Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

4 Tips Agar Bayi Cepat Naik Tekstur MPASI, Perhatikan Kondisinya!

4 Tips Agar Bayi Cepat Naik Tekstur MPASI, Perhatikan Kondisinya!
Unsplash/phongduong
  • Kondisi kesehatan bayi perlu dipastikan fit sebelum naik tekstur MPASI, karena sakit atau gangguan pencernaan dapat membuat bayi menolak, tidak lahap, atau memuntahkan makanan.
  • Orangtua perlu memantau perkembangan sensorik dan motorik, posisi makan, serta kebiasaan pemberian MPASI; bayi sebaiknya makan sambil duduk dan sesuai usia maupun kemampuannya.
  • Tekstur MPASI ditingkatkan bertahap: bubur halus usia 6 bulan, lebih kental 7–9 bulan, makanan cincang halus atau finger food 10–12 bulan, lalu lebih beragam setelah 12 bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi yang sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) perlu dikenalkan dengan berbagai jenis makanan. Bukan hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, MPASI juga berperan untuk mengenalkan bayi terhadap rasa dan tekstur makanan.

Nah, biasanya tahapan pemberian tekstur MPASI bertahap sesuai dengan kemampuan bayi. Namun bagaimana jika si Kecil selalu menolak saat diberi makan dan sulit mengenalkannya pada tekstur makanan yang baru?

Di satu sisi Mama ingin si Kecil makan dengan lahap, namun di sisi lain bayi sulit mencerna makanan dengan tekstur yang baru sehingga tidak kunjung naik tekstur.. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung bayi naik tekstur MPASi, lho, Ma.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa tips agar bayi cepat naik tekstur MPASI. Simak, yuk, Ma!

  1. 1. Pastikan kondisi tubuh si Kecil tidak sedang sakit

    Pastikan kondisi tubuh si Kecil tidak sedang sakit
    Freepik/Stocking

    Mama tentu bingung dan khawatir saat si Kecil diberikan makanan namun tidak lahap. Beberapa kali juga si Kecil mungkin memuntahkan makanannya. Ini yang juga membuat si Kecil sulit naik tekstur.

    Menurut penjelasan dr. Lucky Yogasatria, Sp.A melalui Instagram, hal yang perlu Mama perhatikan pertama adalah cek terlebih dahulu kondisi tubuh si Kecil. Apakah sedang fit atau ada penyakit yang membuatnya sulit mencerna makanan.

  2. 2. Perhatikan apakah ada keterlambatan dalam perkembangan bayi

    Perhatikan apakah ada keterlambatan dalam perkembangan bayi
    Pexels/prostooleh

    Selain memperhatikan kondisi tubuh secara fisik, Mama juga perlu memperhatikan perkembangan sensorik dan motoriknya. Apakah ada keterlambatan di perkembangan lainnya atau tidak.

    Tentu keterlambatan perkembangan bayi juga memengaruhi nafsu makan dan si Kecil juga sulit untuk mencerna atau diperkenalkan dengan tekstur makanan baru. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika ada gangguan perkembangan lainnya, Ma.

  3. 3. Posisi dan postur bayi saat makan penting untuk diperhatikan

    Posisi dan postur bayi saat makan penting untuk diperhatikan
    Freepik

    Kebanyakan orangtua mungkin tidak terlalu memperhatikan posisi atau tekstur tubuh si Kecil saat makan, asalkan bayi dapat makan dengan lahap sudah merasa cukup. Padahal, posisi dan postur bayi saat makan sangat mempengaruhi nafsu makannya. 

    Sebaiknya usahakan bayi jangan terlalu bersandar, jangan terlalu sering memberi makan bayi saat jalan-jalan atau saat digendong. Biasakan memberi makan bayi dengan posisi duduk, bisa di high chair atau di tempat yang sejajar dengan pandangan mata Mama.

  4. 4. Perhatikan feeding practice pada bayi

    Perhatikan feeding practice pada bayi
    Freepik/EyeEm

    Setelah memikirkan berbagai hal sebelum bayi makan, Mama juga harus memerhatikan cara pemberian makan pada bayi dengan benar. Pastikan Mama sudah memberikan bayi MPASI sesuai dengan umur dan kemampuanya.

    Selain itu, jangan lupa kenalkan bayi pada jenis makanan lain yang beragam agar si Kecil tahu ada banyak jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Hal ini juga membantu membuat bayi mudah penasaran dan ingin mencoba makanan yang baru.

  5. Tahapan Tekstur MPASI Bayi

    Tahapan Tekstur MPASI Bayi
    Freepik

    Dalam pemberian MPASi, terdapat tahapan-tahapan makanan sesuai teksturnya yang dapat diberikan berdasarkan usianya. Tahapan ini merupakan acuan agar bayi dapat mencerna makanan sesuai kemampuannya.

    Nah, ada beberapa tahapan yang perlu Mama pahami agar si Kecil juga dapat naik tekstur MPASI dengan cepat. Berikut ini beberapa tahapan tekstur MPASI:

  6. 1. Usia 6 bulan

    Usia 6 bulan
    Freepik/freepik

    Pada tahap awal MPASI, bayi dapat diberikan makanan dengan tekstur bubur halus. Mama dapat memberi si Kecil makanan yang telah diblender dan disaring. MPASI bisa diberikan dua kali sehari dengan porsi sebanyak 2-3 sendok makan.

  7. 2. Usia 7-9 bulan

    Usia 7-9 bulan
    Freepik

    Memasuki usia 7 bulan, si Kecil sudah bisa mengonsumsi bubur yang teksturnya agak padat atau kental. Makanan hanya perlu dihaluskan atau diblender saja tanpa harus disaring kembali. Makanan bisa diberikan bertahap tiga kali sehari dengan porsi setengah mangkok 250 ml.

  8. 3. Usia 10-12 bulan

    Usia 10-12  bulan
    Freepik/freepik

    Selanjutnya saat si Kecil sudah memasuki usia 10 bulan, tandanya sudah bisa mengonsumsi makanan dengan tekstur agak kasar, Ma. Si Kecil sudah mulai bisa diberikan makanan cincang halus atau memberikannya finger food yang dapat dipegang dan dimakan sendiri. 

    Porsi makan juga semakin bertambah, sekitar 3-4 kali sehari sebanyak setengah mangkok 250 ml.

  9. 4. Usia di atas 12 bulan

    Usia di atas 12 bulan
    Freepik

    Saat usia si Kecil sudah menginjak satu tahun, tekstur makanan sudah tidak perlu diperhatikan sebab biasanya bayi sudah mulai bisa beradaptasi dengan berbagai jenis makanan. 

    Bayi 1 tahun dapat makan sebanyak 3-4 kali sehari dan dapat diberikan selingan camilan sebanyak 1-2 kali sehari. 

    Nah, itu dia beberapa tips agar bayi cepat naik tekstur MPASI. Jangan khawatir saat anak sulit naik tekstur MPASI, pastikan pemberiannya bertahap dan diselingi, ya, Ma.

    Semoga bermanfaat!

Share Article

Related Articles

See More