Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Menjaga Rumah Tetap Sejuk untuk Bayi agar Merasa Nyaman

Cara Menjaga Rumah Tetap Sejuk untuk Bayi agar Merasa Nyaman
ilustrasi bayi rewel di box bayi(pexels.com/jonathan Borba)
  • Bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuh dengan baik, sehingga rentan kepanasan atau kedinginan; ruangan sejuk membantu tidur lebih mudah dan nyenyak.
  • Suhu tidur bayi yang nyaman berada pada 16–20 derajat Celsius. Ruangan terlalu hangat dapat memicu keringat dan meningkatkan risiko SIDS, sedangkan terlalu dingin berisiko hipotermia.
  • Tanpa AC, gunakan pakaian berlapis tipis berwarna cerah, buka pintu atau jendela, tutup tirai siang hari, pakai kipas tidak langsung, serta pantau suhu dengan termometer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi suhu sebuah ruangan sangat berpengaruh pada kenyamanan bayi. Saat merawat bayi, suhu ruangan juga perlu dipertimbangkan karena tubuh bayi rentan terhadap perubahan suhu yang drastis.

Bayi baru lahir belum memiliki kemampuan mengatur suhu tubuh seperti orang dewasa. Hal ini yang membuat bayi mudah kepanasan atau kedinginan.

Biasanya bayi lebih nyaman berada di ruangan yang sejuk namun juga tidak terlalu dingin. Lantas, bagaimana cara mengatur suhu rumah agar nyaman untuk si Kecil?

Simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar cara menjaga rumah tetap sejuk untuk bayi. Disimak, yuk, Ma!

  1. Udara Sejuk Pengaruhi Kualitas Tidur Bayi

    Udara Sejuk Pengaruhi Kualitas Tidur Bayi
    ilustrasi bayi tidur (pexels.com/Kampus Production)

    Bayi baru lahir pada dasarnya belum bisa mengatur atau menyesuaikan suhu tubuhnya dengan kondisi sekitarnya. Hal ini yang membuat bayi lebih rentan kepanasan atau kedinginan. 

    Sebagai orangtua, Mama perlu menjaga rumah tetap sejuk dan sesuai dengan kenyamanan bayi. Melansir dari Baby Fair UK, bayi direkomendasikan untuk tidur di ruangan dengan suhu yang lebih dingin. 

    Ruangan yang dingin diketahui dapat membuat tidur lebih mudah dan nyenyak. Untuk itu, penting menjaga suhu ruangan tidak terlalu panas, direkomendasikan lebih sejuk dari suhu ruangan normal. 

    Suhu yang lebih dingin juga akan memicu produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun si Kecil.  Dengan ini, bayi lebih menjadi mudah tidur nyenyak.

  2. Pengaturan Suhu Ruangan untuk Bayi

    Pengaturan Suhu Ruangan untuk Bayi
    ilustrasi mengatur suhu AC (gutsacindonesia.com)

    Merawat bayi yang masih dalam tahap penyesuaian terhadap lingkungan memang butuh perhatian lebih. Suhu ruangan bayi menjadi salah satu hal yang perlu orangtua perhatikan agar bayi tetap nyaman.

    Melansir dari NHS, suhu ruangan yang nyaman untuk bayi tidur adalah 16 - 20 derajat celcius. Penelitian mengungkapkan bahwa bayi lebih baik merasa lebih dingin dibanding kepanasan.

    Jika suhu terlalu hangat, bayi akan tidak nyaman, banyak berkeringat, dan meningkatkan risiko SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). Sementara itu, suhu yang terlalu dingin membuat bayi kedinginan, gelisah, dan sering terbangun saat tidur.

    Jadi, pastikan bayi tidak kepanasan, namun jangan sampai kedinginan karena dapat berisiko hipotermia, mengingat bayi belum bisa mengatur suhu tubuhnya dengan baik.

  3. Cara Menjaga Rumah Tetap Sejuk untuk Bayi

    Cara Menjaga Rumah Tetap Sejuk untuk Bayi
    ilustrasi kamar bayi (unsplash.com/Lotus Design N Print)

    Menjaga suhu rumah tetap sejuk akan lebih mudah diatur menggunakan pendingin ruangan atau AC. Namun, pendingin ruangan kerap tidak begitu berpengaruh saat cuaca panas, terutama di musim kemarau.

    Jika di rumah tidak memungkinkan menggunakan pendingin ruangan, mengatur suhu ruangan yang ideal biasanya akan lebih sulit. Meski demikian, jangan khawatir sebab ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk untuk bayi.

    Mengutip dari The Lullaby Trust, ini dia beberapa tips menjaga suhu tetap sejuk tanpa pendingin ruangan: 

    • Gunakan tempat tidur dan pakaian yang lebih cerah dengan lapisan yang lebih tipis
    • Buka pintu kamar tidur dan jendela agar udara masuk ke dalam ruangan
    • Gunakan kipas angin untuk mendinginkan ruangan, namun jangan mengarahkan langsung ke bayi
    • Gunakan kain bedong dengan bahan yang sejuk sata udara panas
    • Tutup tirai di siang hari agar ruangan tidak terlalu panas
    • Gunakan termometer untuk memeriksa suhu ruangan.

  4. Tanda Bayi Kepanasan atau Kedinginan

    Tanda Bayi Kepanasan atau Kedinginan
    ilustrasi bayi tidur di stroller (pexels.com/Sarah Chai)

    Mengingat bayi belum bisa berbicara, cara berkomunikasinya dapat dilihat dari gerak-gerik dan respon yang mereka berikan. Pada beberapa bulan pertama, bayi lebih banyak menangis dalam kondisi apapun, bagaimana cara mengetahui bayi kedinginan atau kepanasan?

    Selain melihat respon bayi yang menangis, Mama dapat melihat beberapa tanda seperti berkeringat, pipi memerah, rambut basah, napas cepat, gelisah, dan terasa panas saat disentuh.

    Mama dapat mengatasinya dengan melepas beberapa pakaiannya hingga suhu tubuhnya normal dan si Kecil kembali merasa nyaman. Jika bayi kedinginan, Mama dapat menyelimuti si Kecil hingga suhu tubuhnya kembali normal.

    Untuk mengetahui bayi merasa kedinginan, Mama dapat memeriksa suhu kaki dan tangannya, kulit pucat, bibir kebiruan, sering terbangun, dan dada atau punggungnya dingin saat disentuh.

    Demikian penjelasan mengenai cara menjaga rumah tetap sejuk untuk bayi.

    Pastikan suhu rumah tetap dingin agar si Kecil nyaman, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More