- Biji-bijian yang diperkaya seng (misalnya, sereal bayi yang diperkaya zinc).
- Daging (misalnya, daging sapi).
- Produk susu (misalnya, yogurt atau keju).
- Ikan.
- Seafood (misalnya, tiram atau kepiting).
- Legum (misalnya, kacang-kacangan).
Kapan Waktu yang Tepat untuk Memberikan Zinc pada Bayi?

- Zinc penting untuk pertumbuhan bayi, mendukung sistem kekebalan tubuh, penyembuhan luka, dan perkembangan sel.
- Bayi dapat memperoleh zinc dari ASI, makanan padat, dan suplemen setelah 6 bulan.
- Penting untuk memberikan zinc sesudah makan dan memilih makanan yang mengandung zinc setelah bayi mulai makan padat.
Dalam masa pertumbuhan, bayi membutuhkan vitamin dan mineral. Salah satunya adalah zinc.
Zinc berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu penyembuhan luka, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel.
Dari mana bayi bisa mendapatkan asupan zinc? Zinc bisa diperoleh lewat ASI dan makanan. Namun dalam kondisi tertentu, bayi mama membutuhkan suplemen zinc.
Jika si Kecil harus mengonsumsi suplemen, kapan waktu yang tepat untuk memberikan zinc pada bayi? Temukan jawabannya pada ulasan Popmama.com berikut ini.
Manfaat Zinc untuk Bayi

Salah satu gizi yang penting bagi pertumbuhan bayi adalah zinc. Mineral ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu penyembuhan luka, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel.
Apabila bayi mengalami kekurangan zinc, maka bisa mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga bayi lebih rentan terhadap infeksi, pilek, dan flu.
Selain itu, zinc juga berperan penting dalam pembelajaran dan memori. Maka dari itu, kekurangan zinc juga bisa mengganggu kemampuan kognitif dan merusak sistem saraf si Kecil.
Selama 6 bulan pertama, bayi mendapatkan cukup zinc dari ASI maupun susu formula. Setelah itu, zinc juga bisa diperoleh dari makanan yang ia konsumsi.
Zinc penting di semua tahap perkembangan si Kecil. Saat bayi berusia sekitar 6 bulan, Mama dapat mulai menyajikan makanan padat yang mengandung seng atau zinc. Bayi dan anak berusia 7 hingga 24 bulan membutuhkan 3 miligram seng setiap hari.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Memberikan Zinc pada Bayi?

Dilansir dari unggahan dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di laman Instagram pribadinya @dr.aguswijata, suplemen zinc diberikan sesudah makan dan jangan diminum bersama zat besi. Bila dikonsumsi bersama, maka bisa mengganggu penyerapannya masing-masing.
dr. Agus Wijata menambahkan jika waktu minum vitamin itu penting. Cara dan waktu minum yang tidak tepat bisa menyebabkan manfaatnya berkurang, Ma.
Sumber Zinc

Setelah bayi mulai mengonsumsi makanan padat, penting untuk memilih makanan yang mengandung zinc. Contoh makanan yang mengandung seng meliputi:
Untuk bayi yang hanya diberi ASI, makanan yang mengandung zinc sangat penting. Kadar zinc dalam ASI tinggi setelah lahir dan menurun selama 6 bulan pertama. Setelah 6 bulan, penting untuk memperkenalkan makanan yang mengandung seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Apakah Bayi Bisa Mengalami Overdosis Zinc?

Bayi dan anak kecil kemungkinan besar tidak akan mendapatkan terlalu banyak zinc hanya dari makanan saja, tetapi jumlah yang berlebihan (misalnya dari suplemen vitamin) dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan muntah, kram perut, diare, dan sakit kepala.
Terlalu banyak zinc dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan efek toksik jangka panjang.
Apakah Bayi Perlu Mengonsumsi Zinc untuk Mencegah Stunting?

Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukan jika suplemen zinc dapat digunakan mencegah bahkan mengobati stunting. Sehingga bayi mama tidak memerlukan minum suplemen zinc untuk mencegah stunting.
Untuk memenuhi kebutuhan zinc lebih baik didapatkan dari protein hewani yang tinggi kandungan zinc dan juga zat besi yang mudah diserap oleh bayi mama.
Jadi pastikan Mama selalu menyiapkan makanan yang mengandung protein hewani untuk bayi. Makanan yang terbuat dari daging sapi, ayam, dan ikan sangat kaya akan zinc sehingga Mama tidak memerlukan suplemen zinc untuk bayi.
Bila bayi terindikasi mengalami stunting, segera bawa ke dokter agar diperiksa lebih lanjut. Setelah mengetahui kondisi si Kecil, dokter akan memutuskan perawatan apa yang paling sesuai dengan kondisinya, Ma.
Mama sudah mengetahui tentang waktu yang tepat untuk memberikan zinc pada bayi. Sebelum Mama memberikan suplemen ke si Kecil, diskusikan dulu dengan dokter mengenai mineral dan vitamin apa saja yang dibutuhkan oleh si Kecil, ya.
Suplemen apa saja yang diminum oleh bayi mama?


















