  1. Bayi Perempuan Tidur Lebih Pulas, Benarkah?

    Bayi Perempuan Tidur Lebih Pulas, Benarkah?
    Pexels/Ivone De Melo:

    Anggapan mengenai jenis kelamin bayi memengaruhi waktu tidurnya ini tidak sepenuhnya salah, Ma. Waktu tidur antara perempuan dan laki-laki memang sedikit berbeda karena banak hal, mulai dari tingkat keaktifan, hormon, nutrisi, lingkungan dan lain-lain.

    Mengutip dari Jurnal Penelitian Perawat Profesional, studi yang dilakukan di Kota Bogor menunjukkan bayi usia 6-8 bulan dengan jenis kelamin laki-laki memang lebih banyak melakukan aktivitas fisik di siang hari dibanding bayi perempuan sehingga waktu tidurnya juga menjadi berkurang dan mudah kelelahan.

    Bayi laki-laki lebih berpotensi mengalami gangguan tidur dibanding bayi perempuan. Ini yang akhirnya menyebabkan bayi perempuan tidurnya lebih pulas jika dibandingkan dengan bayi laki-laki.

  2. Tingkat Kenyenyakan Tidak Dipengaruhi Jenis Kelamin

    Tingkat Kenyenyakan Tidak Dipengaruhi Jenis Kelamin
    freepik/Lifestylememory

    Meski perempuan bisa tidur lebih pulas dibanding bayi laki-laki, nyatanya tingkat kenyenyakannya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, Ma.

    Artinya, baik bayi berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan bisa tidur dengan cepat ataupun sulit ditidurkan kembali. Nyenyak atau tidaknya bayi tidur dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, Ma.

    Bayi yang sulit tidur biasanya dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang kondusif dan membuat bayi kurang nyaman. Beberapa hal yang jadi penyebab bayi sering terbangun dan kurang nyenyak tidurnya yakni:

    • Sensitif terhadap suara bising,

    • Bayi mengalami perubahan suhu tubuh,

    • Bayi merasa lapar,

    • Belum mengenal waktu siang dan malam.

    Untuk itu, penting untuk Mama memerhatikan sekitar sebelum menidurkan bayi. Mama juga perlu menjaga pola tidur si Kecil agar jam tidurnya teratur dan bisa diprediksi.

  3. Lamanya Tidur Siang Berpengaruh pada Durasi Tidur di Malam Hari

    Lamanya Tidur Siang Berpengaruh pada Durasi Tidur di Malam Hari
    Freepik/javi_indy

    Tidak seperti orang dewasa, waktu tidur bayi memang lebih banyak sehingga bayi perlu tidur saat siang hari. Tidur siang ini juga dapat membantu Mama melakukan aktivitas lain di siang hari.

    Bukan hanya meringankan waktu Mama dalam beraktivitas saja, rupanya tidur siang juga pengaruhi durasi tidur si Kecil di malam hari.

    Mengutip Better Health Channel, kebiasaan tidur bayi di siang hari akan memengaruhi waktu tidurnya di malam hari. Jika si Kecil tidur siang dengan waktu yang cukup singkat, maka waktu tidurnya di malam hari akan semakin panjang, bahkan si Kecil akan mudah mengantuk meski belum jam tidur.

    Sebaiknya, bayi yang banyak tidur di siang hari akan sulit ditidurkan di malam hari. Kemungkinan terbangun di malam hari juga akan semakin besar sehingga Mama perlu terjaga sepanjang malam.

    Dengan ini kebiasaan tidur si Kecil juga dapat berpengaruh pada durasi tidurnya. Ingat, bayi tidur lebih awal juga bukan berarti tidurnya lebih nyenyak. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian membuktikan bahwa bayi tingkat nyenyak tidur bayi dipengaruhi oleh kegiatan di siang hari yang membuat bayi sulit tidur nyenyak.

  4. Cara Mengatur Pola Tidur Bayi

    Cara Mengatur Pola Tidur Bayi
    Freepik/javi_indy

    Waktu tidur bayi tentu berbeda dengan waktu tidur orang dewasa. Bayi biasanya tidur lebih lama karena hormon pertumbuhan bayi akan lebih aktif saat si Kecil sedang tidur.

    Bayi baru lahir hingga usia 2 bulan akan tidur selama 14-18 jam dalam sehari. Kemudian waktu tidurnya berubah menjadi 12-16 jam sehari saat memasuki usia 2 bulan sampai 1 tahun.

    Dengan ini tidur sangat penting untuk si Kecil, bukan? Bagaimana jika bayi sulit tidur? Mama dapat menerapkan cara berikut ini:

  5. 1. Buatlah kebiasaan tidur yang membuat bayi nyaman

    Buatlah kebiasaan tidur yang membuat bayi nyaman
    Freepik/javi_indy

    Kebiasaan sebelum tidur ternyata sangat berpengaruh pada pola tidur si Kecil. Mama dapat membuat si Kecil nyaman terlebih dahulu agar si Kecil lebih pulas saat tidur.

    Misalnya, Mama bisa memberikan pijatan atau menyanyikannya lagu. Si Kecil akan terbiasa dan memahami waktu tidurnya ditandai dengan hal-hal yang membuatnya nyaman.

  6. 2. Kenali tanda-tanda bayi mengantuk

    Kenali tanda-tanda bayi mengantuk
    freepik/cookiestudio

    Mama juga harus tahu jika si Kecil sudah mulai mengantuk. Biasanya bayi akan mudah tertidur jika digendong Mama.

    Jika bayi sudah mulai tertidur, sebaiknya segera letakkan di atas kasur. Jangan biasakan si Kecil tidur selama di gendongan sebab dapat membuatnya sulit tidur sendiri dan harus digendong terlebih dahulu.

  7. 3. Tunjukkan waktu siang dan malam

    Tunjukkan waktu siang dan malam
    Freepik/user18526052

    Bayi baru lahir umumnya belum mengenal waktu siang dan malam hari. Hal ini yang menyebabkan bayi mudah terbangun di malam hari.

    Untuk membedakannya, usahakan untuk membuat bayi lebih aktif di siang hari dengan banyak berbicara atau bermain. Mama dapat membiarkan si Kecil lebih tenang dan jangan ajak ngobrol terlalu lama di malam hari. Dengan ini, bayi akan menemukan pola tidurnya sendiri dan lebih banyak tertidur di malam hari.

    Nah, demikian penjelasan mengenai benarkah bayi perempuan tidur lebih nyenyak dibandingkan dengan bayi laki-laki. Anggapan ini benar sebab waktu tidur bayi juga dipengaruhi oleh keaktifannya saat siang hari, Ma.

    Semoga informasi di atas bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More